๐ง๐YASINANBagian 5️⃣
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐ฏ๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐๐ :
☮️*๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐*
๐ง๐YASINAN
Bagian 5️⃣
๐ง๐YASINAN MELEBIHI WAKTU SHALAT 'ISYA
๐งAdakalanya penyelenggaraan majelis Yasinan dilakukan Ba’da Maghrib dan kadang rangkaian acaranya cukup banyak.
✍️Hal tersebut tentunya menambah panjang waktu kegiatan dan terpaksa mengakhirkan shalat Isya.
๐คBagaimana mengenai hal tersebut ?
✍️Jika kita membuka kembali
๐Kitab Bulughul Maram yang disusun oleh
๐ณAl-Hafiz Ibnu Hajar dalam bab / kitab Sholat mengenai waktu-waktu sholat,
๐Akan kita temukan hadist-hadist mengenai waktu sholat Isya sebagai berikut :
ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงََِّููู ุจِْู ุนَู
ْุฑٍِู ุฑَุถَِู ุงََُّููู ุนَُْููู
َุง; ุฃََّู َูุจَِّู ุงََِّููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
َูุงَู: ( َْููุชُ ุงَูุธُّْูุฑِ ุฅِุฐَุง ุฒَุงَูุชْ ุงَูุดَّู
ْุณُ ََููุงَู ุธُِّู ุงَูุฑَّุฌُِู َูุทُِِููู ู
َุง َูู
ْ َูุญْุถُุฑْ ุงَْูุนَุตْุฑُ ََْูููุชُ ุงَْูุนَุตْุฑِ ู
َุง َูู
ْ ุชَุตَْูุฑَّ ุงَูุดَّู
ْุณُ ََْูููุชُ ุตََูุงุฉِ ุงَْูู
َุบْุฑِุจِ ู
َุง َูู
ْ َูุบِุจْ ุงَูุดََُّูู ََْูููุชُ ุตََูุงุฉِ ุงَْูุนِุดَุงุกِ ุฅَِูู ِูุตِْู ุงََِّْูููู ุงَْูุฃَْูุณَุทِ ََْูููุชُ ุตََูุงุฉِ ุงَูุตُّุจْุญِ ู
ِْู ุทُُููุนِ ุงََْููุฌْุฑِ ู
َุง َูู
ْ ุชَุทُْูุนْ ุงَูุดَّู
ْุณُ )
๐ณDari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu ‘anhu bahwa
☪️Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
✒️“Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang waktu shalat Isya hingga tengah malam dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit.”
๐(HR. Muslim).
َูุนَْู ุฃَุจِู ุจَุฑْุฒَุฉَ ุงْูุฃَุณَْูู
ِِّู َูุงَู: ( َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงََِّููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ُูุตََِّูู ุงَْูุนَุตْุฑَ ุซُู
َّ َูุฑْุฌِุนُ ุฃَุญَุฏَُูุง ุฅَِูู ุฑَุญِِْูู ِูู ุฃَْูุตَู ุงَْูู
َุฏَِููุฉِ َูุงูุดَّู
ْุณُ ุญََّูุฉٌ ََููุงَู َูุณْุชَุญِุจُّ ุฃَْู ُูุคَุฎِّุฑَ ู
ِْู ุงَْูุนِุดَุงุกِ ََููุงَู َْููุฑَُู ุงََّْูููู
َ َูุจََْููุง َูุงْูุญَุฏِูุซَ ุจَุนْุฏََูุง ََููุงَู ََْูููุชُِู ู
ِْู ุตََูุงุฉِ ุงَْูุบَุฏَุงุฉِ ุญَِูู َูุนْุฑُِู ุงَูุฑَّุฌُُู ุฌَِููุณَُู ََْูููุฑَุฃُ ุจِุงูุณِّุชَِّูู ุฅَِูู ุงَْูู
ِุงุฆَุฉِ ) ู
ُุชٌََّูู ุนََِْููู
َูุนِْูุฏَُูู
َุง ู
ِْู ุญَุฏِูุซِ ุฌَุงุจِุฑٍ: ( َูุงْูุนِุดَุงุกَ ุฃَุญَْูุงًูุง َูุฃَุญَْูุงًูุง: ุฅِุฐَุง ุฑَุขُูู
ْ ุงِุฌْุชَู
َุนُูุง ุนَุฌََّู َูุฅِุฐَุง ุฑَุขُูู
ْ ุฃَุจْุทَุฆُูุง ุฃَุฎَّุฑَ َูุงูุตُّุจْุญَ: َูุงَู ุงََّููุจَِّู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ُูุตََِّูููุง ุจِุบََูุณٍ )
๐ณAbu Barzah al-Aslamy Radliyallaahu ‘anhu berkata:
☪️Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah setelah usai shalat Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas.
☑️Beliau biasanya suka mengakhirkan shalat Isya’ tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya.
☑️Beliau juga suka melakukan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi.
๐Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir:
✒️Adakalanya beliau melakukan shalat Isya’ pada awal waktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya.
Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terlambat beliau mengakhirkannya sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menunaikannya pada saat masih gelap
ุฃَุนْุชَู
َ ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ุฐَุงุชَ ََْูููุฉٍ ุญَุชَّู ุฐََูุจَ ุนَุงู
َّุฉُ ุงَِّْูููู َูุญَุชَّู َูุงู
َ ุฃَُْูู ุงْูู
َุณْุฌِุฏِ ุซُู
َّ ุฎَุฑَุฌَ َูุตََّูู ََููุงَู : ุฅَُِّูู ََْูููุชَُูุง ََْูููุง ุฃَْู ุฃَุดَُّู ุนََูู ุฃُู
َّุชِู
☪️Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya’ sampai malam telah berlalu sebagian besarnya dan mereka yang menunggu di masjid sudah tertidur. Kemudian dia mengerjakan shalat dan berkata :
✒️“Ini adalah waktunya, jika saja aku tidak memberatkan umatku.”
๐(Muslim, III/345, no. 1009)
๐Dengan redaksi lain diluar kitab Bulughul Marom,
๐ณYang diriwayatkan oleh Abu Hurairah..
َูุงَู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ : َْูููุงَ ุฃَْู ุฃَุดَُّู ุนََูู ุฃُู
َّุชِู َูุฃَู
َุฑْุชُُูู
ْ ุฃَْู ُูุคَุฎِّุฑُูุง ุงْูุนِุดَุงุกَ ุฅَِูู ุซُُูุซِ ุงَِّْูููู ุฃَْู ِูุตِِْูู
☪️Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
✒️“Jika tidak memberatkan ummatku, maka aku akan memerintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat isya’ sampai sepertiga malam atau separuhnya.”
๐(HR Turmudzi dan dia mengatakan : “Hadits ini Hasan Shahih”, Sunan Turmudzi, I/280, 152)
๐Dari hadits-hadits diatas, ditambah beberapa sumber lain
๐
(salah satunya tulisan KH. Quraish Shihab),
✍️Dapat kita simpulkan :
☪️Rasul kadang melaksanakan shalat isya’ di awal waktu, di waktu lainnya melaksanakan shalat isya’ di akhir waktu.
✍️Artinya, shalat isya’ di awal waktu maupun mengakhirkannya juga tetap merupakan sunnah nabi, bukan sesuatu yang kurang baik.
✍️Waktu yang terbaik, utama, untuk mendirikan shalat isya’ adalah di sepertiga malam. Tapi Rasul tidak memerintahkan umatnya supaya melaksanakannya di waktu-waktu tersebut supaya tidak memberatkan.
✍️Bila kita tidak merasa keberatan, Atau kita berniat mengakhirkan sholat Isya’ dikarenakan melaksanakan kegiatan yang bernilai ibadah maka bisa disebut diperbolehkan.
☪️Bila Rasul mengakhirkan shalat isya’, beliau tidak suka tidur dahulu sebelumnya, dan langsung tidur setelah mendirikan shalat isya’.
✍️Demikian juga jika kita berniat mengakhirkan sholat Isya’ dikarenakan melaksanakan kegiatan yang bernilai ibadah bukan karena tidur maka hal tersebut bisa disebut diperbolehkan.
Bersambung...
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar