Ibnu al-Jauzi: Ulama dengan Banyak Gelar


 IBTimes.ID
tarikh
Ibnu al-Jauzi: Ulama dengan Banyak Gelar
By Yusuf R Yanuri 28/05/2020 3 Mins read
1068
0
Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Humadi bin Ahmad bin Muhammad bin Ja’far al-Jauzi. Ia dikenal dengan Ibnu al-Jauzi atau Abu al-Farraj ibn al-Jauzi. Ia lahir di Baghdad pada tahun 1114 M/508 H dan meninggal pada tahun 1201 M/597 H. Silsilahnya sampai pada Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Kunyahnya adalah Abul Faraj, sedangkan nisbahnya Al-Baghdadi. Ia adalah seorang penganut mazhab Hanbali yang kental dan menjadi motor penggerak atas tersebarnya mazhab tersebut. 

Ibnu al-Jauzi berbeda dengan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Beberapa orang agak kebingungan dengan perbedaan ini. Ibnu Qayyim lahir pada tahun 1923 M di Damaskus, Suriah. Sedangkan Ibnu al-Jauzi lahir pada tahun 1114 M di Baghdad, Irak. Ibnul Qayyim memiliki kunyah Abu Abdillah dan nisbah ad-Dimashqi. Ia adalah salah satu murid terbaik Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah. Ia memberikan pengaruh kepada Ibnu Katsir, Ibnu Rajab, dan Imam Adz-Dzahabi.

Sejak usia 6 tahun, Ibnu al-Jauzi sudah menjadi yatim. Sepeninggal ayahnya, ia dibawa bibinya kepada Abu al-Fadhl bin Nashir. Abu al-Fadhl yang masih terhitung pamannya sendiri inilah yang mendidiknya dan mengajarkannya hadits. Pada usia muda, Ibnu al-Jauzi sudah hafal Alquran dengan sejumlah riwayat. Ia juga berguru kepada banyak ulama lain. Karena kegigihannya belajar, gurunya dalam bidang hadits saja diparkir mencapai 87 orang, belum terhitung guru pada bidang ilmu lain.

Ulama Lintas Disiplin Ilmu
Ibnu al-Jauzi dikenal sebagai ulama polymath yang menguasai banyak disiplin ilmu. Ia adalah ulama yang ahli dalam ilmu hadits, Alquran, tafsir, fiqh, ushul fiqh, sastra, sejarah, sekaligus dai ulung. Pribadinya sangat dihormati. Pengajiannya selalu dihadiri oleh puluhan ribu orang. Ia adalah ulama sunni yang sangat terpengaruh dengan Ahmad bin Hanbal, dan mempengaruhi Ibnu Qudamah al-Maqdisi.

Baca Juga Kisah Kesuksesan Muhammad Ali Pasha Membangun Mesir Modern
Ia memiliki cukup banyak gelar. Antara lain Ustadz al-Aimmah (guru besar para imam), Hibr al-Ummah (tinta umat), Bahr al-Ulum (lautan ilmu), Sayyid al-Huffadz (tuan para ahli hadits), Faris al-Ma’ani wa al-Alfadz (pahlawan makna dan lafal) Syaikh al-Islam (guru besar Islam), Qudwah al-Anam (teladan manusia), dan Sulthan al-Mutakallimin (penguasa para ahli kalam).

Ketika al-Mustanjid Billah menjadi khalifah, Ia diminta tinggal di masjid kerajaan. Di tempat ini, sebagaimana yang ditulis oleh Musthafa al-Maraghi, ceramahnya selalu dihadiri oleh sepuluh hingga lima belas ribu orang. Sebelumnya, Ia memberikan ceramah dan menulis karya-karya di Masjid Jami’ al-Manshur. Namanya mulai terkenal sejak berasa di Masjid Jami ini.

Pada tahun 1178-1179 M ia telah menjadi guru besar dari lima Madrasah tinggi di ibu kota dan menjadi pendakwah mazhab Hanbali terbesar di Baghdad.

Pada dekade 1170-1180 M ia mencapai puncak kekuasaannya. Ia kemudian menjadi jaksa penyelidik setengah resmi, ia tekun mencari doktrin-doktrin ajaran yang menyimpang. Dia dikenal sangat kritis dan tegas terhadap aliran sufisme & syiah. Namun tindakannya yang tegas ini ditentang banyak ulama liberal. Antusiasme terhadap mazhabnya menimbulkan perasaan iri dan cemburu di antara ulama lain.

Karya
Karya-karyanya yang cukup terkenal antara lain Zaad al-Masir dalam bidang tafsir, al-Mughni dalam bidang tafsir, Talbis Iblis, dan Al-Maudhuat fi al-Hadits dalam bidang hadits. Adapun buku-bukunya yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia antara lain Hafalan Buyar Tanda tak Pintar, Shifatush Shafwah: Kisah Orang-orang Pilihan, Saidul Khatir: Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, Humor Cerdas ala Orang-orang Cerdik, Wanita Penghuni Surga, Talbis Iblis: Tipu Muslihat dan Perangkap Iblis, dan masih banyak lagi.

Imam adz-Dzahabi mengatakan, “ketika ditanya jumlah karya yang ditulisnya, Ia mengatakan ‘lebih dari tiga ratus empat puluh’. Ia juga mengatakan ‘aku sudah mulai menulis sejak usia 13 tahun'”. Al-Maraghi mencatat 26 judul karya Ibnu al-Jauzi, antara lain Talqih Fuhum Ahli al-Atsar fi Mukhtashar as-Siyar wa al-Akhbar, Al-Adzkiya’ wa Akhbaruhum, Manaqib Umar bin Abdul Aziz, Ruh al-Arwah, Al-Hamqa wa al-Mughfilin, Dad’s Syubuhat at-Tasybih wa ar-Radd ‘ala Mujassimah, Syudzur al-Uqud fi Tarikh al-‘Uhud, al-Mudhisy fi at-Tarikh wa Gharaib al-Akhbar, Al-Muqim al-Muq’id fi Daqaiq al-‘Arabiyah, Wushulat al-‘Aql ‘ala al-Hawa fi al-Akhlaq, An-Nasikh wan al-Mansukh, Funun al-Afnan fi ‘Ajaib Ulum al-Quran, Luqat al-Manafi’ fi ath-Thib wa al-Firasah ‘inda al-‘Arab, Al-Wafa fi Fadhail al-Musthafa, Manaqib Umar ibn al-Khattab, Manaqib Ahmad bin Hanbal, Taqwim al-Lisan, Jami’ al-Masanid wa al-Alqab, Al-Maudhuat fi al-Hadits, At-Tahqiq fi Ahadits al-Khilaf, Syarh Musykil al-Hadits, Natijah al-Ihya’, dan Minyak al-Wushul ila ‘Ilm al-Ushul.

Perjalanan dakwah Ibnul Jauzi mulai mengalami kemunduran akibat kehilangan teman dekat, pendukung dakwahnya, yang merupakan orang dalam dari lingkaran pejabat pemerintah, yaitu Ibnu Yunus yang ditahan pada tahun 1194 M. Pada masa pemerintahan khalifah yang baru, putera Al-Mustadi, Kalifah Nashirudinnillah (1159-1225 M), ia diasingkan ke Wasith, disana ia tinggal lima tahun. Pada tahun 1199, dia dilepaskan dan dipulangkan ke Baghdad dan meninggal dua tahun kemudian pada usia 87 tahun.

Baca Juga Ali bin Abi Thalib (4): Rencana Pembunuhan Nabi dan Pengorbanan Ali
Ia berpulang pada malam Jumat, 2 Ramadhan 597 Hari di rumahnya di desa Qathfata, di tepi timur sungai Tigris, Baghdad. Menurut al-Maraghi, al-Jauzi adalah nama daerah yang cukup terkenal di Irak.

Editor: Yahya FR
Ibnu al-Jauzi Sejarah Ulama
PESANTREN SAINS
Mari bersama membangun peradaban mencetak generasi ilmuwan muslim dengan turut serta membangun pesantren sains untuk mewujudkan cita-cita Islam Berkemajuan.

Artikel Terbaru
Pendekatan Filosofis dalam Kajian Agama
20/03/2021
Lima Tujuan Diturunkannya Surat Al-Fatihah
20/03/2021
Mufassir Asal Suriah, Syekh Ali Ash-Shabuni Wafat
19/03/2021
Buletin Jumat: Megedepankan Dialog dan Musyawarah
19/03/2021
Etika ‘Transenden’ Anti Korupsi, Seperti apa Itu?
19/03/2021
ibtimes.idKanal Moderasi Islam
Load More... Follow on Instagram
Follow us
Facebook
Twitter
Instagram
Youtube
Avatar
24 posts
Yusuf R Yanuri
ABOUT AUTHOR
Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah
articles
Related posts
tarikh
3 Maret 1924: Ketika Kekhalifahan Islam Berakhir
By Fahmi Rizal MH 04/03/2021 4 Mins read
3 Maret 1924 menandai berakhirnya sejarah kekhalifahan dalam Islam. Pemerintah Turki di bawah Mustafa Kemal Attaturk mengakhiri dan membubarkan institusi khalifah dalam…
tarikh
Masa-Masa Islam Awal (3): Konsolidasi Paham Sunni
By Raha Bistara 20/02/2021 3 Mins read
Kelompok Syi’ah pada masa Islam Klasik semakin merebak karena dukungan mereka terhadap ahl bait secara membabi buta dan kemunculan para Imam yang…
tarikh
Masa-Masa Islam Awal (2): Syi'ah dan Peran Imam Suci
By Raha Bistara 12/02/2021 3 Mins read
Perseteruan antara Murjiah dan Khawarij di masa awal Islam menyebabkan umat Islam terpecah belah. Di samping Murjiah dan Khawarij sebagai sekte religio-politik…
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.



IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan.

Kategori Utama
Today
Kajian Islam
Risalah Islam
Ulumuddin
Wawasan
Kirim Tulisan
Useful Link
Tentang Kami
Disclaimer
Redaksi
Media Siber
Kontak Kami
Publisher
PT Litera Cahaya Bangsa
Alamat: Jalan Nanas 47B, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Copyright 2020 - IBTimes.ID Cerdas Berislam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad