๐Ÿ“–/๐Ÿ˜ญBEDA ANTARA NILAYAH DAN TAHLILAN

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿ“–*๐‘ฏ๐’–๐’‹๐’‹๐’‚๐’‰ ๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚ :
☮️*๐€๐‡๐‹๐” ๐’๐”๐๐๐€๐‡ ๐–๐€๐‹ ๐‰๐€๐Œ๐€๐€๐‡*

๐Ÿ“–/๐Ÿ˜ญBEDA ANTARA NILAYAH DAN TAHLILAN

✍️๐Ÿง”Beredar fatwa menyesatkan yang isinya selamatan atau tahlilan untuk mayit dapat menyebabkan siksa bagi mayit.
⛔๐Ÿ˜ญDalil yang mereka gunakan adalah tentang larangan niyahah atau meratapi mayit.
๐Ÿ“–Dalam berbagai hadits dan kitab fikih,๐Ÿ‘‡
๐Ÿ˜ญ⛔Semua telah maklum bahwa niyahah atau meratapi mayit dengan menangis disertai menyobek baju, menjambak rambut, dll adalah haram dengan nash hadits dan ijam’ ulama. ๐Ÿ˜ข☑️Sedangkan menangis yang tidak mengeluarkan suara keras dan tidak disertai kemungkaran di atas adalah boleh, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW saat putranya Ibrahim meninggal dunia, beliau juga menangis.

✍️Yang menjadi masalah adalah ketika dalil niyahah dipakai untuk menghukumi tahlilan kematian.
⚠️Ini merupakan analog hukum yang sesat menyesatkan.
๐Ÿ‘‡Dilihat dari segi terminologi jelas beda antara niyahah dengan tahlilan.
๐Ÿ˜ญNiyahah adalah :
✒️Meratap dan kegiatannya adalah menangis disertai mengungkit kebaikan mayit, menyobek baju, dan menjambak rambut, yang menunjukkan ketidak ihlasan keluarga atas kepergian mayit.
✒️⛔Perbuatan ini jelas dilarang agama melalui nash hadits dan ijmak ulama.
๐Ÿง˜๐Ÿ“–Sedangkan Tahlilan berarti :
✒️Membaca dzikir baik al-Qur’an atau lainnya, kemudian ditutup dengan doa dengan tujuan mendoakan mayit agar diampuni dosa dan dilapangkan kuburnya yang mana perbuatan ini jelas dianjurkan agama melalui nash dan pendapat ulama.
๐Ÿง”❎Jadi, kaum wahabi yang mengatakan tahlilan sama dengan niyahah adalah analog hukum yang salah alamat.

✍️Adapun beberapa
๐Ÿง”Referensi wahabi mengambil pendapat dari
๐Ÿ‘ณImam Asy-Syafi’i
๐Ÿ“šDalam al-umm:

ูˆุฃูƒุฑู‡ ุงู„ู†ูŠุงุญุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูŠุช ุจุนุฏ ู…ูˆุชู‡ ูˆุฃู† ุชู†ุฏุจู‡ ุงู„ู†ุงุฆุญุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุงู†ูุฑุงุฏ ู„ูƒู† ูŠุนุฒู‰ ุจู…ุง ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„ ู…ู† ุงู„ุตุจุฑ ูˆุงู„ุงุณุชุฑุฌุงุน ูˆุฃูƒุฑู‡ ุงู„ู…ุฃุชู… ูˆู‡ู‰ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ู… ุจูƒุงุก ูุฅู† ุฐู„ูƒ ูŠุฌุฏุฏ ุงู„ุญุฒู†

✒️“Aku tidak suka niyahah (peratapan) pada mayit setelah kematiannya, begitu juga aku tidak suka jika bersedih tersebut dilakukan seorang diri.
✒️Seharusnya yang dilakukan adalah seperti yang Allah Ta’ala perintahkan yaitu dengan bersabar dan mengucapkan istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi rooji’un).
✒️Aku pun tidak suka dengan acara ma’tam yaitu berkumpul di kediaman si mayit walau di sana tidak ada tangisan.
✒️Karena berkumpul seperti ini pun hanya membuat keluarga mayit mengungkitu kesedihan yang menimpa mereka.”
๐Ÿ“š(Al Umm, 1: 318).

๐Ÿ‘†Fatwa Imam Asy-Syafi’i dalam kitab al-Umm tersebut tidak ada pembahasan tentang tahlilan.
☑️Beliau hanya tidak menyukai berkumpul di rumah duka tanpa ada kegiatan positif.
☑️Karena itu akan menambah kesusahan keluarga mayit.
☑️Sekali lagi, akan menambah kesusahan keluarga mayit, tidak ada hubungannya dengan menambah siksa mayit.

✍️Seperti keterangan di atas bahwa tahlilan adalah membaca ayat-ayat al-Qur’an dan dzikir lainnya kemudian berdoa dihadiahkan kepada mayit,
☑️Maka perbuatan ini disepakati oleh ulama diperbolehkan bahkan sangat dianjurkan.
๐Ÿ“šDalam kitab I’anatutthalibin dijelaskan:

ูˆَู‚َุฏْ ู†َุตَّ ุงู„ุดَّุงูِุนِูŠُّ ูˆَุงู„ْุฃَุตْุญَุงุจُ ุนَู„َู‰ ู†َุฏْุจِ ู‚ِุฑَุงุกَุฉِ ู…َุง ุชَูŠَุณَّุฑَ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ْู…َูŠِّุชِ ูˆَุงู„ุฏُّุนَุงุกِ ุนَู‚ِุจَู‡َุง، ุฃَูŠْ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ุญِูŠู†ْุฆَุฐٍ ุฃَุฑْุฌَู‰ ู„ِู„ْุฅِุฌَุงุจَุฉِ.

✒️“Dan sungguh Imam as-Syafi’i dan ulama penerusnya secara terang-terangan menyunnahkan membaca al-Qur’an secukupnya di sisi mayit dan berdoa setelahnya.
✒️Maksudnya karena doa setelah membaca al-Qur’an lebih diharapkan terkabul.”

✍️Adapun beberapa keterangan dalam kitab yang menjelaskan bacaan Al-Qur’an menurut Imam Asy-Syafi’i :
✒️Tidak sampai ke mayit itu jika tidak didoakan dan diperuntukkan ke mayit, maka memang terjadi khilaf.
✍️Tapi jika ada niat dihadiahkan dan didoakan untuk mayit,
☑️Maka dalam madzhab Asy-syafi’iyyah sepakat boleh dan dianjurkan.
✍️Hal ini ditulis oleh
๐Ÿ‘ณSyaikh Sulaiman al-Bujairami
๐Ÿ“šDlm kitab Tuhfah al-Habib, II/574):

ุซُู…َّ ุฅู†َّ ู…َุญِู„َّ ุงู„ْุฎِู„َุงูِ ุญَูŠْุซُ ู„َู…ْ ูŠُุฎْุฑِุฌْู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌَ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ، ูƒَุฃَู†ْ ูŠَู‚ُูˆู„َ: ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฌْุนَู„ْ ุซَูˆَุงุจَ ู‚ِุฑَุงุกَุชِูŠ ู„ِูُู„َุงู†ٍ، ูˆَุฅِู„َّุง ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฅุฌْู…َุงุนًุง ูƒَู…َุง ุฐَูƒَุฑَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْู…َุฏْุฎَู„ِ.

✒️“Kemudian sungguh konteks perbedaan ulama tentang sampainya pahala itu sekira tidak dikemas dalam kemasan doa, seperti pelakunya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah pahala bacaan al-Qur’anku untuk Fulan”, dan jika tidak demikian maka hadiah pahala sampai kepada mayit sesuai Ijma’ ulama sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibn al-Hajj dalam kitabnya al-Madkhal.”

๐Ÿง”✍️Kaum Wahabi juga menukil pendapat๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณImam an-Nawawi dlm al-Majmu’:

ูˆุฃู…ุง ุงุตู„ุงุญ ุงู‡ู„ ุงู„ู…ูŠุช ุทุนุงู…ุง ูˆุฌู…ุน ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡ ูู„ู… ูŠู†ู‚ู„ ููŠู‡ ุดุฆ ูˆู‡ูˆ ุจุฏุนุฉ ุบูŠุฑ ู…ุณุชุญุจุฉ

✒️“Adapun yang dilakukan keluarga mayit dengan membuatkan makanan dan mengumpulkan orang-orang di kediaman mayit, maka tidak ada tuntunan dalam hal ini. Hal ini termasuk bid’ah yang tidak dianjurkan.”
๐Ÿ“š(Lihat Al Majmu’, 5: 320).

✍️Perlu diketahui bahwa qaul Imam An-Nawawi tersebut ditulis dalam bab niyahah atau meratap mayit.
✍️Bahwa termasuk meratap adalah sekedar berkumpul di rumah duka tanpa ada kegiatan apa-apa, maka menurut Imam An-Nawawi tidak dianjurkan.
✍️Akan tetap dalam bab doa terhadap mayit Imam An-Nawawi jelas mengatakan dalam kitab Al-Adzkar dan Al-Majmu’ bahwa sesuai fatwa Imam Asy-Syafi’i membaca Al-qur’an disisih mayit sangat dianjurkan, bahkan jika bisa khatam itu lebih baik. ๐Ÿ“š(lihat Al-adzkar dan Al-Majmu’).
✍️Artinya, Imam An-Nawawi juga menganjurkan membaca al-qur’an dan lainnya untuk dihadiahkan kepada mayit. Karena itu dapat bermanfaat bagi mayit.

✍️๐Ÿง”Sedangkan pendapat Ibnu Taimiyyah yg menjadi andalan rujukan Wahabi yg mengatakan:

ูˆَุฃَู…َّุง ุตَู†ْุนَุฉُ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْู…َูŠِّุชِ ุทَุนَุงู…ًุง ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ุงู„ู†َّุงุณَ ุฅู„َูŠْู‡ِ ูَู‡َุฐَุง ุบَูŠْุฑُ ู…َุดْุฑُูˆุนٍ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ู‡ُูˆَ ุจِุฏْุนَุฉٌ

✒️“Adapun jika keluarga mayit yang membuatkan makanan dan mengundang jama’ah untuk datang, seperti ini tidak ada tuntunan dan termasuk bid’ah.”
๐Ÿ“š(Majmu’ Al Fatawa, 24: 316)

๐Ÿ‘†Sekali lagi, fatwa Ibnu Taimiyyah tidak ada urusannya dengan tahlil, membaca al-Qur’an, dan berdoa untuk mayit.
✍️Karena dalam bab mendoakan mayit Ibnu Taimiyyah dlm kitab Iqtidla’ Ash-Shirath al-muataqim li ibni taimiyyah 2/261 justru menjelaskan bahwa ijma’ ulama sepakat sampainya pahala ibadah orang masih hidup, baik bacaan al-Qur’an, sedekah, dll kepada mayit.

Kaum muslimin yang kami muliakan, dari paparan di atas jelas bahwa ada perbedaan mendasar antara :
๐Ÿ‘‰Niyahah (meratap)
๐Ÿ‘‰Dan tahlilan.
⛔Niyahah itu dilarang karena meratapi mayit yang menunjukkan tidak ridlo dengan qadla qadar Allah,
☑️Sedangkan tahlilan itu perbuatan ibadah yang dianjurkan dalam rangka mendoakan mayit.

✍️Oleh: KH. Fajar Abdul Bashir, Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Wijirejo Pandak Bantul dan Ketua LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PWNU DIY 

๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad