๐ณ⛔ULAMA SALAF PANTANG MENGKAFIRKAN MUSLIM LAIN
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ณ⛔ULAMA SALAF PANTANG MENGKAFIRKAN MUSLIM LAIN
๐ขDi antara musibah besar yang menimpa umat Islam adalah adanya orang-orang yang mudah mengafirkan Muslim lainnya.
✍️Hal ini membuat perpecahan serius di tubuh umat ini, apalagi bila ada yang mengarah pada penghalalan darah sesama Muslim.
✍️Alasan pengafiran ini beragam, namun lumrahnya karena ketidaksepakatan dalam menyikapi suatu hal yang berhubungan dengan aqidah.
✍️Namun ada juga pihak yang begitu mudahnya menjatuhkan vonis kafir sebab perbedaan pandangan di tataran fiqih semata, ini adalah ekstremisme yang sangat berbahaya.
๐Tengok saja misalnya pola dakwah
๐งMuhammad bin Abdil Wahhab,
☮️Penggagas paham Wahabiyah yang mengilhami beberapa kelompok “puritan” di era selanjutnya.
๐งIa tak segan-segan mengafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya sebab ia merasa sudah mempunyai dalil Al-Qur’an dan hadits sehingga dirinya merasa bahwa menyelisihinya berarti sama saja dengan menyelisihi Al-Qur’an dan hadits.
๐คฒKetika membahas tentang orang-orang yang bertawassul dengan para Nabi dan orang salih yang telah meninggal di kubur mereka,
๐งIa mengatakan:
ูููู
ููุงุฑ ู
ุฑุชุฏูู ุนู ุงูุฅุณูุงู
؛ ูู
ู ุฌุงุฏู ุนููู
، ุฃู ุฃููุฑ ุนูู ู
ู ููุฑูู
، ุฃู ุฒุนู
ุฃู ูุนููู
ูุฐุง، ูู ูุงู ุจุงุทูุง ููุง ูุฎุฑุฌูู
ุฅูู ุงูููุฑ، ูุฃูู ุฃุญูุงู ูุฐุง ุงูู
ุฌุงุฏู، ุฃูู ูุงุณู ูุง ููุจู ุฎุทู ููุง ุดูุงุฏุชู، ููุง ูุตูู ุฎููู. ุจู ูุง ูุตุญ ุฏูู ุงูุฅุณูุงู
، ุฅูุง ุจุงูุจุฑุงุกุฉ ู
ู ูุคูุงุก ูุชูููุฑูู
✒️“Mereka semua kafir, murtad dari Islam.
✒️Siapa yang berdebat membela mereka atau mengingkari kekafiran mereka atau menyangka bahwa tindakan mereka ini meskipun batil tetapi tidak berakibat kekafiran, maka derajat minimal bagi pembela ini adalah ia fasiq, tidak diterima pernyataan dan persaksiannya, tidak boleh salat menjadi makmumnya.
✒️Bahkan tidak sah agama Islam kecuali dengan berlepas diri dari orang-orang itu dan mengafirkan mereka.”
๐(Abdurrahman al-‘Ashimi, ed, al-Durar al-Saniyyah fi al-Ajwibah al-Najdiyah, juz X, halaman 53)
๐ง Dengan pola pikir sedemikian, ia telah menjadi seorang penganut monisme sejati yang memonopoli kebenaran dan merasa bahwa hanya penafsirannya terhadap Al-Qur’an dan hadits yang benar.
๐คฒPadahal sebenarnya tawassul hanyalah soal ragam redaksi dalam berdoa semata,
๐
Intinya tetap saja para pelaku tawassul hanya berdoa kepada Allah saja tanpa bermaksud menyekutukan-Nya dengan apa pun.
๐Bandingkan dengan pernyataan
๐ณImam Abu Hasan al-Asy’ari dan
๐งSyekh Ibnu Taymiyah yang juga didukung sepenuhnya oleh :
๐งAdz-Dhahabi, periwayatnya,
๐Berikut ini:
ุฑَุฃَْูุชُ ِููุฃَุดุนุฑِّู ููู
َุฉ ุฃَุนุฌุจุชَِูู ََِููู ุซَุงุจِุชَุฉ ุฑََูุงَูุง ุงูุจََِّْูููู، ุณَู
ِุนْุชُ ุฃَุจَุง ุญَุงุฒِู
ุงูุนَุจْุฏََِّูู، ุณَู
ِุนْุชُ ุฒَุงِูุฑ ุจู ุฃَุญْู
َุฏَ ุงูุณَّุฑَุฎْุณِّู َُُْูููู: َูู
َّุง َูุฑُุจَ ุญُุถُْูุฑُ ุฃَุฌู ุฃَุจِู ุงูุญَุณَِู ุงูุฃَุดْุนَุฑِِّู ِูู ุฏَุงุฑِู ุจِุจَุบْุฏَุงุฏَ، ุฏุนَุงِูู َูุฃَุชَْูุชُู، ََููุงَู: ุงุดูุฏْ ุนَّูู ุฃَِّูู ูุงَ ุฃَِّููุฑ ุฃَุญَุฏุงً ู
ِْู ุฃَِْูู ุงِููุจَْูุฉ، ูุฃََّู ุงَّููู ُูุดَูุฑََْูู ุฅَِูู ู
ุนุจูุฏٍ َูุงุญِุฏ، َูุฅَِّูู
َุง َูุฐَุง ُُّููู ุงุฎْุชِูุงَู ุงูุนِุจَุงุฑَุงุช. ُْููุชُ: َูุจูุญู َูุฐَุง ุฃَุฏูู، ََููุฐَุง َูุงَู ุดَْูุฎَُูุง ุงุจُْู ุชูู
َِّูุฉ ِูู ุฃََูุงุฎِุฑِ ุฃََّูุงู
ู َُُْูููู: ุฃََูุง ูุงَ ุฃَููุฑ ุฃَุญَุฏุงً ู
َِู ุงูุฃُู
َّุฉ، ََُُْููููู: َูุงَู ุงَّููุจُِّู - ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ -: ูุงَ ُูุญَุงِูุธُ ุนَูู ุงْููุถُูุก ุฅِูุงَّ ู
ُุคْู
ٌِู َูู
َْู ูุงَุฒَู
َ ุงูุตَََّููุงุชِ ุจูุถูุกٍ ََُููู ู
ُุณِْูู
.
๐ง“Saya melihat satu kalimat dari al-Asy’ari yang membuat saya kagum, yaitu kalimat yang valid
๐Diriwayatkan oleh al-Baihaqi:
๐ณAku mendengar dari Abu Hazim al-Abdawi,
๐ณAku mendengar Zahir bin Ahmad as-Sarakhsi berkata:
✒️Ketika sudah dekat datangnya ajal Abu Hasan al-Asy’ari di rumahku di Baghdad,
๐ณDia memanggilku lalu berkata:
✒️“Saksikanlah aku bahwa aku tak mengafirkan seorang pun dari Ahli Kiblat sebab sesungguhnya semua merujuk pada satu sesembahan yang sama.
Yang berbeda hanyalah ungkapan semata.”
๐งAku (adz-Dzahabi) berpendapat bahwa dengan yang semacam inilah aku beragama.
๐งDemikian juga guru kami,
๐งIbnu Taymiyah di akhir-akhir hayatnya berkata:
✒️“Aku tak mengafirkan seorang pun dari umat ini”.
๐งDia berkata: “Nabi Muhammad SAW bersabda:
✒️Tidaklah menjaga wudhu kecuali seorang mukmin, maka barangsiapa yang selalu shalat disertai wudhu, maka dia adalah orang Islam.”
๐(Adz-Dzahabi, Siyar A’lรขm an-Nubalรข’, juz XV, halaman 88).
✍️Demikianlah pernyataan terakhir dari Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Syekh Ibnu Taymiyah.
๐คMeskipun keduanya sering dikesankan berseberangan, namun di akhir hayatnya keduanya sepakat untuk berpantang dari menjatuhkan vonis kafir secara gegabah terhadap muslim lain. Perbedaan di antara kaum muslimin umumnya hanya semata perbedaan redaksi untuk menyembah Allah Yang Maha Esa. Itulah teologi damai yang diyakini mayoritas umat ini (Aswaja).
☪️Teologi damai inilah yang harus selalu dipromosikan serta dilestarikan dari waktu ke waktu. Wallahu a'lam.
Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti di Aswaja Center Jember
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar