🧔STRATEGI DAKWAH SALAFY ATAUKAH PENGAKUAN TERHADAP ASWAJA ??
🧔STRATEGI DAKWAH SALAFY ATAUKAH PENGAKUAN TERHADAP ASWAJA ??
🤔Penggunaan Kata “Imam Syafi’i & Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” dalam beberapa majalah, artikel, Instansi, Majelis Pengajian para Salafy dapat saya asumsikan dalam beberapa hal sbb:
1️⃣. Menarik Minat para pengikut Aswaja (Pancingan).
✍️Kita telah sama – sama mengetahui betapa bencinya kaum Salafy terhadap kaum Ahlussunnah Waljama’ah (disingkat Aswaja), yang setiap saat dapat kita temukan olok-olokan mereka terhadap Aswaja, dengan kata – kata :
📌”Asuwaja, Abwaja, Asli warisan Jawa, dll.
🧔GOLONGAN ANTI MAZHAB
👳Mengetahui para Aswaja menjadi antipati terhadap Salafy , para da’i Salafy mulai mengupayakan berbagai cara agar para Aswaja mau mengikuti ajaran Salafy.
🧔Mereka mulai menggunakan kata – kata yang umum terdengar di telinga Aswaja,👇
dalam beberapa contoh mereka mulai mencatut salah satu nama Imam Mujtahid yang menjadi rujukan disebagian besar penganut Aswaja kawasan Asia, Mesir, Yaman, Irak, Iran dll yaitu :
👳Imam Syafi’i,
📚Dalam pustaka penerbitan kitab – kitab Salafy & juga Instansi pendidikan yang di bina Salafy yang sebagian besar didanai oleh pemerintah Saudi, Sebut saja :
Penerbit Imam Syafi’i http://pustakaimamsyafii.com/, representasi dari hasil terbitan buku – bukunya tidaklah mencerminkan ajaran/mazhab Syafi’i, bahkan cenderung bertentangan.
🧔STRATEGI GERAKAN SALAFY DAHULU & KINI
📝Belum lagi Lembaga Pendidikan, Majelis pengajian, dll yang mencatut nama Imam Syafi’i tetapi ajarannya sama sekali tidak mencerminkan Mazhab Assyafi’i, bahkan telah maklum kita ketahui bahwa Salafy anti terhadap Mazhab.
👉Sebagai contoh masalah khilafiyah yaitu furu’ (cabang) mereka
📌membid’ahkan Usholli (talafuzh niat) ketika hendak sholat,
📌Qunut pada Shubuh,
📌Tarawih 23 rakaat, dll,
✍️dimana hal itu adalah Ijtihad Imam Syafi’i yang di ikuti oleh ulama Syafi’iyyah dari dahulu hingga saat ini tanpa ada pertentangan.
✍️Begitu pula konsep pemahaman Bid’ah yang diterangkan Imam Syafi’i akan adanya Bid’ah Hasanah.
✍️Hal ini tentu saja bertentangan dengan pendapat & pemahaman para ulama Salafy yang tidak mengakui akan adanya Bid’ah hasanah.
✍️Pencatutan nama Imam Syafi’i tak sampai disitu saja, bahkan tak luput karangan kitab – kitab Salafy dengan Judul – judul yang dibuat mirip dengan kitab – kitab ulama Syafi’iyyah.
📖Kajian Aqidah Ahlus Sunnah
✍️Pencatutan nama Imam Syafi’i ini menjadi hal yang penting demi melancarkan strategi mereka dalam menyebar luaskan pahaman Salafy kedalam ajaran Imam Syaf’ii, Perubahan makna, maksud & tujuan dari qoul Imam Syafi’i dan para ulama pun telah sama – sama kita ketahui, fakta yang ada yaitu pemotongan & pemenggalan qoul – qoul Imam Syafii & Syafi’iyyah sehingga sesuai dengan ajaran Salafy.
✍️Termasuk pula penggunaan kata – kata Ahlus sunnah Waljama’ah, memang menjadi daya tarik para pengikut Aswaja.
✍️Tetapi dapat kita terka kembali bahwa seluruh ajarannya justru bertentangan dengan Ahlus sunnah Wal jama’ah.
✍️Pencatutan nama Imam Syafi'i demi melegalkan konsep TriTauhid Salafy-Wahabi
Komentar
Posting Komentar