SISI PERSAMAAN KELOMPOK SYIAH DENGAN KELOMPOK ANTI TAQLID MADZHAB

SISI PERSAMAAN KELOMPOK SYIAH DENGAN KELOMPOK ANTI TAQLID MADZHAB


Baik Syiah maupun kelompok anti taqlid madzhab sebenarnya ada sisi kesamaan dalam berargumentasi atau berhujjah, yaitu sama-sama menolak otoritas jumhur sebagai pertanda kebenaran. Artinya, menurut mereka, mayoritas bukan berarti sebuah jaminan atau kepastian kebenaran beragama.

Alasan kedua kelompok tersebut untuk membenarkan ajaran dan keyakinanya adalah menggunakan hujjah sebagai berikut.

Pertama:

ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﻄِﻊْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﻳُﻀِﻠُّﻮﻙَ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻳَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻭَﺇِﻥْ ﻫُﻢْ ﺇِﻻ ﻳَﺨْﺮُﺻُﻮﻥَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”. (QS. Al An’am: 116)

Kedua:

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻟَﻮْ ﺣَﺮَﺻْﺖَ ﺑِﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS. Yusuf: 102)

Dengan dua ayat ini mereka mencoba membenarkan eksistensi mereka yang minoritas dan bahwa mayoritas belum tentu benar. Bahkan, mereka memvonis sesat mayoritas muslimin (ahlussunnah wal jama’ah atau ulama yang bertaqlid mengikuti madzhab empat)

Perbedaan antara kedua kelompok tersebut adalah bahwa Syiah mengkritik dan menolak hadits-hadits yang menitahkan supaya muslimin mengikuti kelompok besar (jama’ah) sementara kelompok anti taqlid salah dalam memahami dalil atau mungkin mencoba mengkaburkan dalil agama.

Kesalahannya adalah kedua ayat di atas konteksnya untuk keseluruhan penduduk bumi, bahwa memang jumlah orang-orang yang beriman lebih kecil daripada manusia yang kufur kepada Allah. Sementara hadits jama’ah konteksnya untuk golongan muslimin saja, yaitu ikutilah kelompok besar dalam tubuh Islam yang memang faktanya Islam telah terpecah-pecah menjadi beberapa golongan.

Hadits perintah mengikuti kelompok besar yang mendekati mutawatir ma’nan salah satu diantaranya adalah:

عليكم بالجماعة واياكم والفرقة

“Ikutilah jama’ah (kelompok besar) dan jauhi perselisihan” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hasil dari perbandingan dua buku, yaitu buku tulisan salah satu Syiah Malaysia yang berjudul Meniti Titian Kebenaran dan kitab al-La Madzhabiyyah Akhtharu Bid’atin Tuhaddidu asy-Syari’ah karya Syaikh Syahid Muhammad Romadhan al-Buthi (saat menjawab hujjah dua ayat di atas yang dibawakan Syaikh Nashiruddin al-Albani).

Source: Ust. Hidayat Nur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad