4️⃣. Bantahan Ahlussunah terhadap keyakinan Tasybih
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐๐ค๐ข๐๐๐ก :
☪️*๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐*
Bagian 4️⃣
4️⃣. ☮️Bantahan Ahlussunah terhadap keyakinan Tasybih
๐ณAl Imam Abu Hanifah semoga Allah meridlainya berkata :
✒️“Barangsiapa yang mengatakan saya tidak tahu apakah Allah berada di langit ataukah berada di bumi maka dia telah kafir”.
๐(diriwayatkan oleh al Maturidi dan lainnya).
๐ณAl Imam Syekh al ‘Izz ibn ‘Abd as-Salam asy-Syafi’i
๐Dalam kitabnya “Hall ar-RumuZ” menjelaskan
๐
Maksud Imam Abu Hanifah, beliau mengatakan :
✒️“Karena perkataan ini memberikan persangkaan bahwa Allah bertempat, dan barang siapa yang menyangka bahwa Allah bertempat maka ia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya)”.
✍️Demikian juga dijelaskan maksud Imam Abu Hanifah ini oleh al Bayadli al Hanafi dalam Isyarat alMaram.
๐ณAl Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (W. 597 H)
๐Mengatakan dalam kitabnya Dafu Syubah at-Tasybih :
✒️“Sesungguhnya orang yang mensifati Allah dengan tempat dan arah maka ia adalah Musyabbih (orangyang menyerupakan Allah dengan Makhluk-Nya) dan Mujassim (orang yang myakini bahwa Allah adalahjisim: benda) yang tidak mengetahui sifat Allah”.
๐ณAl Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani (W. 852 H)
๐Dalam Fath al Bari Syarh Shahih al Bukhari mengatakan :
✒️“Sesungguhnya kaum Musyabbihah dan Mujassimah adalah mereka yang mensifati Allah dengan tempat padahal Allah maha suci dari tempat”.
๐Di dalam kitab alFatawa alHindiyyah, cetakan Dar Shadir, jilid II, h. 259 tertulis sebagai berikut:
✒️“Adalah kafir orang yang menetapkan tempat bagi Allah ta’ala “.
๐Juga dalam kitab Kifayah al Akhyar
๐ณKarya al Imam Taqiyyuddin al Hushni (W. 829 H), Jilid II, h. 202, Cetakan Dar al Fikr, tertulis sebagai berikut :
✒️“… hanya saja an-Nawawi menyatakan dalam bab Shifat ash-Shalat dari kitab Syarh al Muhadzdzab bahwa Mujassimah adalah kafir,
๐ณSaya (al Hushni) berkata:
✒️“Inilah kebenaran yang tidak dibenarkan selainnya, karena tajsim (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan meyakini bahwa Allah adalah jisim -benda-) jelas menyalahi al Qur’an.
๐คฒSemoga Allah memerangi golongan Mujassimah dan Mu’aththilah (golongan yang menafikan sifat-sifat Allah), alangkah beraninya mereka menentang
☪️Allah yang berfirman tentang Dzat-Nya (Q.S. asy-Syura : 11) :
✒️“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk¬Nya dan Dia disifati dengan sifat pendengaran dan penglihatan yang tidak menyerupai pendengaran dan penglihatan makhluk-Nya”.
๐Ayat ini jelas membantah kedua golongan tersebut”.
☪️Imam Abu Hanifah Mensucikan Allah dari Arah
๐ณAl Imam Abu Hanifah semoga Allah meridlainya
๐Dalam kitabnya al Washiyyah berkata yang maknanya:
✒️“Bahwa penduduk surga melihat Allah ta’ala adalah perkara yang haqq (pasti terjadi) tanpa (Allah) disifati dengan sifat-sifat benda, tanpa menyerupai makhluk-Nya dan tanpa (Allah) berada di suatu arah”
๐
Ini adalah penegasan al Imam Abu Hanifah -semoga Allah meridlainya- bahwa beliau menafikan arah dari Allah ta’ala dan ini menjelaskan kepada kita bahwa ulama salaf mensucikan Allah dari tempat dan arah.
☪️Imam Malik Mensucikan Allah dari sifat duduk, bersemayam atau semacamnya
๐ณAl Imam Malik semoga Allah meridlainya berkata:
✒️“Ar-Rahman ‘ala al ‘Arsy istawa sebagaimana Allah mensifati Dzat (hakekat)-Nya dan tidak boleh dikatakan bagaimana, dan kayfa (sifat-sifat makhluk) adalah mustahil bagi-Nya”
๐(Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma’ Wa ash-Shifat).”
๐
Maksud perkataan al Imam Malik tersebut, bahwa Allah maha suci dari semua sifat benda seperti duduk, bersemayam, berada di suatu tempat dan arah dan sebagainya.
❎Sedangkan riwayat yang mengatakan wa al Kayf Majhul adalah tidak benar dan Al Imam Malik tidak pernah mengatakannya.
✍️Sumber :
๐Buku “Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah” yang diterbitkan Lembaga LITBANG Syabab Ahlussunnah Wal Jama’ah (SYAHAMAH) 2003.
Bersambung...
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar