☮️IMAM MADZHAB :๐ณIMAM ABU HANIFAH
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐ ๐ฎ๐ฑ๐๐ต๐ฎ๐ฏ :
☮️*๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐*
☮️IMAM MADZHAB :
๐ณIMAM ABU HANIFAH R.A
๐ณNu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab: ุงููุนู
ุงู ุจู ุซุงุจุช),
✍️Lebih dikenal dengan nama Abลซ แธคanฤซfah, (bahasa Arab: ุจู ุญูููุฉ)
๐คฑLahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M.
๐Meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M)
✍️Merupakan pendiri dari Madzhab Yurisprudensi Islam Hanafi.
๐ณAbu Hanifah juga merupakan seorang Tabi’in, generasi setelah Sahabat nabi,
✍️Karena dia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat bernama:
๐
Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat lainnya.
๐ณImam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti:
๐ณMalik bin Anas,
๐ณImam Syafi’i,
๐ณAbu Dawud,
๐ณImam Bukhari.
1️⃣. ๐Menuntut Ilmu
๐ณAbu Hanifah kecil sering mendampingi ayahnya berdagang sutra.
✍️Namun, tidak seperti pedagang lainnya,
๐Abu Hanifah memiliki kebiasaan pergi ke Masjid Kufah.
๐Karena kecerdasannya yang gemilang, ia mampu menghafal Al-Qur’an serta ribuan hadits.
⚖️Sebagaimana putra seorang pedagang, Abu Hanifah pun kemudian berprofesi seperti bapaknya. Ia mendapat banyak keuntungan dari profesi ini. Di sisi lain ia memiliki wawasan yang sangat luas, kecerdasan yang luar biasa, serta hafalan yang sangat kuat. Beberapa ulama dapat menangkap fenomena ini, sehingga mereka menganjurkannya untuk pergi berguru kepada ulama seperti ia pergi ke pasar setiap hari.
๐Pada masa Abu Hanifah menuntut ilmu,
Iraq termasuk Kufah disibukkan dengan tiga halaqah keilmuan :
1️⃣Pertama,
Halaqah yang membahas pokok-pokok aqidah.
2️⃣Kedua,
Halaqah yang membahas tentang Hadits Rasulullah metode dan proses pengumpulannya dari berbagai negara, serta pembahasan dari perawi dan kemungkinan diterima atau tidaknya pribadi dan riwayat mereka.
3️⃣Ketiga,
Halaqah yang membahas masalah fikih dari Al-Qur’an dan Hadits, termasuk membahas fatawa untuk menjawab masalah-masalah baru yang muncul saat itu, yang belum pernah muncul sebelumnya.
๐ณAbu Hanifah melibatkan diri dalam dialog tentang ilmu :
☑️Kalam,
☑️Tauhid
☑️Dan metafisika.
Menghadiri kajian hadits dan periwayatannya, sehingga ia mempunyai andil besar dalam bidang ini.
๐ณSetelah Abu Hanifah menjelajahi bidang-bidang keilmuan secara mendalam,
✍️Ia memilih bidang fikih sebagai konsentrasi kajian.
✍️Ia mulai mempelajari berbagai permasalahan fikih dengan cara berguru kepada salah satu Syaikh ternama di Kufah,
✍️Ia terus menimba ilmu darinya hingga selesai.
✍️Sementara Kufah saat itu menjadi tempat domisili bagi ulama fikih Iraq.
๐ณAbu Hanifah sangat antusias dalam menghadiri dan menyertai gurunya, hanya saja ia terkenal sebagai murid yang banyak bertanya dan berdebat, serta bersikeras mempertahankan pendapatnya, terkadang menjadikan syaikh kesal padanya, namun karena kecintaannya pada sang murid, ia selalu mencari tahu tentang kondisi perkembangannya. Dari informasi yang ia peroleh, akhirnya sang syaikh tahu bahwa ia selalu bangun malam, menghidupkannya dengan salat dan tilawah Al-Qur’an. Karena banyaknya informasi yang ia dengar maka syaikh menamakannya Al-Watad.
๐ณSelama 18 tahun, Abu Hanifah berguru kepada Syaikh Hammad bin Abu Sulaiman, saat itu ia masih 22 tahun. Karena dianggap telah cukup, ia mencari waktu yang tepat untuk bisa mandiri, namun setiap kali mencoba lepas dari gurunya, ia merasakan bahwa ia masih membutuhkannya.
2️⃣. ๐ณMenjadi Ulama
๐️Kabar buruk terhembus dari Basrah untuk Syaikh Hammad, seorang keluarga dekatnya telah wafat, sementara ia menjadi salah satu ahli warisnya.
๐ณKetika ia memutuskan untuk pergi ke Basrah ia meminta Abu Hanifah untuk menggantikan posisinya sebagai pengajar, pemberi fatawa dan pengarah dialog.
๐ณSaat Abu Hanifah mengantikan posisi Syaikh Hammad, ia dihujani oleh pertanyaan yang sangat banyak, sebagian belum pernah ia dengar sebelumnya, maka sebagian ia jawab dan sebagian yang lain ia tangguhkan. ๐ณKetika Syaikh Hammad datang dari Basrah ia segera mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang tidak kurang dari 60 pertanyaan, 40 diantaranya sama dengan jawaban Abu Hanifah, dan berbeda pendapat dalam 20 jawaban.
✍️Dari peristiwa ini ia merasa bahwa masih banyak kekurangan yang ia rasakan, maka ia memutuskan untuk menunggu sang guru di halaqah ilmu, sehingga ia dapat mengoreksikan kepadanya ilmu yang telah ia dapatkan, serta mempelajari yang belum ia ketahui.
✍️Ketika umurnya menginjak usia 40 tahun,
๐Gurunya Syaikh Hammad telah wafat, maka ia segera menggantikan gurunya.
๐ณAbu Hanifah tak hanya mengambil ilmu dari Syaikh Hammad, tetapi juga banyak ulama selama perjalanan ke Makkah dan Madinah, diantaranya :
๐ณMalik bin Anas,
๐ณZaid bin Ali
๐ณDan Ja’far ash-Shadiq
Yang mempunyai konsen besar terhadap masalah fikih dan hadits.
3️⃣. ⛔๐Penolakan Sebagai Hakim
๐Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur berkata kepada menterinya,
✒️“Aku sedang membutuhkan seorang hakim yang bisa menegakkan keadilan di negara kita ini, dengan kualifikasi dia tidak takut kepada siapapun dalam menegakkan kebenaran, paling memahami Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Menurutmu siapa yang layak menduduki posisi ini?”,
๐Lalu sang menteri menjawab,
✒️“Sejauh pengetahuan saya, ulama yang paling tepat menduduki jabatan ini adalah Abu Hanifah An-Nu’man, betapa bahagianya kita jika ia menerima tawaran sebagai hakim ini!”,
๐tanya Khalifah lagi,
✒️“Apa mungkin seseorang bisa menolak jika kita yang memintanya?”
✒️“Sejauh yang kami tahu, dia tidak pernah tunduk kepada permintaan siapapun, tampaknya dia tidak suka menduduki posisi sebagai hakim, maka utuslah seseorang utusan mudah-mudahan hatinya terbuka, dan menerima tawaran ini.”
๐Khalifah kemudian mengutus seorang utusan memintanya untuk menghadap seraya menawarkan posisi sebagai hakim.
๐ณAbu Hanifah menjawab,
✒️“Aku akan istikharah terlebih dahulu, salat 2 rakaat meminta petunjuk kepada Allah, jika hatiku dibuka maka akan aku terima, jika tidak maka masih banyak ahli fikih lain yang bisa dipilih salah satu daintara mereka oleh Amirul Mukminin.”
⏰Waktu terus berjalan, ternyata Abu Hanifah tak kunjung menghadap Khalifah,
๐Maka ia mengutus seorang utusan memintanya menghadap,
๐ณAbu Hanifah kemudian pergi menghadap namun ia beritikad
⛔๐Untuk menolak jabatan hakim yang ditawarkan kepadanya.
๐Ternyata Khalifah tidak menyerah begitu saja, ia bersumpah agar Abu Hanifah menerima jabatan sebagai hakim yang ditawarkan,
๐ณ⛔Akan tetapi Abu Hanifah tetap menolaknya, seraya berkata,
✒️“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku tak pantas untuk menduduki jabatan hakim,”
๐Lalu Khalifah malah menjawab,
✒️“Engkau dusta!”
๐ณSehingga Abu Hanifah pun berkata, ✒️“Sekiranya Anda telah menghukumi saya sebagai pembohong,
๐
Maka sesungguhnya para pembohong tak layak menjadi hakim.
⛔Dan sebaiknya Anda jangan mengangkat rakyat Anda yang tidak memenuhi kualifikasi untuk menduduki jabatan yang strategis ini.
✒️Wahai Amirul Mukminin, takutlah kepada Allah, dan jangan Anda delegasikan amanah kecuali kepada mereka yang takut kepada Allah, jika saya tidak mendapat jaminan keridhaan, bagaimana saya akan mendapat jaminan terhindar dari murka?”.
๐Khalifah lalu memerintahkan mencambuknya seratus cambukan, lalu dijebloskannya ke penjara.
๐ฉ️Selang beberapa hari,
๐Khalifah mendapat teguran dari seorang kerabatnya,
✒️“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Anda telah mencambuk diri Anda dengan seratus ribu pukulan pedang.”
๐Maka khalifah segera memerintahkan untuk
๐ธMembayar 30.000 dirham (sekitar Rp.2,1 miliar) kepada Abu Hanifah sebagai ganti atas yang telah dideritanya,
๐ Lalu membebaskannya dan mengembalikan ke rumahnya.
๐ธ⛔Ternyata setelah harta tersebut diberikan, ia menolaknya.
๐Maka khalifah memerintahkan untuk menjebloskan kembali ke penjara.
๐
๐Hanya saja para menteri mengusulkan bahwa
๐ณAbu Hanifah segera dibebaskan dan
๐ Cukup diberi dengan penjara rumah,
⛔Serta melarangnya untuk duduk bersama masyarakat atau keluar dari rumah.
4️⃣. ๐Akhir Hayat
๐ Selang beberapa hari setelah mendapatkan tahanan rumah,
๐Ia terkena penyakit, semakin lama semakin parah.
๐ขAkhirnya ia wafat pada usia 68 tahun.
๐บBerita kematiannya segera menyebar,
๐Ketika Khalifah mendengar berita itu,
๐ขIa berkata,
✒️“Siapa yang bisa memaafkanku darimu hidup maupun mati?”
๐ณSalah seorang ulama Kufah berkata,
✒️“Cahaya keilmuan telah dimatikan dari kota Kufah, sungguh mereka tidak pernah melihat ulama sekaliber dia selamanya.”
๐ณYang lain berkata,
✒️“Kini mufti dan fakih Irak telah tiada.”
๐Jasadnya dikeluarkan dipanggul di atas punggung kelima muridnya, hingga sampai tempat pemandian,
Ia dimandikan oleh :
๐ณAl-Hasan bin Imarah,
Sementara :
๐ณAl-Harawi yang menyiramkan air ke tubuhnya.
๐Ia disalatkan lebih dari 50.000 orang.
Dalam enam kali putaran yang ditutup dengan salat oleh anaknya :
๐ณHammad.
๐ขIa tak dapat dikuburkan kecuali setelah salat Ashar karena sesak, dan banyak tangisan. Ia berwasiat agar jasadnya dikuburkan di Kuburan Al-Khairazan, karena merupakan tanah kubur yang baik dan bukan tanah curian.
5️⃣. ๐Pujian Ulama
1. ๐ณImam Malik
✒️“Subhanallah, Saya belum pernah melihat sosok seperti dia, Demi Allah, jika Abu Hanifah berpendapat bahwa sebuah alat terbuat dari emas, maka pasti ia sanggup mempertengahkan kebenaran atas perkataannya itu.”
2. ๐ณImam Syafi’i
✒️“Barangsiapa ingin memperdalam fikih, maka hendaklah menjadi anak asuh bagi Abu Hanifah, Abu Hanifah merupakan orang yang diberi taufik oleh Allah dalam bidang fikih.”
✒️“Barangsiapa belum membaca buku-buku Abu Hanifah, maka ia belum memperdalam ilmu, juga belum belajar fikih.”
3. ๐ณImam Ahmad bin Hambal
✒️“Subhanallah, ia berada dalam posisi keilmuan, wara’ dan zuhud, mementingkan akhirat, yang tidak dilihat oleh seorangpun.”
4. ๐ณIbnu Juraij
✒️“Aku mendengar bahwa an-Nu’man (julukan Abu Hanifah) orang yang paling wara’, menjaga agama dengan ilmunya, tidak mengedepankan pecinta dunia diatas pecinta akhirat, saya berkeyakinan bahwa dalam dunia keilmuan dia akan memiliki prestasi yang menakjubkan.”
5. ๐ณImam Fudhail bin Iyadh
✒️“Abu Hanifah merupakan pribadi fakih yang terkenal dengan kefakihannya, kekayaan yang cukup luas, terkenal dengan kebaikan terhadap setiap orang yang mengganggunya, sangat sabar dalam menuntut ilmu baik siang maupun malam, selalu diam, sedikit berbicara hingga datang kepadanya masalah-masalah halal dan haram, sangat cermat dalam menunjukkan kebenaran, selalu lari dari harta penguasa.”
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar