1️⃣. Allah Ada Tanpa Tempat dan Arah

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿ“–*๐€๐ค๐ข๐๐š๐ก :
☪️*๐€๐‹๐‹๐€๐‡ ๐€๐ƒ๐€ ๐“๐€๐๐๐€ ๐“๐„๐Œ๐๐€๐“ ๐ƒ๐€๐ ๐€๐‘๐€๐‡*
Bagian 1️⃣

1️⃣. ☪️Allah Ada Tanpa Tempat dan Arah

☪️Allah ta’ala berfirman:
✒️“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya”.
๐Ÿ“š(Q.S. as-Syura: 11)

✍️Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya.
๐Ÿ‘ณUlama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagi atas dua bagian;
Yaitu:๐Ÿ‘‡
✔️Benda dan sifat benda.
✍️Kemudian benda terbagi menjadi dua,
Yaitu:๐Ÿ‘‡
✔️Benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al Jawhar al Fard),
✔️Dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jisim).
๐Ÿ‘‡
Benda yang terakhir ini terbagi menjadi dua macam;
✔️Benda Lathif.
Sesuatu yang tidak dapat dipegang oleh tangan,seperti :
✨Cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
✔️Benda Katsif.
Sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan seperti :
๐ŸคนManusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.

✍️Adapun sifat-sifat benda adalah seperti :
๐ŸƒBergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya.
๐Ÿ‘†
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah ta’ala tidak menyerupai makhluk-Nya,
✔️Bukan merupakan al Jawhar al Fard,
✔️Juga bukan benda Lathif atau benda Katsif.
⛔Dan Dia tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda.
๐Ÿ‘‡Ayat tersebut cukup untuk dijadikan sebagai dalil bahwa :
☪️ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH. 

✍️Karena seandainya Allah mempunyai tempat dan arah, maka akan banyak yang serupa dengan-Nya.
✍️Karena dengan demikian berarti ia memiliki dimensi (panjang, lebar dan kedalaman).
✍️Sedangkan sesuatu yang demikian, maka ia adalah makhluk yang membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam dimensi tersebut.

☪️Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda:
✒️“Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain¬Nya”.
๐Ÿ“š(H.R. al Bukhari, al Bayhaqi dan Ibn al Jarud).

✍️Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya.
✍️Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘Arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah.
✍️Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).

๐Ÿ‘ณAl Imam Abu Hanifah dalam kitabnya al Fiqh al Absath berkata:
✒️“Allah ta’ala ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, Dia ada sebelum menciptakan makhluk, Dia ada dan belum ada tempat, makhluk dan sesuatu dan Dia pencipta segala sesuatu”.

๐Ÿ‘ณAl Imam Fakhruddin ibn ‘Asakir (W. 620 H) dalam risalah aqidahnya mengatakan :
✒️“Allah ada sebelum ciptaan, tidak ada bagi¬Nya sebelum dan sesudah, atas dan bawah, kanan dan kiri, depan dan belakang, keseluruhan dan bagian-bagian, tidak boleh dikatakan “Kapan ada-Nya ?”, “Di mana Dia ?” atau “Bagaimana Dia ?”, Dia ada tanpa tempat”.

✍️Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah.

๐Ÿ‘ณAl Imam al Bayhaqi (W. 458 H) dalam
๐Ÿ“šKitabnya al Asma wa ash- Shifat, hlm. 506, mengatakan:
✒️“Sebagian sahabat kami dalam menafikan tempat bagi Allah mengambil dalil dari
☪️Sabda Rasulullah shalllallahu ‘alayhi wa sallam:
✒️“Engkau azh-Zhahir (yang segala sesuatu menunjukkan akan ada-Nya), tidak ada sesuatu di atas-Mu dan Engkaulah al Bathin (yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu di bawah¬Mu”
๐Ÿ“š(H.R. Muslim dan lainnya).
Jika tidak ada sesuatu di atas-Nya dan tidak ada sesuatu di bawah-Nya berarti Dia tidak bertempat”.

๐Ÿ“–Hadits Jariyah

⛔Sedangkan salah satu riwayat hadits Jariyah yang zhahirnya memberi persangkaan bahwa Allah ada di langit, maka hadits tersebut tidak boleh diambil secara zhahirnya,
๐Ÿ‘‡
Tetapi harus ditakwil dengan makna yang sesuai dengan sifat-sifat Allah, jadi maknanya adalah Dzat yang sangat tinggi derajat-Nya sebagaimana dikatakan oleh ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah, di antaranya adalah al Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

✍️Sementara riwayat hadits Jariyah yang maknanya shahih adalah:
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณAl Imam Malik dan al Imam Ahmad meriwayatkan :
๐Ÿ‘ณBahwasanya salah seorang sahabat Anshar datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam dengan membawa seorang hamba sahaya berkulit hitam, dan berkata:
✒️“Wahai Rasulullah sesungguhnya saya mempunyai kewajiban memerdekakan seorang hamba sahaya yang mukmin, jika engkau menyatakan bahwa hamba sahaya ini mukminah maka aku akan memerdekakannya,
☪️Kemudian Rasulullah berkata kepadanya:
✒️Apakah engkau bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?
๐Ÿ‘จ‍๐ŸฆฒIa (budak) menjawab:
✒️“Ya”,
☪️Rasulullah berkata kepadanya:
✒️Apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah Rasul (utusan) Allah?
๐Ÿ‘จ‍๐ŸฆฒIa menjawab:
✒️“Ya”,
☪️Kemudian Rasulullah berkata: ✒️Apakah engkau beriman terhadap hari kebangkitan setelah kematian?
๐Ÿ‘จ‍๐Ÿฆฒia menjawab :
✒️“Ya”,
☪️Kemudian Rasulullah berkata: ✒️Merdekakanlah dia”.

๐Ÿ‘ณAl Hafizh al Haytsami (W. 807 H)
๐Ÿ“šDalam kitabnya Majma’ al- Zawaid Juz I, hal. 23 mengatakan:
✒️“Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi shahih”.
๐Ÿ“–Riwayat inilah yang sesuai dengan prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam, karena di antara dasar-dasar Islam bahwa orang yang hendak masuk Islam maka ia harus mengucapkan dua kalimat syahadat, bukan yang lain.

๐Ÿ‘‡Sumber :
๐Ÿ“šBuku “Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah” yang diterbitkan Lembaga LITBANG Syabab Ahlussunnah Wal Jama’ah (SYAHAMAH) 2003.

Bersambung.....

๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad