Penjelasan Habib Luthfi Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun.
Penjelasan Habib Luthfi Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun.
FENOMENA jasad muslim tetap utuh meski dikubur bertahun-tahun tanpa membusuk, ada penjelasannya.
Seperti pernah dialami Syekh Nawawi Al-Bantani, saat pemerintah Arab Saudi akan memindahkan kuburannya, ternyata jasadnya masih utuh.
Walau telah dikubur selama bertahun-tahun, jasad muslim tetap utuh tanpa tergores ataupun membusuk di dalam tanah.
Hal tersebut diungkapkan Habib Luthfi Bin Yahya karena sejumlah alasan.
Alasan mengapa jasad bisa utuh walau telah dikubur selama bertahun-tahun disampaikan Habib Luthfi lewat postingan akun instagram resmi Nahdlatul Ulama (NU), @nahdlatululama; pada Selasa (29/10/2019).
Dalam rekaman suara, Habib Luthfi menjelaskan Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan shalawat Kepada nabi.
Dijelaskannya, banyak orang yang tidak dapat menghapal Alquran tetapi diketahui jasadnya tidak rusak walau telah dikubur selama bertahun-tahun.
"Tidak hafal Quran itu banyak, tetapi di dalam kubur (jasadnya) masih utuh. ternyata apa? orang itu min ahli sholawat 'alan Nabi shalallahualaihi wa salam," jelasnya
Hal tersebut dipaparkannya sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni; 'Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali, dan barang siapa yang bershalawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya 100 kali,
Dan barang siapa yang bershalawat kepadaku 100 kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya 1000 kali, dan barang siapa yang bershalawat kepadaku 1000 kali, maka Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka'.
"Nabi bersabda seperti ini, 'siapa membaca shalawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah Ta'alla akan memberikan 10 (rahmat). Siapa membacca shalawat padaku sepuluh kali, Allah Ta'alla memberikan 100 (rahmat). Siapa membaca shalawat padaku 100 kali, Allah Ta'alla akan memberi rahmat 1.000. Siapa membaca shalawat padaku 1.000 kali, haram jasadnya masuk neraka," ungkap Habib Luthfi.
"Nah alam kubur ini belum apa-apa dibandingkan dengan neraka, jadi jika di dalam kuburnya masih utuh ya tidak mustahil orang itu min ahli shalawat kepada kanjeng nabi shalallahualaihi wa salam," tegasnya.
Inspirasi
Dalam status, kisah menginspirasi juga disampaikan oleh Habib Luthfi, seperti cerita seorang wanita tua renta penyapu masjid.
Nenek yang tak pernah diketahui asal-usulnya sering terlihat menyapu masjid setiap pagi.
Hingga suatu ketika, para jamaah masjid merasa kasihan terhadap nenek tersebut dan sepakat untuk menyapu bersih pekarangan masjid sebelum nenek itu tiba.
Singkat cerita, nenek itu, seperti biasanya, tiba di masjid dan menemukan pekarangan telah bersih.
Mengejutkan, ia bukan bahagia.
Sebaliknya, ia menangis tersedu-sedu, tangisannya menyayat hati dan membuat para jamaah bertanya kepada sang nenek yang terus bungkam.
Hingga ajal menjemput, rahasia nenek yang menangis ketika melihat pekarangan masjid bersih pun terkuak.
Alasannya sang nenek sedih ketika mendapati pekarangan masjid telah bersih dari daun-daun
. Sebab, setiap ia memunguti helai demi helai daun, di saat itu pula ia bershalawat kepada Nabi Muhammad SaW.
"Ada banyak contoh seperti layaknya nenek itu di sekitar kita. Individu-individu yang tak mengerti dan paham mengenai dalil-dalil shahih Al quran dan Hadis mengenai cinta terhadap Nabi SAW. Namun, mereka mewujudkan kecintaannya dengan cara mereka sendiri, bagi nenek tua pada kisah di atas, bershalawat kepada Nabi adalah bentuk terbaik mewujudkan cinta kepada Nabi SAW," tulisnya.
Potingan tersebut pun ditanggapi postif warga net. Walau terdapat beberapa yang bertanya tentang kebenaran Sunnah yang disampaikan, sebagain besar warga net justru menuliskan shalawat Nabi Muhammad SAW dalam kolom komentar.
Komentar
Posting Komentar