๐ณ๐MENGENAL ASY'ARIAH
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ณ๐MENGENAL ASY'ARIAH
๐คSementara pihak dari umat Islam masih ada yang belum mengerti, siapa Asy’ariyah itu, bagaimana jati dirinya, apa persepsi dan konsepsinya dalam aspek akidah.
๐งIronisnya, sebagian mereka telah ada yang membangsakannya sebagai golongan yang keluar dari agama atau menuduh menyeleweng atas ijtihad mereka mengenai sifat-sifat Allah.
๐ฟKejahilan terhadap madzhab Asy’ariyah inilah yang menyebabkan paham Ahlus Sunnah tercabik-cabik, persatuan mereka dikoyak-koyak. Malah ada yang mensinyalir, termasuk golongan rusak dan sesat. Saya sendiri tidak mengerti, mengapa mereka samakan antara ahli iman dan puak sesat? Mengapa mereka persamakan antara Ahlus Sunnah dan ekstrimis Muktazilah yang similar dengan paham Jahmiyah.
๐ณKetahuilah bahwa Asy’ariyah adalah paham yang diprakarsai oleh ulama, yang ilmu-ilmu mereka tersebar ke Timur dan Barat.
Banyak sekali umat yang telah memperoleh keutamaan mereka, baik dalam bidang agama atau ilmu-ilmu yang lain.๐
Mereka terdiri dari para pembesar serta para figur yang mendobrak kesesatan dan penyelewengan Muktazilah.
๐งMereka itu juga yang telah disinyalir oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan kalimat:
๐Ulama adalah pembela ilmu agama,
๐Asy’ariyah adalah penyelamat pokok-pokok agama (Al-Fatawa juz IV).
☮️Malah kebanyakan mereka terdiri dari para ahli hadits, fuqoha’ atau mufassirin,
๐ณTermasuk Imamul Islam Ahmad bin Hajar Al-‘Asqalaniy, selaku guru ulama ahli hadits,
๐Penulis kitab Fathul Bariy ‘ala Syarhil Bukhariy.
☮️Beliau bermadzhab Asy’ariyah, di mana pada kenyataannya seluruh ulama tidak bisa terlepas dari kitab itu.
✍️Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sekelumit tentang Asy’ariyah,
๐ณGolongan yang dikatakan oleh Habib Abdullah al-Hadad dalam bait syairnya:
๐“ Jadilah seorang Asyari dalam akidahmu sebab itulah jalan yang bersih dari kesesatan dan kekufuran”
✍️Sebutan Asy’ariyah diperuntukan bagi mereka yang mengikuti jalan
๐ณAbul Hasan Asyari seorang keturunan
๐ณSahabat mulia Abu Musa al-Asyari dalam masalah akidah.
✍️Mengikuti disini bukan dalam artian taklid yakni mengikuti tanpa mengetahui dalil, sebab taklid dalam masalah akidah adalah terlarang.
✍️Namun mengikuti dalam artian menapaki petunjuknya dan dalil-dalil yang dibawakannya.
๐ณImam Ali bin Ismail al-Asyari lahir pada tahun 260 H,
✍️Pada mulanya beliau menganut faham Muktazilah dalam asuhan Ajuba’i selama 40 tahun dan sempat menjadi tokoh penting madzhab tersebut.
๐ณBeliau mendapati banyak kerancuan dalam akidah Muktazilah, berdialog dengan para gurunya namun tidak mendapatkan jawaban memuaskan.
☪️Begitulah keadaannya sampai Allah menunjukan jalan kebenaran.
๐ณSetelah itu, ia keluar menuju masjid jami, menaiki mimbar dan mengumumkan taubatnya dari faham Muktazilah menuju faham para salaf dan sahabat yang kelak dikenal dengan
๐Ahlus Sunnah wal Jamaah.
๐ณIbnu Khalikan dalam Wafiyatul A`yan mengatakan,
๐“Abul Hasan mulanya menganut Muktazilah kemudian taubat dari pendapat seputar sifat Adil dan bahwa al-Quran adalah makhluk di masjid jami Bashroh pada hari Jumat.” Senada dengan itu yang dikatakan
๐ณOleh adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam Nubala.
๐ณPara ulama mengatakan bahwa ahlul bidah sebelum munculnya Imam Abu Hasan al-Asyari berani menegakan kepala namun setelah beliau nampak mereka bersembunyi.
๐ณPada dasarnya Abul Hasan Al-Asyari tidak membuat akidah baru, beliau hanya menegakan bendera bagi jalan para salaf sehingga bisa terlihat dan diikuti setelah sekian lama jalan itu samar tertutup golongan-golongan ahlul bidah terutama Muktazilah yang didukung oleh penguasa kala itu.
๐ณAl-Hafidz Abu Bakar al-Baihaqi menyatakan,
๐“Beliau (al-Asyari) tidak membuat hal baru maupun bidah dalam agama Allah.
๐Beliau hanya mengambil pendapat-pendapat para sahabat dan tabiin serta para imam setelahnya dalam masalah ushuludin (akidah) kemudian menguatkan pendapat-pendapat ini dengan penjelasan dan penerangan.”
๐ณImam Murtadho az-Zubaidi
๐Dalam Ithafus Sadah juga mengatakan hal serupa,
๐“Ketahuilah bahwa keduanya, yaitu Imam Abu Hasan dan Abi Mansur Al-Maturidi tidak membuat pemikiran baru atau madzhab baru.
๐Mereka hanya menetapkan madzhab salaf dan mendukung apa yang dilakukan sahabat Rasulullah SAW.
๐Keduanya menyanggah ahlu bidah sampai terputus dan berpaling kalah.”
✍️Inilah pula yang dikatakan oleh,
๐ณAsubki
๐Dalam Thobaqot-nya,
๐ณIbnu Asakir
๐Dalam Tanbih Kidzb al Muftari dan ulama lainya.
๐ณMereka menyatakan dengan tegas bahwa ajaran Asy’ari bukan ajaran baru, beliau hanya menyusun dan merumuskan ulang paham akidah salaf secara sistematis sehingga menjadi pedoman akidah Ahlus Sunnah.
✍️Maka tidak berlebihan jika Al-Baihaqi menyatakan bahwa jalan Al-Asyari adalah jalan para salaf seperti
๐Imam Abu Hanifah,
๐Imam Malik,
๐Imam Syafii,
๐Imam Ahmad bin Hanbal,
๐dan bahkan Imam Bukhari dan Muslim.
๐ณImam Asyari dan murid-muridnya dengan tekun mendakwahkan ajaran salaf tersebut dan memberantas bidah sampai ke akar-akarnya. Karena murninya ajaran ini maka bukan hal yang mengherankan apabila hampir semua ulama dan imam rujukan yang hidup setelah beliau menisbatkan diri sebagai pengikut ajarannya atau ajaran yang sesuai dengannya yakni Maturidi. Tidak ada satu fan ilmu syariat pun yang tokohnya bukan Asy’ari atau Maturidi.
๐Dalam ilmu Tafsir terdapat
๐Al-Qurtubi,
๐Ibnu Katsir,
๐Ibnu Athiyah,
๐Abu Hayan,
๐Ar-Razi,
๐Al-Baghawi,
๐As-Samarqandi,
๐An-Naisaburi,
๐Al-Alusi,
๐Al-Halabi,
๐Asy-Suyuthi,
๐Khatib Syarbini dan lainnya.
๐Dalam ilmu hadits terdapat
๐Ad-Daruqutni,
๐Abu Nuaim,
๐Al-Hakim,
๐Ibnu Hiban,
๐Al-Baihaqi,
๐Ibnu Asakir,
๐al-Baghdadi,
๐An-Nawawi,
๐Ibn Sholah,
๐Al-Kirmani,
๐Al-Mundziri,
๐Al-Ubi,
๐Ibnu Hajar al-Atsqalani,
๐As-sakhowi,
๐As-Suyuthi,
๐Al-Qastalani,
๐Al-Munawi dan lainnya.
๐ณImam Tajudin as-Subki
๐Dalam Thobaqot Kubro pernah berseloroh,
๐” Dan itu (Asyairoh) adalah madzhab ahli hadits sejak masa lampau sampai sekarang.”
๐ณHampir seluruh ulama madzhab yang empat menganut Asyairah.
๐ณImam Izudin bin Abdis Salam pernah mengatakan,
๐“Akidah Asyari adalah akidah yang berkumpul di dalamnya para pengikut Syafiiyah, Malikiyah, Hanafiyah dan tokoh-tokoh utama dalam Hanabilah.”
✍️Begitulah pula๐
Dalam ilmu lughoh, nahwu, bahasa arab, sejarah, dan semua ilmu syariat lain.
๐ณMayoritas tokoh rujukan dalam ilmu-ilmu tersebut adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah penganut Asy’ariyah atau Maturidiyah.
๐Betapa benar apa yang dikatakan oleh๐
๐ณAl Habib Abdullah bin Alwi al Hadad dalam kitab Nailul Marom:
๐”Ketahuilah bahwa madzhab Asy’ari dalam akidah adalah madzhab yang dianut oleh mayoritas umat Islam, baik ulamanya maupun orang umumnya. ๐Karena yang bernisbat kepadanya dan menapaki jalannya adalah para imam yang ahli dalam seluruh fan ilmu sepanjang masa.
๐Mereka adalah para imam dalam ilmu tauhid, ilmu kalam, ilmu tafsir, ilmu qiroah, ilmu fiqih, Ushul fiqih, hadits, dan fan-fannya, tasawuf, bahasa dan sejarah.”
๐Pada masa ini banyak yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah namun jika diteliti ternyata ajaran mereka sangat bertolak belakang dengan ajaran salaf.
๐Mereka mengaku Ahlus Sunnah, namun justru mencela bahkan menganggap Asy’ariyah sebagai madzhab yang sesat.
๐ณPadahal para ulama sejak dahulu mengatakan apabila disebut Ahlus Sunnah maka yang dimaksud adalah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
⛔Salah satu tokoh golongan menyimpang ini,
๐งSholeh Fauzan mengatakan
๐Dalam kitabnya al-Irsyad,
✍️“Yang mengingkari hal ini (sifat Allah) hanya ahlu bid`ah yaitu
๐Jahmiyah,
๐Muktazilah dan
๐Asy’ariyah
Yang sejalan dengan orang-orang musyrik Quraisy yang tidak mempercayai Ar Rahman dan mengingkari nama-nama Allah.”
๐Tuduhan ini dangkal dan tak perlu dibantah sebab justru Asy’ariyah-lah yang dahulu menyanggah para ahlu bidah penentang sifat yakni Muktazilah.
๐งIbnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa mengatakan :
✍️“Tiada keraguan bahwa pendapat Ibnu Kulab dan Asyari serta kaum yang sejalan dan menetapkan sifat berbeda dengan pendapat Jahmiyah dan Muktazilah.
✍️Justru mereka memiliki tulisan-tulisan dalam menentang Jahmiyah dan Muktazilah serta menjelaskan kesesatan penentang sifat, terkadang mereka mengkafirkan dan terkadang hanya menyesatkan.”
๐คJadi tuduhan bahwa Asy’ariyah adalah golongan penentang sifat adalah tuduhan tidak berdasar.
๐ณGolongan Asy’ariyah-lah yang giat menetapkan sifat sama` (Maha Mendengar), Bashor (Maha Melihat) dan sifat Allah lain yang dinafikan oleh aliran Muktazilah.
๐Sebenarnya alasan mereka menuduh Asy’ariyah sebagai golongan penentang sifat adalah karena๐
⛔Asy’ariyah menolak untuk menisbatkan makna dari sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah SWT Sedangkan mereka justru menisbatkan sifat-sifat itu kepada Allah SWT.
๐Di dalam al-Quran dan Hadits banyak disebut bahwa Allah berada di atas Arsy, turun ke bumi, tertawa atau menisbatkan tangan, wajah kepada Allah SWT.๐
Ayat dan hadits tersebut di kalangan ulama dikatakan sebagai ayat atau hadits mutasyabih atau ayat sifat yang jika difahami secara luarnya saja akan menjerumuskan kepada tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk).
๐Dalam memahami ayat dan hadits yang demikian, mereka yang tersesat menolak untuk mentakwil (memalingkan makna) dan memilih untuk menetapkan makna lafadz dzohirnya. Sehingga mereka mengatakan dzat Allah benar-benar berada di atas, dzat Allah benar-benar turun, Allah benar-benar memiliki tangan dalam arti sebenarnya, dan lainnya. Ini adalah pemahaman yang sangat keliru dan sesat. Sebab seluruh ulama sepakat bahwa Allah tidak dibatasi oleh tempat dan arah serta bukan berupa tubuh seperti makhuk-Nya.
๐Dalam al-Qur’an disebutkan :
َْููุณَ َูู
ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ ََُููู ุงูุณَّู
ِูุนُ ุงْูุจَุตِูุฑُ [ุงูุดูุฑู: 11 ]
✒️Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
๐(QS asy-Asuara: 11)
✍️Dalam menanggapi ayat tersebut para salaf terbagi menjadi dua golongan.
๐ณ๐Satu golongan menyerahkan sepenuhnya makna kepada Allah setelah mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk. Mereka percaya itu adalah firman Allah namun tidak tahu apa maknanya dan tidak membahasnya. Inilah golongan tafwidh, golongan mayoritas ulama salaf.
๐ณGolongan kedua mentakwil, memalingkan makna kepada makna majasnya yang sesuai dengan keagungan Allah, misalnya hadits mengenai Allah turun ke bumi diartikan bahwa yang turun adalah nikmatnya, Allah beristiwa di atas Arsy maksudnya Allah menguasai Arsy, tangan diartikan kekuasaan, wajah diartikan dzat dan seterusnya. Ini dinamakan golongan ahli takwil.
๐Kedua golongan ini adalah sama benar.
๐ณImam Zarkarsyi dalam kitabnya Al Burhan fi Ulumil Quran menyatakan,
๐“Manusia berselisih mengenai mutasyabihat yang berada dalam ayat dan hadits ke dalam tiga golongan:
1️⃣. Tidak ada jalan untuk takwil, ayat itu harus difahami secara dzohir dan tidak ditakwil sedikit pun. Merekalah golongan musyabihah (yang menyerupakan Allah dengan makhluk)
2️⃣. Ayat ini memiliki takwil (arti), namun kami tidak menakwilinya dan kami mensucikan Allah dari keserupaan.
Kami mengatakan,
๐“Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali Allah.”
Ini perkataan salaf
3️⃣. Ayat itu ditakwil dan mereka mentakwilnya dengan apa yang layak untuk Allah.
⛔Yang pertama adalah keliru
๐Dan yang kedua dan ketiga dinukilkan dari para sahabat.”
๐ณImam Nawawi
๐Dalam Syarah Muslim ketika mengomentari salah satu dari hadits tentang sifat mengatakan,
๐“Ini adalah hadits mengenai sifat. Dalam masalah ini terdapat dua pendapat yang terkenal di kalangan ulama.
1️⃣Pertama adalah madzhab salaf (tafwidh)
2️⃣Kedua (takwil) adalah madzhab mayoritas ahli kalam dan sekelompok ulama salaf,
๐ณTelah diceritakan dari Imam Malik dan Auzai bahwa keduanya mentakwil sesuai dengan yang layak dengan-Nya.”
๐Mayoritas Asy’ariyah memperbolehkan dua faham tersebut (tafwidh dan takwil) dalam memahami ayat mutasyabihat.
๐Dan memang inilah faham seluruh ulama Ahlus Sunnah.
๐ณIbnu Hajar al-Atsqolani menukilkan perkataan Ibnu Daqiil Id,
๐“Yang mensucikan Allah itu ada dua.
๐Golongan yang diam dan tidak mentakwil
๐dan golongan yang mentakwil.”
Jadi justru mereka yang mengartikan ayat mutasyabih secara dzohir adalah aliran yang menyimpang.
⚠️Maka, pada masa ini kita harus lebih berhati-hati dalam masalah akidah, ikutilah akidah yang benar yakni akidah para salaf dan sahabat yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh para ulama rujukan.
๐Mereka adalah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar