๐๐ณINI 5 SAHABAT & TABI’IN YANG LAKUKAN KREASI DALAM DOA & SHALAWAT
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐๐ณINI 5 SAHABAT & TABI’IN YANG LAKUKAN KREASI DALAM DOA & SHALAWAT
☪️Shalawat Allah atas Rasulullah bermakna curahan rahmat dan ampunan.
☪️Shalawat para malaikat artinya adalah permohonan ampun.
Demikian sebagian makna yang dinukil Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir atas surah al-Ahzab ayat 56.
☪️Adapun shalawat kita kepada Nabi juga berarti doa agar Allah Swt mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau.
๐คฒSebagai doa, maka redaksinya tidak harus selalu dari Rasulullah.
๐Kita bebas berkreasi dalam menyusun doa.
๐คฒNabi pun tidak melarang seseorang berdoa dengan susunan kata-katanya sendiri.
๐ณDiriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa
☪️Rasulullah Saw. pernah bertemu dengan
๐ณLaki-laki a’rabi (pedalaman) yang sedang berdoa dalam salatnya dan berkata:
๐คฒ“Wahai Tuhan yang tidak terlihat oleh mata,
๐คฒTidak dipengaruhi oleh keraguan,
๐คฒTidak dapat diterangkan oleh para pembicara,
๐คฒTidak diubah oleh perjalanan waktu dan tidak oleh malapetaka.
๐คฒTuhan yang mengetahui bobot gunung,
๐คฒTakaran lautan,
๐คฒJumlah tetesan air hujan,
๐คฒJumlah daun-daun pepohonan,
๐คฒjumlah segala apa yang ada di bawah gelapnya malam dan terangnya siang.
๐คฒSatu langit dan satu bumi tidak menghalanginya ke langit dan bumi yang lain,
๐คฒLautan tidak dapat menyembunyikan dasarnya,
๐คฒGunung tidak dapat menyembunyikan isinya.
๐คฒJadikanlah akhir umurku adalah saat terbaiknya,
๐คฒAmal terbaikku sebagai pamungkasnya,
๐คฒDan hari terbaikku adalah saat aku bertemu dengan-Mu.”
๐ณKetika a’rabi usai berdoa,
☪️Nabi Saw. memanggilnya dan memberi hadiah berupa emas.
☪️Beliau lalu berkata, “Aku memberimu emas itu karena doamu yang bagus,”
๐(HR At-Thabrani dengan sanad sahih).
๐คApakah Nabi menegur orang itu karena berdoa dengan doa yang belum pernah beliau ajarkan? Tidak.
๐คAkan tetapi Nabi Saw. justru memuji dan memberinya hadiah. Terkait gubahan redaksi shalawat, ternyata banyak sahabat dan ulama salaf telah menyusun shalawat versi mereka sendiri dan tak seorang pun yang memprotes hal itu.
๐Sebagai contoh, berikut ini 5 redaksi salawat versi sahabat dan ulama salaf:
1. ๐Salawat Abdullah Ibnu Mas’ud
๐ณAbdullah bin Mas’ud berkata, ๐“Apabila kalian bershalawat kepada Rasulullah Saw., maka buatlah redaksi shalawat yang bagus. Siapa tahu shalawat kalian itu dihaturkan kepadanya.”
๐ณMurid-murid Abdullah bin Mas’ud pun bertanya,
๐“Ajari kami cara salawat yang bagus kepada beliau.”
๐ณAbdullah bin Mas’ud mengajari salawat berikut pada mereka:
๐คฒ“Ya Allah jadikanlah segala shalawat, rahmat dan berkah-Mu kepada sayyid para rasul, pemimpin orang yang bertakwa, pamungkas para nabi, yaitu Muhammad hamba dan rasul-Mu, pemimpin dan pengarah kebaikan dan rasul yang membawa rahmat.
๐คฒYa Allah anugerahilah beliau posisi terpuji yang menjadi harapan orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian.”
๐(Hadis sahih ini diriwayatkan oleh:
๐ณIbn Majah (906),
๐ณAbdurrazzaq (3109),
๐ณAbu Ya’la (5267),
๐ณAl-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (9/115),
๐ณDan Ismail al-Qadhi dalam Fadhl al-Salat (h. 59).
✍️Dalam salawat ini kita temukan pula contoh penyematan kata sayyid kepada Rasulullah.
2. ๐Salawat Abdullah bin Abbas
๐ณIbn Abbas r.a. membaca shalawat kepada Nabi Saw. dengan redaksi berikut ini:
๐คฒ“Ya Allah, kabulkanlah syafaat Muhammad yang agung, tinggikanlah derajatnya yang luhur, dan berilah permohonanya di dunia dan akhirat sebagaimana Engkau kabulkan permohonan Ibrahim dan Musa.”
๐(Hadis ini diriwayatkan oleh:
๐ณAbd bin Humaid dalam al-Musnad,
๐ณAbdurrazzaq dalam al-Mushannaf (3104),
๐ณDan Ismail al-Qadhi dalam Fahdl al-Salah ‘ala al-Nabi (hal 52).
๐Hadis ini juga disebutkan oleh:
๐งIbn al-Qayyim dalam Jala’ al-Afham (hal 76),
๐ณAl-Hafizh al- Sakhawi mengatakan dalam al-Qaul al-Badi’ (hal. 46),
✍️Sanad hadis ini sahih.
3. ๐Salawat Ali bin Abu Thalib
๐ณSalamah al-Kindi berkata,
๐“Ali bin Abi Thalib Ra. mengajari kami cara bershalawat kepada Nabi Saw. sebagai berikut:
๐คฒ“Ya Allah, pencipta bumi yang menghampar, pencipta langit yang tingi, dan penuntun hati yang celaka dan yang bahagia pada ketetapanya. jadikanlah salawat-Mu yang mulia, berkah-Mu yang tidak terbatas dan kasih sayang-Mu yang lembut pada Muhammad, hamba dan utusan-Mu, pembuka segala hal yang tertutup, pamungkas yang terdahulu, penolong agama yang benar dengan kebenaran, dan penakluk bala tentara kebatilan seperti yang dibebankan padanya, sehingga ia bangkit membawa perintah-Mu dengan tunduk kepada-Mu, siap menjalankan ridha-Mu, tanpa gentar dalam semangat dan tanpa kelemahan dalam kemauan, sang penjaga wahyu-Mu, pemelihara janji-Mu, dan pelaksana perintah-Mu, sehingga ia nyalakan cahaya kebenaran pada yang mencarinya, jalan-jalan nikmat Allah terus mengalir pada ahlinya.
๐คฒDengan Muhammad, hati yang tersesat memperoleh petunjuk setelah menyelami kekufuran dan kemaksiatan. Ia telah memperindah rambu-rambu yang terang, hukum-hukum yang bercahaya, dan cahaya-cahaya Islam yang menerangi.
๐คฒDialah orang yang jujur, dipercayai oleh-Mu dan penyimpan ilmu-Mu yang tersembunyi. Saksi-Mu di Hari Kiamat, utusan-Mu yang membawa nikmat, Rasul-Mu yang membawa rahmat dengan kebenaran.
๐คฒYa Allah, luaskanlah surga-Mu baginya. Balaslah dengan kebaikan yang berlipat ganda dari anugerah-Mu baginya. Yaitu kelipatan yang mudah dan bersih, dari pahala-Mu yang dapat diraih dan anugerah-Mu yang agung dan tidak pernah terputus.
๐คฒYa Allah, berilah ia derajat tertinggi di antara manusia. Muliakanlah tempat tinggal dan jamuannya di surga-Mu. Sempurnakanlah cahayanya. Balaslah jasanya sebagai utusan-Mu dengan kesaksian yang diterima, ucapan yang diridhai, pemilik ucapan yang lurus, jalan pemisah antara yang benar dan yang bathil dan hujah yang kuat.”
✍️Hadis ini diriwayatkan oleh:
๐ณSa’id bin Manshur,
๐ณIbn Jarir dalam Tahdzib al-Atsar,
๐ณAl-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan lain-lain.
✍️Menurut al-Hafizh Ibn Katsir, redaksi salawat ini populer dari Ali bin Abi Thalib.
4. ๐Salawat Imam Syafi’i
๐ณAbdullah bin al-Hakam mimpi bertemu Imam Syafi’i setelah beliau meninggal.
๐ณIa bertanya,
๐“Bagaimana perlakuan Allah kepadamu?”
๐ณImam Syafi’i menjawab,
๐“Allah mengasihiku dan mengampuniku. Lalu aku bertanya kepada Allah, ‘Dengan apa aku memperoleh derajat ini?’
☪️Lalu ada yang menjawab,
๐‘Dengan salawat yang kamu tulis dalam kitab al-Risalah sebagai berikut:
๐คฒSemoga Allah mencurahkan rahmat kepada Muhammad sejumlah ingatan orang-orang yang berdzikir kepada-Nya dan sejumlah kelalaian orang-orang yang lalai kepada-Nya.”
๐Pagi harinya Abdullah bin al-Hakam melihat kitab al-Risalah, ternyata shalawat tersebut ada tercantum di kita tersebut sebagaimana dalam mimpinya.
✍️Kisah ini diriwayatkan oleh banyak ulama seperti:
๐ณAl-Hafizh al-Sakhawi dalam al-Qaul al-Badi’ (h. 254),
๐งjuga Ibn al-Qayyim dalam Jala’ al-Afham (h. 230).
5. ๐Salawat ‘Alqamah an-Nakha’i (Tabiin)
๐ณSaat Alqamah an-Nakh’i ditanya tentang bacaan ketika masuk masjid, beliau menjawab,
๐คฒ“Engkau ucapkan ‘Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya, dan malaikat mohonkan rahmat, atas Nabi Muhammad. Salam dan rahmat Allah atasmu wahai Nabi.”
๐Shalawat ini dimuat dalam kitab Jala’ al-Afham di bagian hadis mursal dan mauquf (h.75).
✍️Wa akhiran, doa dan salawat yang diajarkan Rasulullah memang lebih utama, namun bukan berarti rangkaian shalawat yang dikreasikan ulama itu salah dan bidah yang sesat.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar