๐ง๐ฃ️HUKUM MENGERASKAN ZIKIR MENURUT SALAFI WAHABI ( 1️⃣ )
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
✍️Oleh: Syaikh Idahram
1️⃣. ๐งSyaikh Bin Baz (ulama Salafi Wahabi nomor Wahid) mengatakan dalam fatwanya bahwa, mengeraskan suara zikir adalah bagian dari sunnah Nabi s.a.w. dan para sahabatnya.
๐งBahkan beliau mengatakan,
๐“Dan bagi orang di sekitarnya yang sedang mengerjakan shalat,
maka yang lebih afdhal baginya untuk merendahkan sedikit (bacaan shalatnya) sehingga tidak mengganggu mereka (yang sedang berzikir), karena mengamalkan dalil-dalil lain terkait hal itu… disyariatkannya mengeraskan zikir ketika orang-orang selesai shalat wajib, dalam bentuk orang-orang yang ada di pintu-pintu masjid (Nabawi) dan sekitar masjid dapat mendengarnya, sehingga mereka mengetahui shalat (Nabi dan para sahabatnya) telah selesai dengan adanya itu (suara zikir keras berjamaah).”
๐Fatwa tersebut juga termaktub dalam buku beliau berjudul :
๐Majmu Fatawa asy-Syaikh Ibnu Baz (kumpulan fatwa-fatwa Syaikh Bin Baz)
๐Pada volume 11 halaman 206, sebagai berikut:
ุซุจุช ูู ุงูุตุญูุญูู ุนู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง ุฃู ุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุฐูุฑ ุญูู ููุตุฑู ุงููุงุณ ู
ู ุงูุตูุงุฉ ุงูู
ูุชูุจุฉ ูุงู ุนูู ุนูุฏ ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
، ูุงู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง (ููุช ุฃุนูู
ุฅุฐุง ุงูุตุฑููุง ุจุฐูู ุฅุฐุง ุณู
ุนุชู). ููุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุงูุตุญูุญ ูู
ุง ุฌุงุก ูู ู
ุนูุงู ู
ู ุญุฏูุซ ุงุจู ุงูุฒุจูุฑ ูุงูู
ุบูุฑุฉ ุจู ุดุนุจุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง ูุบูุฑูู
ุง ูููุง ุชุฏู ุนูู ุดุฑุนูุฉ ุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุฐูุฑ ุญูู ููุตุฑู ุงููุงุณ ู
ู ุงูู
ูุชูุจุฉ ุนูู ูุฌู ูุณู
ุนู ุงููุงุณ ุงูุฐูู ุนูุฏ ุฃุจูุงุจ ุงูู
ุณุฌุฏ ูุญูู ุงูู
ุณุฌุฏ ุญุชู ูุนุฑููุง ุงููุถุงุก ุงูุตูุงุฉ ุจุฐูู. ูู
ู ูุงู ุญููู ู
ู ููุถู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุฃูุถู ูู ุฃู ูุฎูุถ ููููุงً ุญุชู ูุง ูุดูุด ุนูููู
، ุนู
ูุงً ุจุฃุฏูุฉ ุฃุฎุฑู ุฌุงุกุช ูู ุฐูู. ููู ุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุฐูุฑ ุญูู ููุตุฑู ุงููุงุณ ู
ู ุงูู
ูุชูุจุฉ ููุงุฆุฏ ูุซูุฑุฉ: ูููุง ุฅุธูุงุฑ ุงูุซูุงุก ุนูู ุงููู ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู ุนูู ู
ุง ู
ََّู ุจู ุนูููู
ู
ู ุฃุฏุงุก ูุฐู ุงููุฑูุถุฉ ุงูุนุธูู
ุฉ. ูู
ู ุฐูู ุชุนููู
ููุฌุงูู ูุชุฐููุฑ ูููุงุณู، ููููุง ุฐูู ูุฎููุช ุงูุณูุฉ ุนูู ูุซูุฑ ู
ู ุงููุงุณ. ูุงููู ููู ุงูุชูููู. (ู
ุฌู
ูุน ูุชุงูู ุจู ุจุงุฒ : 11/206)
๐Telah disebutkan dalam kitab shahihain (shahih Bukhari & shahih Muslim),
๐ณDari jalur riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma (ia mengatakan),
๐“Sesungguhnya mengeraskan zikir saat selesai dari shalat wajib, itu telah ada di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
๐ณIbnu Abbas juga mengatakan,
๐“Aku tahu selesainya shalat mereka (Nabi dan para sahabatnya) itu, saat kudengar (suara zikir keras berjamaah) itu.”
๐Hadis shahih ini, dan hadis-hadis lain yang semakna dengannya,
seperti :๐
hadis riwayat Ibnuz Zubair, dan Al-Mughiroh ibnu Syu’bah radhiyallahu anhuma, semuanya menunjukkan disyariatkannya mengeraskan zikir ketika orang-orang selesai shalat wajib, dalam bentuk orang-orang yang ada di pintu-pintu masjid (Nabawi) dan sekitar masjid dapat mendengarnya, sehingga mereka mengetahui shalat (Nabi dan para sahabatnya) telah selesai dengan adanya itu (suara zikir keras berjamaah).
๐“Dan bagi orang di sekitarnya yang sedang mengerjakan shalat, maka yang lebih afdhal baginya untuk merendahkan sedikit (bacaan shalatnya) sehingga tidak mengganggu mereka (yang sedang berzikir), karena mengamalkan dalil-dalil lain terkait hal itu.”
Dalam tuntunan mengeraskan zikir ketika para jamaah selesai shalat wajib ini, ada banyak manfaat, diantaranya: menampakkan pujian kepada Allah ta’ala yang telah memberikan mereka kenikmatan bisa menjalankan kewajiban yang agung ini. (Sebagai sarana untuk) mengajari orang yang jahil dan mengingatkan orang yang lupa. Jika saja tidak ada hal itu, tentunya sunnah ini akan jadi samar bagi banyak orang. Wallahu waliyyut taufiq.”
✍️๐งDemikian kata Syaikh Bin Baz dalam fatwanya.
✍️Bersambung....
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar