๐ง๐ฃ️HUKUM MENGERASKAN ZIKIR MENURUT SALAFI WAHABI ( 6️⃣ )
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ง๐ฃ️HUKUM MENGERASKAN ZIKIR MENURUT SALAFI WAHABI ( 6️⃣ )
✍️Oleh: Syaikh Idahram
๐ณPENDAPAT PARA ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
ุนَِู ุงุจِْู ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู
َุง َูุงَู: ُْููุชُ ุฃَุนْุฑُِู ุงِْููุถَุงุกَ ุตََูุงุฉِ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ุจِุงูุชَّْูุจِูุฑِ. (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู 797 ูู
ุณูู
917)
๐ณDari Ibnu Abbas r.a. mengatakan:
๐“Aku mengetahui, kalau shalat (berjamaah yang dipimpin) Nabi s.a.w. itu telah selesai, tandanya adalah dari (terdengarnya suara nyaring) takbir (secara berjamaah).”
๐(Shahih Bukhari: 797, dan Shahih Muslim: 917)
ุนَِู ุงุจِْู ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู
َุง َูุงَู: ุฅَِّู ุฑَْูุนَ ุงูุตَّْูุชِ ุจِุงูุฐِّْูุฑِ ุญَِูู َْููุตَุฑُِู ุงَّููุงุณُ ู
ِْู ุงْูู
َْูุชُูุจَุฉِ َูุงَู ุนََูู ุนَْูุฏِ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ََููุงَู: ُْููุชُ ุฃَุนَْูู
ُ ุฅِุฐَุง ุงْูุตَุฑَُููุง ุจِุฐََِูู ุฅِุฐَุง ุณَู
ِุนْุชُู. (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู 796 ูู
ุณูู
919)
๐ณDari Ibnu 'Abbas r.a. mengatakan :
๐Bahwa, mengeraskan suara dzikir, setelah orang-orang selesai menunaikah shalat fardhu, telah terjadi di masa Nabi s.a.w. Beliau mengatakan, Aku menjadi tahu, kalau mereka telah selesai shalat berjamaah bersama Nabi, dari kerasnya suara dzikir yang aku dengar itu.
๐(Shahih Bukhari: 796, dan Shahih Muslim: 919).
๐Penjelasan hadis di atas oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, diantaranya:
1️⃣. ๐ณImam Nawawi
َูุฐَุง ุฏَِููู ِูู
َุง َูุงَُูู ุจَุนْุถ ุงูุณََّูู ุฃََُّูู ُูุณْุชَุญَุจّ ุฑَْูุน ุงูุตَّْูุช ุจِุงูุชَّْูุจِูุฑِ َูุงูุฐِّْูุฑ ุนَِูุจ ุงْูู
َْูุชُูุจَุฉ. َูู
ِู
َّْู ุงِุณْุชَุญَุจَُّู ู
ِْู ุงْูู
ُุชَุฃَุฎِّุฑَِูู ุงِุจْู ุญَุฒْู
ุงูุธَّุงِูุฑِّู.
๐Hadis ini merupakan dalil pendapatnya sebagian ulama salaf, yang mengatakan disunnahkannya mengeraskan takbir dan dzikir saat selesai sholat wajib.
Diantara muta’akhkhirin yang juga men-sunnah-kannya adalah Ibnu Hazm azh-Zhohiri.
2️⃣. ๐ณIbnu Hazm.
ูุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุชูุจูุฑ ุฅุซุฑ ูู ุตูุงุฉ ุญุณู
๐“Mengeraskan suara dengan bertakbir pada dzikir sesudah shalat adalah suatu amalan yang baik.”
๐(Al Muhalla, 4: 260)
3️⃣. ๐ณIbnu Huzaimah
๐ณBeliau memasukkan hadis di atas dalam kitab shohih-nya, dan memberinya judul:
ุจุงุจ: ุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุชูุจูุฑ ูุงูุฐูุฑ ุนูุฏ ุงููุถุงุก ุงูุตูุงุฉ
๐Bab:
๐Mengeraskan takbir dan dzikir saat selesai sholat (wajib).
Ini menunjukkan, bahwa beliau memahami bolehnya mengeraskan takbir dan dzikir saat selesai sholat wajib.
4️⃣. ๐ณAl-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, ketika men-syarah hadis di atas beliau mengatakan:
َِِูููู ุฏَِููู ุนََูู ุฌََูุงุฒ ุงْูุฌَْูุฑ ุจِุงูุฐِّْูุฑِ ุนَِูุจ ุงูุตَّูุงุฉ
๐Dalam hadis ini terdapat dalil bolehnya mengeraskan dzikir setelah sholat
๐(Fathul Bari).
5️⃣. ๐ณIbnu Daqiq al-Id, juga menyatakan hal yang sama:
ููู ุฏููู ุนูู ุฌูุงุฒ ุงูุฌูุฑ ุจุงูุฐูุฑ ุนููุจ ุงูุตูุงุฉ ูุงูุชูุจูุฑ ุจุฎุตูุตู ู
ู ุฌู
ูุฉ ุงูุฐูุฑ
๐Dalam hadis ini, terdapat dalil bolehnya mengeraskan dzikir setelah sholat, dan takbir secara khusus termasuk dalam kategori dzikir.
๐(Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam)
6️⃣. ๐ณAth Thabari berkata,
ููู ุงูุฅุจุงูู ุนู ุตุญุฉ ู
ุง ูุงู ููุนูู ุงูุฃู
ุฑุงุก ู
ู ุงูุชูุจูุฑ ุนูุจ ุงูุตูุงุฉ
๐“Hadis ini sebagai isyarat benarnya perbuatan para imam yang bertakbir setelah shalat.”
๐(lihat: kitab Fathul Bari, 2: 325)
7️⃣. ๐ณJalaluddin as-Suyuthi
๐ณAl-Imam Jalaluddin as-Suyuthi rahimahullah pernah ditanya oleh muridnya,
๐Sebagaimana beliau tuliskan dalam kitab fatawanya al-Hawi li alFatawi pada Sub Bab berjudul Natijat al-Fikr fi al-Jahr fi adz-Dzikr :
๐“Aku bertanya kepadamu (wahai Syaikh as-Suyuthi) semoga Allah s.w.t. memuliakanmu, mengenai suatu hal yang umum dilakukan para pemuka shufiyyah yang menyelenggarakan halaqah zikir, men-jahr-kannya di dalam masjid, dan mengeraskan suaranya dengan bacaan tahlil, apakah hal yang demikian ini makruh atau tidak?
✍️Sesungguhnya hal yang demikian ini tidak dihukumi makruh sama sekali, dan sungguh terdapat banyak riwayat hadis-hadis yang menunjukkan disunnahkannya berzikir secara jahr (keras), selain itu terdapat pula hadis-hadis yang menunjukkan disunnahkannya berzikir secara sirr (pelan) sehingga perlu dikompromikan kedua cara berzikir tersebut, yang mana hal tersebut dilaksanakan berbeda-beda menurut keadaan dan masing-masing pribadi.
๐ณSebagaimana al-Imam an-Nawawi mengkompromikan hadis-hadis tentang disunnahkannya membaca al-Qura’n secara jahr, dan (hadis-hadis) yang menyebutkan tentang disunnahkannya membaca al-Qur’an secara sirr, berikut ini akan saya jelaskan secara fasal demi fasal.”
๐Lalu beliau menyampaikan beberapa hadis shahih di antaranya:
ุฃุฎุฑุฌ ุงูุจุฎุงุฑู ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุงู : (( َูุงَู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َُُูููู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู َูุฃََูุง ู
َุนَُู ุฅِุฐَุง ุฐََูุฑَِูู َูุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู َْููุณِِู ุฐََูุฑْุชُُู ِูู َْููุณِู َูุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู ู
ََูุฅٍ ุฐََูุฑْุชُُู ِูู ู
ََูุฅٍ ุฎَْูุฑٍ ู
ُِْููู
)) ูุงูุฐูุฑ ูู ุงูู
ูุฅ ูุง ูููู ุฅูุง ุนู ุฌูุฑ.
๐ณBukhari mengeluarkan dari Abu Hurairah berkata:
☪️Rasulullah s.a.w. bersabda,
✒️“Allah s.w.t berfirman:
‘Aku menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku,
Aku bersamanya bila dia menyebut-Ku.
Kalau dia menyebut-Ku dalam dirinya Aku-pun menyebut dia dalam diri-Ku (siir).
Dan bila dia menyebut-Ku dalam sebuah jama’ah,
Aku-pun menyebut dia dalam jama’ah yang lebih baik (banyak) dari jama’ah dia."
๐ณ(Syaikh mengomentari hadits ini): ๐“zikir dalam jama’ah tidak terjadi kecuali dengan jahar (suara keras).”
: ุฃุฎุฑุฌ ุจูู ุจู ู
ุฎูุฏ ุนู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนู
ุฑู : ุฃู ุงููุจู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฏุฎู ุงูู
ุณุฌุฏ ูุฑุฃู ู
ุฌูุณูู ุฃุญุฏ ุงูู
ุฌูุณูู ูุฐูุฑูู ุงููู ุชุนุงูู ููุฑุบุจูู ุฅููู، ูุงูุขุฎุฑ ูุนูู
ูู ุงูุนูู
ููุงู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
-: «ููุง ุงูู
ุฌูุณูู ุนูู ุฎูุฑ ูุฃุญุฏูู
ุง ุฃูุถู ู
ู ุงูุขุฎุฑ. (ุฃุฎุฑุฌู ุงูุทูุงูุณู ูู ู
ุณูุฏู (ุต: 298،ุฑูู
2251)،ูุงูุจุฒุงุฑ ูู ู
ุณูุฏู (6/428،ุฑูู
2458)،ูุงูุญุงุฑุซ ูู
ุง ูู ุจุบูุฉ ุงูุจุงุญุซ (1/185،ุฑูู
40) ุนู ุงุจู ุนู
ุฑู)
๐ณDiriwayatkan oleh Baqi ibnu Makhlad, dari ‘Abdullah ibnu Umar radhiyallaah ‘anhu,
๐Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaih wa sallam melewati dua majelis,
✍️Salah satu dari majelis menyeru dan mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
✍️Dan majelis yang satunya mengajarkan ilmu.
☪️Kemudian beliau s.a.w. bersabda,
✒️“Kedua-duanya sangat baik, akan tetapi salah satunya lebih utama (daripada majelis yang satunya).”
๐(HR. al-Bazzar dalam Musnadnya jilid 6 hal. 428 nomor hadis 2458, ath-Thayalisi dalam Musnadnya hal. 298 nomor hadis 2251, al-Harits dalam Bughyah al-Bahits jilid 1 hal. 185 nomor hadis 40)
ุฃَْูุซِุฑُْูุง ุฐِْูุฑَ ุงِููู ุญَุชَّู َُُْْูููููุง ู
َุฌٌُْْููู (ุฑูุงู ุฃุญู
ุฏ ูุงูุจูููู ูุฃุจู ูุนูู ุนู ุฃุจู ุณุนูุฏ ู
ุฑููุนุง ููุฐุง ุงุจู ุญุจุงู ูุงูุญุงูู
ูุงุจู ู
ุนูู ูุตุญุญูู)
✒️“Perbanyaklah kalian menzikirkan Allah hingga mereka mengatakan gila.”
๐(HR. Ahmad, Baihaqi, Abu Ya’la dari Abu Said al-Khudri secara marfu. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Muin, mereka telah menshahihkan hadis tersebut)
ุฃَْูุซِุฑُْูุง ุฐِْูุฑَ ุงِููู ุญَุชَّู ََُْูููู ุงْูู
َُูุงَُِْูููู ุฅَُِّููู
ْ ู
ُุฑَุงุคَُْูู. (ุฑูุงู ุงูุจูููู ุนู ุฃุจู ุงูุฌูุฒุงุก ุฑูุนู ู
ุฑุณูุง)
✒️“Perbanyaklah kalian menzikirkan Allah hingga orang-orang munafik mengatakan, ‘sesungguhnya kalian orang-orang riya (pamer).’”
๐(HR. Baihaqi dari Abu al-Jauza sebagai hadis Marfu
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar