๐ณHABIB TAUFIQ ASSEGAF : ๐ GANTI KAFIR DENGAN NON-MUSLIM BUKAN KEPUTUSAN ULAMA NU
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ณHABIB TAUFIQ ASSEGAF :
๐
GANTI KAFIR DENGAN NON-MUSLIM BUKAN KEPUTUSAN ULAMA NU
๐Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur,
๐ณHabib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf,
✍️Menegaskan penggantian istilah kafir dengan nonmuslim bukan keputusan kiai dan ulama NU.
๐ณHal ini ditegaskan Habib Taufiq menyikapi hebohnya salah satu hasil dari Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019,
⛔Yaitu pelarangan penggunaan istilah kafir pada sesama warga negara Indonesia. Istilah kafir pun diganti menjadi nonmuslim.
๐ฝ️Dalam ceramahnya yang diunggah Sunsal Media di YouTube dan dipublikasikan pada 4 Maret 2019, Habib Taufiq menyatakan,
✍️Perlu meluruskan masalah ini agar tidak berlarut dan membingungkan umat.
๐"Panggilan kafir dan nonmuslim. Perhatikan.
⛔Itu bukan keputusannya ulama.
๐ด️Itu komentarnya dua orang saja, profesor-profesor ini.
⛔Jadi itu bukan keputusan ulama.
✍️Yang ada keterangannya begini loh, ๐Dilarang kita mengganggu orang, sekalipun orang kafir, dengan panggilan, "hei kafir". Paham ya. Kalau memang itu menjadi keberatannya dia," ujar Habib Taufiq.
๐ณUlama NU ini memberikan gambaran,
๐จ๐ฆณAda seorang mualaf yang kedua orangtuanya bukan Islam.
๐จ๐ฆณKemudian dia memanggil kedua orangtuanya itu dengan sebutan "hei kafir".
✍️Hal itulah yang tidak diperbolehkan.
๐"Durhaka itu. Tidak boleh itu. Walaupun benar-benar kafir.
๐ฉ๐ฆฐAda tetangga yang baik dengan kita, yang tidak muslim. Kalau merasa keberatan, jangan. Tapi bukan berarti jangan panggil kafir di negeri ini, nonmuslim saja. Nah itu ndak bener. Lah ini dipelintir sama dua orang ini. Ndak boleh panggil kafir tapi nonmuslim," ujar Habib.
๐"Jadi ini satu di antara dua pemelintiran, atau enggak paham. Jadi bukan kiai semuanya. Awas hati-hati jangan sampai ngibuli kiai. Ndak boleh. Ini hanya dua orang saja yang dari dulu ngomongnya kadang-kadang enggak persis. Jadinya fitnah begini.
๐ณSaya harus terangkan ini karena khawatir banyak orang seneng ngibuli kiai-kiai. Padahal ndak semua kiai begitu. Yang dimasukkan televisi, ya wong iku sebabe. Yang komentar di koran, ya wong iku sebabe. Ya wong iku wae yang salah. Bukan kiai, bukan ulama yang ada di NU. Tapi hanya orang-orang itu saja. Profesor-profesor itu. Karena itu kita ndak mau ikut profesor, kita ikut kiai saja. Supaya pemahamannya benar. Jadi bukan tidak ada kafir. Atau tidak boleh kita ngomong kafir," tuturnya.
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar