๐บ๐Dunia ada di tangan mereka, tidak di qalbu mereka.
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ณMereka bersabar ketika harta tersebut lepas, serta bersyukur kepada Allah ketika harta itu didapat. Memang di awal-awal, Allah menguji mereka dengan kefakiran agar cahaya mereka sempurna, batin mereka suci. Kemudian barulah mereka diberi. Seandainya mereka diberi sebelum diuji, barangkali harta tersebut akan menjadi fokus perhatian dan kesibukkan mereka. Namun, ketika harta tersebut diberikan setelah keyakinan terpatri dalam hati, mereka bisa mempergunakannya secara cerdas dan amanah.
☪️Mereka laksanakan firman Allah,
✒️“Infakkanlah sebagian dari harta yang Allah titipkan pada kalian.”
๐(Q.S. Al-Hadid : 7)
๐ณBukti nyata bahwa mereka tidak mencintai dunia bisa ditunjukkan oleh sikap Abu Bakr radiyallahu ‘anhu ketika memberikan seluruh hartanya dalam peperangan.
๐ณJuga oleh sikap ‘Umar radiyallahu ‘anhu ketika memberikan separuh hartanya,
๐ณOleh sikap ‘Abdurrahman ibn ‘Auf ketika memberikan tujuh ratus untanya,
๐ณOleh sikap ‘Utsman ibn ‘Affan radiyallahu ‘anhu ketika memberikan bekal dari hartanya kepada pasukan yang sedang dalam kondisi sulit,
๐ณSerta oleh sikap para sahabat lainnya yang menunjukkan kebaikan dan kedermawanan mereka.
Betapa banyak ayat Al-Qur’an yang melukiskan kesucian lahir batin mereka di samping kemuliaan dan keagungan mereka.
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar