CIRI KHAWARIJ LEBIH MENGUTAMAKAN PAKAIAN ZAHIR (FISIK) DARIPADA PAKAIAN HATI (AHLAQ)
🧔CIRI KHAWARIJ LEBIH MENGUTAMAKAN PAKAIAN ZAHIR (FISIK) DARIPADA PAKAIAN HATI (AHLAQ)
🧔Belakangan muncul golongan yang sangat bangga dengan pakaian dan ciri fisik yang menurut mereka sangat sesuai dengan sunnah Nabi saw.
Tak sampai disitu saja bahkan mereka mencemooh atau bahkan mengancam neraka kepada mereka yang tidak mengikuti cara berpakaian fisik seperti mereka.
🧔Seperti halnya berpenampilan non isbal (celana panjang setengah betis atau biasa disebut cingkrang). Padahal hukum isbal ini banyak ulama yang meyakini masih khilaf, anda bisa membaca selanjutnya disini.
🧔Pria berjenggot Lebat, bercelana cinkrang dan tanda bekas sujud di dahi yang menggertak Rasulullah saw
📌Ketahuilah meskipun tidak semua akan tetapi ada sejarah yang mencatat bahwa Pria Berjenggot Lebat dengan Celana Cingkrang dan Tanda Bekas Sujud di Dahi yang Menggertak Rasulullah
🧔Seorang pria berjenggot lebat tiba-tiba menggertak Rasulullah SAW saat beliau membagi-bagikan emas kepada sejumlah kalangan. Ia melakukannya karena merasa tidak kebagian jatah dan mengganggap Rasulullah SAW tidak berbuat adil.
🧔Pria berjenggot lebat ini bernama :
📌Hurqush bin Zuhair yang lebih dikenal dengan sebutan :
📌Dzul Khuwaishirah al-Tamimi.
Ia meminta agar Rasulullah SAW bersikap adil kepada seluruh sahabatnya dengan memberikan bagian secara merata, tidak pilih kasih.
📌“Wahai Muhammad, berbuatlah adil!,”
🧔Gertak Dzul Khuwaishirah.
Gertakan Dzul Khuwaishirah kepada Rasulullah SAW ini dipandang sangat tidak sopan dan lancang sekali sehingga membuat para sahabat lainnya marah, seperti Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid.
👳Mereka pun ingin membunuhnya, namun dicegah oleh Rasulullah SAW demi menghindari api fitnah di kalangan umat Islam karena ia (Dzul Khuwaishirah) memiliki pengikut yang tidak sedikit.
✒️“Celakalah kamu, siapalah lagi yang akan berbuat adil jika aku saja dipandang tidak adil?”
☪️Timpal Rasulullah SAW.
✒️“Sesungguhnya akan muncul dari keturunan orang ini sekelompok orang yang membaca Al-Quran namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (bacaannya tidak diterima oleh Allah SWT). Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala (orang-orang kafir). Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya,”
☪️Pungkas Rasulullah SAW.
🧔Dzul Khuwashirah ini selain :
📌Berjenggot lebat,
ia memiliki ciri-ciri fisik lainnya,
seperti 👇
📌Menonjol pipinya,
📌Cekung kedua matanya,
📌Nonong dahinya,
📌Gundul kepalanya,
📌Cingkrang sarungnya (celananya),
📌Dan diantara kedua matanya terdapat tanda bekas sujud.
✍️Mereka juga dikenal sebagai kaum yang sangat rajin beribadah shalat dan puasa.
👴Bercukur botak
👳Hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لَا يَعُودُونَ فِيهِ حَتَّى يَعُودَ السَّهْمُ إِلَى فُوقِهِ قِيلَ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ سِيمَاهُمْ التَّحْلِيقُ أَوْ قَالَ التَّسْبِيدُ (رواه البخاري ٧٥٦۲).
👳“Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
☪️“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
✒️“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan dapat kembali seperti anak panah yg tak akan kembali ke tempatnya; tanda-tanda mereka ialah bercukur plontos (gundul).”
📚(HR Bukhari 7562).
📚Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban.
✍️Saya BELUM MENEMUKAN ciri-ciri yang nyata dan khusus seperti ini dalam Islam kecuali sekte akhir zaman yang berasal dari NEJD….. !!!!
🧔Syekh MBAW menganjurkan memotong rambut :
لأن الحلق هو العادة عندنا، ولا يتركه إلا السفهاء عندنا 1 فنهى عن ذلك نهي تنزيه، لا نهي تحريم سدا للذريعة؛ ولأن كفار زماننا لا يحلقون؛ فصار في عدم الحلق تشبها بهم 2.
http://shamela.ws/browse.php/book-11378/page-380
Terjemah:
📌“…Karena menggundul kepala adalah kebiasaan kami, dan menurut kami hal tersebut tidak pernah ditinggalkan kecuali oleh orang-orang bodoh.(1) Maka larangan tidak menggundul ini adalah larangan anjuran, bukan larangan haram, sebagai langkah preventif. Juga karena orang-orang kafir di zaman kami tidak menggundul kepalanya, sehingga tidak mencukur gundul itu adalah menyerupai orang-orang kafir.
👳Perhatikan pula Fatwa Sayyid Abdurrahman al-Ahdal mufti negeri Zabid sebagai berikut:
.
وَكَانَ مُفْتِي زَبِيْدَ السَّيِّدُ عَبْدُ الرَّحْمنِ الْأَهْدَلُ يَقُوْلُ (لاَ حَاجَةَ إِلىَ التَّأْلِيْفِ فِي الرَّدِّ عَلىَ الْوَهَّابِيَّةِ بَلْ يَكْفِيْ فِي الرَّدِّ عَلَيْهِمْ قَوْلُهُ صلى الله عليه وسلم (سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ) فَإِنَّهُ لَمْ يَفْعَلْهُ أَحَدٌ مِنَ الْمُبْتَدِعَةِ غَيْرُهُمْ).
📌“Adalah mufti negeri Zabid, Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, telah berkata; “TIDAK BUTUH menulis bantahan terhadap kaum (Salafi-)Wahabi. Bantahan terhadap mereka telah cukup dgn SABDA NABI shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tanda2 mereka adlh cukur plontos”. Krn cukur plontos BELUM PERNAH dilakukan oleh kaum ahli bid’ah selain Salafi-Wahabi.”
✍️Demo
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
✒️“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Hal itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
📚(al-A’raf: 26)
Wallahu A’lam…..
Komentar
Posting Komentar