๐Ÿ“๐Ÿ‘ณBIOGRAFI IMAM ABU HASAN ASY'ARI, SANG PENYELAMAT UMAT

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐Ÿ“๐Ÿ‘ณBIOGRAFI IMAM ABU HASAN ASY'ARI, SANG PENYELAMAT UMAT

๐Ÿ‘ณSegenap santri di berbagai sudut pesantren tentu selalu mengagumi nama tokoh kita ini. Nama beliau selalu harum semerbak di setiap kajian ilmu aqidah. Setiap kita meneliti paham aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah tentu kita akan mengenal beliau sebagai salah satu tokoh pendirinya.
๐Ÿ‘ณIa adalah Ali bin Ismail atau yang lebih terkenal dengan julukan Abu Musa al-Asy’ari.
๐Ÿ‘ณIa merupakan ulama besar keturunan Abu Musa al-Asy’ari, seorang sahabat Nabi yang disabdakan oleh Baginda Nabi bahwa kaumnya adalah golongan yang selalu mencintai Allah dan mereka dicintai oleh Allah.

ุนู† ุฃุจูŠ ู…ูˆุณู‰ ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ ู‚ุงู„ ู‚ุฑุฆุช ุนู†ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… (ูุณูˆู ูŠุฃุชูŠ ุงู„ู„ู‡ ุจู‚ูˆู… ูŠุญุจู‡ู… ูˆูŠุญุจูˆู†ู‡) ู‚ุงู„ (ู‡ู… ู‚ูˆู…ูƒ ูŠุง ุฃุจุง ู…ูˆุณู‰) ูˆุฃูˆู…ุฃ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุจูŠุฏู‡ ุฅู„ู‰ ุฃุจูŠ ู…ูˆุณู‰ ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ.

๐Ÿ“–Diriwayatkan dari
๐Ÿ‘ณAbu Musa al-Asy’ari, beliau berkata,
✒️“Aku membaca di hadapan Nabi SAW penggalan ayat ‘…Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.’
☪️Maka, Nabi SAW bersabda
✒️‘Mereka (yang dimaksud dalam penggalan ayat tersebut) adalah kaummu, wahai Abu Musa’.
☪️Dan Rasulullah memberikan isyarat dengan tangan beliau kepada Abu Musa al-Asy’ari”
๐Ÿ“š(HR Al-Hakim).

๐Ÿ“–Tokoh kita ini bernasab lengkap :
๐Ÿ“ŒAli bin
๐Ÿ“ŒIsma’il bin
๐Ÿ“ŒIshaq bin
๐Ÿ“ŒSalim bin
๐Ÿ“ŒIsma’il bin
๐Ÿ“ŒAbdullah bin
๐Ÿ“ŒMusa bin
๐Ÿ“ŒBilal bin
๐Ÿ“ŒAbu Burdah bin
๐Ÿ“ŒAbu Musa Abdullah bin
๐Ÿ“ŒQais al-Asy’ari.
๐Ÿ‘ณIa adalah tokoh besar yang tak pernah mengenal lelah untuk memperjuangkan manhaj (metode, mazhab) Ahlussunnah wal Jama’ah.
๐Ÿ‘ณIa hidup dalam perjuangan mempertahankan ajaran yang lurus yang diajarkan oleh para sahabat Nabi.
⛔Ia menghalau setiap pemikiran yang menyimpang di masanya baik dari kalangan yang terlalu berlebihan memakai akal dalam beraqidah seperti :
๐Ÿ“ŒSekte Mu’tazilah, maupun dari kalangan ekstremis yang terlalu kaku dalam memahami teks lahiriah Al-Qur’an dan hadits seperti
๐Ÿ“ŒSekte Rafidhah.

๐Ÿ‘ณIbnu as-Sakir mengatakan:

ุงุชูู‚ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู† ุฃุจุง ุงู„ุญุณู† ุนู„ูŠ ุจู† ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ ูƒุงู† ุงู…ุงู…ุง ู…ู† ุงุฆู…ุฉ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆู…ุฐู‡ุจู‡ ู…ุฐู‡ุจ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุชูƒู„ู… ููŠ ุฃุตูˆู„ ุงู„ุฏูŠุงู†ุงุช ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุฑุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฎุงู„ููŠู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฒูŠุบ ูˆุงู„ุจุฏุนุฉ ูˆูƒุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุนุชุฒู„ุฉ ูˆุงู„ุฑูˆุงูุถ ูˆุงู„ู…ุจุชุฏุนูŠู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ูˆุงู„ุฎุงุฑุฌูŠู† ู…ู† ุงู„ู…ู„ุฉ ุณูŠูุง ู…ุณู„ูˆู„ุง ูˆู…ู† ุทุนู† ููŠู‡ ุงูˆ ู„ุนู†ู‡ ุงูˆ ุณุจู‡ ูู‚ุฏ ุจุณุท ู„ุณุงู† ุงู„ุณูˆุก ููŠ ุฌู…ูŠุน ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ

✒️“Ulama ahli hadits telah sepakat bahwa Abu al-Hasan Ali bin Isma’il al-Asy’ari adalah seorang pembesar dari golongan para pembesar ulama ahli hadits.
✒️Dan mazhabnya adalah mazhab ulama ahli hadits.
✒️Ia membangun argumentasi di dalam bidang ilmu asas dasar dalam beragama yang sesuai dengan manhaj Ahlussunnah.
✒️Ia juga menolak atas bantahan orang-orang yang membuat perselisihan dari golongan yang sesat dan pembuat bid’ah.
✒️Dan ia menghadapi sekte Mu’tazilah, sekte Rafidhah dan para ahli bid’ah dari golongan ahlu qiblah (orang Islam) serta golongan orang-orang yang keluar dari agama Islam bagaikan pedang yang terhunus.
✒️Barang siapa yang memakinya, melaknatnya, ataupun mencacinya maka ia telah membuka jalan untuk berkata kotor kepada segenap pengikut Ahlus Sunnah”
๐Ÿ“š(Ibnu as-Sakir, Tabyin Kidzb al-Muftari, Kairo: Dar Imam Razi, 2010, hal. 113).

๐ŸŽถSemangatnya terukir dalam sebuah syair

ุจู‡ู…ุฉ ููŠ ุงู„ุซุฑูŠุง ุฅุซุฑ ุฃุฎู…ุตู‡ุง ۞ ูˆุนุฒู…ุฉ ู„ูŠุณ ู…ู† ุนุงุฏุงุชู‡ุง ุงู„ุณุฃู…

✨Ia berjuang dengan semangat yang seolah bekas telapak kakinya menancap di bintang kejora

๐Ÿค—Ia berjuang dengan tekad membara yang secara tabiatnya ia tak mengenal rasa bosan.

๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari dilahirkan pada tahun 260 H.
✍️Sejak masih muda, Abu al-Hasan al-Asy’ari telah ditinggal wafat oleh ayahnya.

✍️Kemudian, atas wasiat ayahnya Abu al-Hasan al-Asy’ari dipasrahkan untuk menimba sanad Hadits kepada :
๐Ÿ‘ณSyekh Zakaria as-Saji,
✍️Salah satu ulama yang terkenal dengan kepakaran ilmu hadits dan ilmu fiqih yang juga murid terbaik
๐Ÿ‘ณImam Ahmad bin Hanbal.

✍️Selain itu, Abu al-Hasan al-Asy’ari juga mengambil sanad hadits kepada :
๐Ÿ‘ณAbu Khalaf al-Jahmi,
๐Ÿ‘ณAbu Sahl bin Sarh,
๐Ÿ‘ณMuhammad bin Ya’qub al-Muqri’,
๐Ÿ‘ณDan Abdurrahman bin Khalaf al-Bashri
๐Ÿ“š(Tajuddin as-Subuki, Thabaqat Syafi’iyyah al-Kubra, Beirut: Darul Kutub al-Islamiyyah, 2009, vol. 3, hal. 347).

๐Ÿ™Memang benar,
๐Ÿ‘ณSemasa mudanya Abu al-Hasan al-Asy’ari menimba ilmu kepada :
๐Ÿ‘ณAli al-Juba’i seorang tokoh ulama Mu’tazilah yang juga ayah tirinya sebagaimana yang dicatat oleh
๐Ÿ‘ณShalahuddin ash-Shafadi dalam
๐Ÿ“˜Kitab al-Wafi bil Wafayat.

✍️Akan tetapi, justru pengalamannya berdiskusi bersama para pakar sekte Mu’tazilah di masa mudanya kelak menjadi bekal untuk mematahkan setiap argumentasi sekte Mu’tazilah ketika ia telah terpanggil untuk membela manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.
๐Ÿ“–Salah satu riwayat asal mula Abu al-Hasan al-Asy’ari terpanggil untuk membela manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana yang dicatat
๐Ÿ‘ณIbnu as-Sakir:

ูุญูƒูŠ ุนู†ู‡ ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ ูˆู‚ุน ููŠ ุตุฏุฑูŠ ุจุนุถ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ุดูŠุก ู…ู…ุง ูƒู†ุช ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุนู‚ุงุฆุฏ ูู‚ู…ุช ูˆุตู„ูŠุช ุฑูƒุนุชูŠู† ูˆุณุฃู„ุช ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู† ูŠู‡ุฏูŠู†ูŠ ุงู„ุทุฑูŠู‚ ุงู„ู…ุณุชู‚ูŠู… ูˆู†ู…ุช ูุฑุฃูŠุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุงู„ู…ู†ุงู… ูุดูƒูˆุช ุฅู„ูŠู‡ ุจุนุถ ู…ุง ุจูŠ ู…ู† ุงู„ุฃู…ุฑ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ูŠูƒ ุจุณู†ุชูŠ ูุงู†ุชุจู‡ุช ูˆุนุงุฑุถุช ู…ุณุงุฆู„ ุงู„ูƒู„ุงู… ุจู…ุง ูˆุฌุฏุช ููŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ูุฃุซุจุชู‡ ูˆู†ุจุฐุช ู…ุง ุณูˆุงู‡ ูˆุฑุงุก ุธู‡ุฑูŠ.

๐Ÿ“–Dikisahkan darinya,
๐Ÿ‘ณBahwa ia berkata
✒️“Terbenak di hatiku (Abu al-Hasan al-Asy’ari), beberapa permasalahan dalam ilmu aqidah.
๐Ÿง˜Maka, aku pun berdiri untuk menjalankan shalat dua rakaat.
๐ŸคฒDan aku meminta kepada Allah agar Dia memberikanku petunjuk menuju jalan yang lurus.
๐Ÿ˜ดAku pun tertidur, tak lama kemudian aku bermimpi bertemu
☪️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam mimpi.
✍️Aku pun mengadukan beberapa permasalahan kepada beliau.
☪️Rasulullah pun mewasiatkan,
✒️‘Tetapilah sunnah-ku.’
✍️Aku pun terbangun dan aku membandingkan beberapa permasalahan ilmu aqidah dengan dalil yang aku temukan di dalam Al-Qur’an dan hadits.
✍️Kemudian, aku menetapinya dan aku membuang selainnya di balik punggungku”
๐Ÿ“š(Ibnu as-Sakir, Tabyin Kidzb al-Muftari, hal. 37).
 
๐Ÿ‘‡Setelah itu,
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari pun menyibukkan diri untuk
✍️Menulis pembelaan terhadap manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah di rumahnya.
๐Ÿ•ŒKemudian setelah lima belas hari lamanya, Abu al-Hasan al-Asy’ari keluar dari rumahnya menuju masjid dan ia menaiki mimbar seraya berkata:

ู…ุนุงุดุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุฅู†ูŠ ุชุบูŠุจุช ุนู†ูƒู… ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฏุฉ ู„ุฃู†ูŠ ู†ุธุฑุช ูุชูƒุงูุฃุช ุนู†ุฏูŠ ุงู„ุฃุฏู„ุฉ ูˆู„ู… ูŠุชุฑุงุฌุญ ุนู†ุฏูŠ ุญู‚ ุนู„ู‰ ุจุงุทู„ ูˆู„ุง ุจุงุทู„ ุนู„ู‰ ุญู‚ ูุงุณุชู‡ุฏูŠุช ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ ูู‡ุฏุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุงุนุชู‚ุงุฏ ู…ุง ุฃูˆุฏุนุชู‡ ููŠ ูƒุชุจูŠ ู‡ุฐู‡ ูˆุงู†ุฎู„ุนุช ู…ู† ุฌู…ูŠุน ู…ุง ูƒู†ุช ุฃุนุชู‚ุฏู‡ ูƒู…ุง ุงู†ุฎู„ุนุช ู…ู† ุซูˆุจูŠ ู‡ุฐุง ูˆุงู†ุฎู„ุน ู…ู† ุซูˆุจ ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ูˆุฑู…ู‰ ุจู‡

✒️“Wahai segenap masyarakat, aku menjauh dari kalian semua dalam beberapa waktu ini karena aku ingin meneliti beberapa permasalahan. Maka, menjadi serupa bagiku seluruh dalil yang ada serta tak ada perkara haq yang mengungguli perkara bathil maupun sebaliknya saat itu. Kemudian, aku meminta petunjuk kepada Allah.
Maka, Allah pun memberikanku petunjuk kepada keyakinan yang telah aku tuliskan di dalam kitab-kitab yang telah ku tulis ini.
Dan aku melepaskan seluruh aqidah menyimpang yang aku yakini selama ini sebagaimana aku melepaskan pakaianku ini (maka Abu al-Hasan al-Asy’ari pun melepaskan pakaian yang ia pakai sebagai isyarat)”.
๐Ÿ“š(Ibnu as-Sakir, Tabyin Kidzb al-Muftari, hal. 39).

☮️Kedalaman Ilmu Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari

๐Ÿ™Memang benar,
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari lebih terkenal dengan pemikirannya di dalam ilmu aqidah dengan karya monumentalnya yang berjudul
๐Ÿ“˜“Maqalat al-Islamiyyin”
Yang berisikan sejarah perkembangan berbagai sekte dalam Islam sejak zaman kenabian hingga di masanya.
✍️Akan tetapi, ia juga memiliki beberapa karya besar dalam berbagai bidang ilmu.
๐Ÿ“–Di dalam ilmu Hadits,
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari membuat kitab khusus yang berisikan
๐Ÿ‘‡
Bantahan terhadap Ibnu Rawandi, salah satu tokoh Mu’tazilah yang menentang hadits mutawattir.

๐Ÿ“–Di bidang tafsir Al-Qur’an,
๐Ÿ‘ณBeliau menulis kitab tafsir
๐Ÿ“˜Al-Mukhtazin.
๐Ÿ“–Di bidang ushul fiqh,
๐Ÿ‘ณBeliau menulis kitab
๐Ÿ“˜Al-Ijtihad dan al-Qiyas.

๐Ÿ‘ณMenurut Ibnu as-Sakir,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari memiliki 90 karya tulis.

๐Ÿ‘ณMenurut Ibnu Hazm, Ibnu Katsir, dan Ibnu Imad al-Hambali,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณBeliau memiliki 55 karya tulis.

๐Ÿ‘ณDan menurut Tajuddin as-Subuki,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณBeliau memiliki 21 karya tulis.

✍️Akan tetapi, saat ini hanya ada 8 karya beliau yang tercetak, yaitu :
๐Ÿ“˜Kitab Maqalat al-Islamiyyah,
๐Ÿ“˜Kitab al-Luma’ fi Radd ala Ahli Zaigh wal Bida’,
๐Ÿ“˜Kitab Tasir al-Qur’an,
๐Ÿ“˜Kitab al-Imad fi Ru’ya,
๐Ÿ“˜Kitab Risalah al-Iman,
๐Ÿ“˜Kitab Risalah al-Istihsan al-Khaud di Ilm al-Kalam,
๐Ÿ“˜Kitab Qaul Jumlah Ashab al-Hadits wa Ahlussunnah fi al-I’tiqad,
๐Ÿ“˜Dan kitab al-Ibanah an Ushul ad-Diyanah
๐Ÿ“š(lihat majalah Shaut al-Azhar edisi Rabi’ul Awwal 1440 H, hal. 170)

☪️Sang Penerus Manhaj Para Sahabat Nabi

๐Ÿ‘ณPeran Abu al-Hasan al-Asy’ari dalam bidang ilmu aqidah adalah sebagai tokoh yang menguatkan argumentasi serta dalil-dalil yang telah diutarakan oleh para ulama di zaman sebelumnya.
๐Ÿ‘ณIa adalah tokoh yang terang-terangan melawan segenap aqidah yang menyimpang dari pemahaman yang diajarkan para sahabat Nabi.
๐Ÿ‘ณIa menghadapi para pembesar sekte-sekte yang sesat dengan gagah berani untuk menjalankan wasiat baginda Nabi SAW

ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅุฐุง ู„ุนู† ุขุฎุฑ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุฉ ุฃูˆู„ู‡ุง ูู…ู† ูƒุงู† ุนู†ุฏู‡ ุนู„ู… ูู„ูŠุธู‡ุฑู‡ ูุฅู† ูƒุงุชู… ุงู„ุนู„ู… ูŠูˆู…ุฆุฐ ูƒูƒุงุชู… ู…ุง ุฃู†ุฒู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

☪️Rasululla SAW bersabda
✒️“Ketika generasi akhir umat ini telah melaknat generasi awalnya, maka barang siapa yang memiliki ilmu hendaklah ia menunjukkannya.
Maka sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu di saat seperti itu seperti orang yang menyembunyikan ilmu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW”
๐Ÿ“š(HR Thabrani).

๐Ÿ‘‡Hal ini, sebagaimana yang telah diutarakan oleh
๐Ÿ‘ณTajuddin as-Subuki 

ุงุนู„ู… ุฃู† ุฃุจุง ุงู„ุญุณู† ู„ู… ูŠุจุฏุน ุฑุฃูŠุง، ูˆู„ู… ูŠู†ุด ู…ุฐู‡ุจุง ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ู…ู‚ุฑุฑ ู„ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุณู„ู، ู…ู†ุงุถู„ ุนู…ุง ูƒุงู†ุช ุนู„ูŠู‡ ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูุงู„ุงู†ุชุณุงุจ ุฅู„ูŠู‡ ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุจุงุนุชุจุงุฑ ุฃู†ู‡ ุนู‚ุฏ ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุณู„ู ู†ุทุงู‚ุง ูˆุชู…ุณูƒ ุจู‡ ูˆุฃู‚ุงู… ุงู„ุญุฌุงุฌ ูˆุงู„ุจุฑุงู‡ูŠู† ุนู„ูŠู‡ ูุตุงุฑ ุงู„ู…ู‚ุชุฏูŠ ุจู‡ ููŠ ุฐุงู„ูƒ ุงู„ุณุงู„ูƒ ุณุจูŠู„ู‡ ููŠ ุงู„ุฏู„ุงุฆู„ ูŠุณู…ู‰ ุฃุดุนุฑูŠุง.

✒️“Ketahuilah, sungguh Abu al-Hasan tidaklah membuat bid’ah pemikiran, bukan juga mendirikan mazhab baru, akan tetapi ia meneguhkan mazhab ulama terdahulu, ia membela manhaj yang dibawa oleh para sahabat Nabi SAW.
✒️Maka penisbatan kepadanya adalah disebabkan ia meneguhkan jalan para ulama salaf dengan argumentasinya, ia berpegang teguh serta mendirikan argumentasi yang kuat atas manhaj ulama salaf.
✒️Maka, yang diikuti dari manhaj Abu al-Hasan beserta dalil-dalilnya disebut dengan Asy’ariyyan”
๐Ÿ“š(Tajuddin as-Subuki, Thabaqat Syafi’iyyah al-Kubra, hal. 365).

๐Ÿ“–Wasiat untuk Tak Memvonis Kafir Sesama Muslim

✍️Menjelang wafatnya pada tahun 324 H,
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari berwasiat kepada murid-muridnya untuk tidak megkafirkan sesama umat islam.
✍️Sebagaimana yang dicatat oleh
๐Ÿ‘ณSyamsuddin adz-Dzahabi dalam
☪️Kitab Siyar ‘Alam an-Nubala’

ุนู† ุฒุงู‡ุฑ ุจู† ุฎุงู„ุฏ ูŠู‚ูˆู„ ู„ู…ุง ู‚ุฑุจ ุญุถูˆุฑ ุฃุฌู„ ุฃุจูŠ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุฃุดุนุฑูŠ ููŠ ุฏุงุฑูŠ ุจุจุบุฏุงุฏ ุฏุนุงู†ูŠ ูุฃุชูŠุชู‡ ูู‚ุงู„ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู†ูŠ ู„ุง ุฃูƒูุฑ ุฃุญุฏุง ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ู„ุฃู† ุงู„ูƒู„ ูŠุดูŠุฑูˆู† ุฅู„ู‰ ู…ุนุจูˆุฏ ูˆุงุญุฏ ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ุงุฎุชู„ุงู ุงู„ุนุจุงุฑุงุช.

๐Ÿ“–Diriwayatkan dari
๐Ÿ‘ณZahir bin Khalid, bahwasannya beliau bercerita
✒️“Ketika telah dekal ajal Abu al-Hasan al-Asy’ari di rumahku di kota Baghdad, beliau memanggilku maka aku pun mendatanginya.
๐Ÿ‘ณAbu al-Hasan al-Asy’ari berwasiat
✒️“Aku bersaksi bahwa aku tak pernah mengkafirkan satu pun orang dari golongan ahlul qiblah (umat Islam), karena seluruhnya menghadap kepada Dzat yang disembah yang satu.
✒️Dan sesungguhnya perbedaan yang ada adalah perbedaan dalam penjelasannya saja.”
 

Muhammad Tholhah al Fayyadl, Mahasiswa jurusan Ushuluddin Universitas al-Azhar Mesir, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo

๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad