๐Ÿง˜BERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW 3️⃣

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐Ÿง˜BERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW.
Bagian 3️⃣

4️⃣. ๐Ÿ“– IJMA ULAMA

✍️Kesunnahan ziarah ke makam Rasulullah SAW juga didukung dengan Ijma (kesepakatan) para ulama salaf yang diakui.
✍️Ijma ini dikutip oleh ulama-ulama yang terpercaya.

๐Ÿ‘ณQodhi Iyadh al Maliki dalam kitabnya Asyifa mengatakan,
✒️“Ziarah ke kubur Nabi SAW adalah satu sunah daripada sunah-sunah kaum muslimin yang disepakati dan satu keutamaan yang dianjurkan.”

๐Ÿ“šDalam kitab al Madkhal,
๐Ÿ‘ณImam Ibnul Haj al Hanbali mengatakan,
✒️“Ibnu Hubairah menukilkan dalam kitabnya Ittifaq `aimmah (kesepakatan para imam):
๐Ÿ‘‡
Bersepakat Imam Malik, Syafii, Abu Hanifah, dan Ahmad ra bahwa menziarahi makam Nabi SAW adalah sunnah.

๐Ÿ‘ณAbdul Haq dalam Tadzhib at Thalib mengutip dari
๐Ÿ‘ณAbi Imran al Fasi bahwa
๐Ÿ‘‡
Menziarahi makam Nabi SAW adalah wajib.
✍️Abdul Haq mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wajib adalah sunnah yang sangat ditekankan.”

๐Ÿ‘ณSyaikh Ibnu Abidin al Hanafi
๐Ÿ“šDalam Radul Mukhtar mengatakan
✒️“Perkataan bahwa ziarah ke makam Nabi SAW dihukumi sunah adalah berdasarkan kesepakatan umat muslim sebagaimana yang disebutkan dalam al Lubab.”

๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar al Haitami asy Syafii
๐Ÿ“šDalam al Jauhar al Munadzom mengatakan,
✒️“Mengenai kesepakatan tentang disyariatkannya ziarah ke makam Rasulullah SAW itu telah dinukilkan oleh beberapa Imam penjaga syariat yang mulia yang menjadi panutan dalam penyebutan khilaf.
✒️Yang diperselisihkan di antara mereka hanya mengenai hukumnya apakah wajib atau sunnah.
✒️Mayoritas salaf dan khalaf menyatakan sunah bukan wajib. ✒️Berdasarkan yang mana saja dari dua pendapat ini maka berziarah dengan segala hal yang menunjang untuk melakukannya seperti melakukan perjalanan jauh walaupun dengan mengkhususkan niat untuk berziarah saja tanpa ada niat beritikaf atau shalat di masjidnya SAW termasuk ibadah yang paling utama dan usaha yang paling mendatangkan hasil.”

✍️Selain mereka masih banyak ulama yang mengutip kesepakatan mengenai anjuran berziarah ke makam Rasulullah SAW baik bagi yang dekat mau pun yang jauh. Di antaranya adalah:
๐Ÿ‘ณTaqiyudin al Hishni dalam Daf`u Syubahi man Syabbaha wa Tamarrad,
๐Ÿ‘ณAs Subki dalam Syifau Siqom,
๐Ÿ‘ณNuruddin as Samhudi dalam Wafaul Wafa dan ulama lainnya.

๐ŸŒด๐ŸซBepergian untuk berziarah

๐Ÿ“–Dalil-dalil yang telah disebutkan menunjukkan bahwa semua ulama ahlus sunnah wal jamaah tidak mengingkari anjuran menziarahi makam Nabi SAW.
๐Ÿง”Kemudian ada satu masalah yang diperselisihkan para pengingkar ziarah Nabi SAW yaitu masalah perjalanan untuk berziarah.
✍️Semestinya hal ini tidak perlu dipermasalahkan.
✍️Sebab ziarah itu menuntut untuk melakukan perjalanan.
✍️Tidak mungkin ada ziarah tanpa ada perjalanan menuju tempat yang diziarahi.
✍️Jika ziarah ke makam Nabi adalah sunah sudah tentu melakukan perjalanan menujunya adalah sunah pula sesuai dengan kaidah “perantara untuk yang sunah adalah sunah”.
✍️Oleh karena itu para sahabat dan ulama sejak dahulu sampai kini senantiasa melakukan dan menganjurkan untuk melakukannya. Di antara kisah shahih dan terkenal mengenai perjalanan dengan tujuan ziarah Nabi SAW adalah perjalanan ziarah sahabat Bilal ra.

๐Ÿซ๐ŸŒดPerjalanan ziarah Sahabat bilal RA 

๐Ÿ‘ณIbnu Asakir meriwayatkan dengan sanad yang jayid (baik) dari Sahabat ๐Ÿ‘ณAbu Darda ra
๐Ÿ“–Kisah menetapnya Bilal bin Rabbah di daerah bernama Dariya setelah Sahabat Umar bin Khathab ra membebaskan Baitul Maqdis.
๐Ÿ‘ณIa berkata,
✒️“Kemudian Bilal melihat Nabi SAW dalam mimpinya.
☪️Rasulullah SAW bertanya,
✒️“Apa arti jauhnya dirimu ini wahai Bilal? Tidakkah sudah tiba waktu bagimu untuk menziarahiku?”
๐Ÿง˜Bilal terbangun dalam keadaan sedih dan takut.
๐ŸซIa segera melakukan perjalanan menuju Madinah dan mendatangi kubur Nabi SAW.
๐Ÿ˜ญIa menangis di sana dan mengusapkan wajah di atas kubur beliau SAW…”
๐Ÿ‘†
Kisah ini diriwayatkan pula oleh as Samhudi dalam Wafaul Wafa.
๐Ÿ‘ณAl Mizi dalam Tahdzibmenukil perkataan As Subki bahwa sanad riwayat kisah ini adalah baik.
๐Ÿ‘ณBegitupula Asyaukhani mengatakan dalam Nailul Author bahwa sanad riwayat Ibnu Asakir adalah baik.

✍️Kesimpulan kisah ini bukan tentang mimpi sahabat Bilal saja, namun adalah perjalanan beliau ra dari Dariya menuju Madinah hanya untuk menziarahi makam Rasulullah SAW. Seandainya perjalanan untuk berziarah adalah haram, tidaklah mungkin beliau yang merupakan seorang sahabat besar melakukannya tanpa diinkari seorang pun dari sahabat termasuk Sayidina Umar ra yang terkenal keras.

Bersambung....

๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad