๐ŸงดANDA SUDAH PERNAH MINUM RACUN?

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐ŸงดANDA SUDAH PERNAH MINUM RACUN?

๐Ÿ‘ณIman Ar-Razi dalam Tafsirnya mengkisahkan tentang seorang Majusi (penyembah api) yang meminta kepada Khalid bin Walid untuk memperlihatkan sebuah ayat atau tanda supaya dirinya yakin untuk memeluk agama Islam.

๐Ÿ‘ณKhalid bin Walid lantas berkata:
✒️“Berikan kepadaku racun yang mematikan,”
๐Ÿ‘ดKemudian seorang Majusi tadi membawakan racun untuknya.
๐Ÿ‘ณLantas Khalid bin Walid mengambil dengan tangannya dan memulai dengan membaca basmalah. Lalu ia meminum racun semuanya. Atas izin dari Allah, Khalid bin Walid selamat tak terkena efek dari racun tersebut.

๐Ÿ‘ดMelihat kejadian ini, orang Majusi tadi berkomentar:
๐Ÿ“Œ“Ini baru agama yang benar,”
Melihat kejadian tersebut, seorang Majusi tadi lantas masuk Islam dan beriman kepada Allah SWT.

๐Ÿ“–Di dalam kisah lain suatu hari, Khalid bin Walid singgah di suatu kampung.
๐Ÿ‘ณOrang-orang memperingatkannya, ๐Ÿ“Œ“Waspadalah terhadap racun, jangan minum suguhan orang-orang asing!”
๐Ÿ‘ณNamun Khalid menjawab,
✒️“Berikan racun itu kepadaku!” Kemudian ia mengambil minuman beracun itu, lalu meneguknya sambil membaca basmalah, dan tidak terjadi sesuatu pun yang membahayakannya.
✍️๐Ÿ“š(Diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Al-Baihaqi, dan Abu Na`im dari Abu Safar)

๐Ÿ“–Dalam riwayat lain diceritakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Khalid bin Walid pergi ke suatu kampung.
๐Ÿ‘ดPenduduk kampung itu menyuruh Abdul Masih menyambut Khalid dengan membawa minuman yang mengandung racun ganas.
๐Ÿ‘ณKhalid berkata kepada Abdul Masih,
✒️“Berikan minuman itu!”
Ketika ia istirahat, Khalid mengambil minuman beracun itu lalu berdoa, ๐Ÿคฒ“Dengan menyebut nama Allah, Tuhan langit dan bumi.
๐ŸคฒDengan menyebut nama Allah yang tidak akan mencelakakan hamba-Nya, karena nama-Nya mengandung obat.”
๐Ÿ‘ณKemudian Khalid meneguk minuman beracun itu.
๐Ÿ‘ดAbdul Masih kembali ke kaumnya, lalu berkata,
๐Ÿ“Œ“Hai kaumku, ia telah minum racun ganas itu, tetapi ia tidak apa-apa.”
๐ŸคAkhirnya kaum itu berdamai dengan orang-orang muslim. 

๐ŸงดPernahkah anda membayangkan suatu saat anda di tantang oleh orang kafir untuk meminum racun, apakah keyakinan dan ilmu anda sudah sampai ke tahap Khalid bin Walid atau anda mundur teratur dan mengatakan bahwa Islam tidak menganjurkan ummatnya untuk minum racun?

๐Ÿ‘ณKhalid bin Walid sudah sampai ke tahap pembuktian (Haqqul Yaqin), sementara orang yang menyaksikan dia meminum dan beriman karena itu disebut sebagai Ainul Yaqin (Keyakinan karena melihat) dan orang yang mendengar dan membaca kisah Khalid bin Walid disebut dengan Ilmu Yaqin.
☺️Setelah membaca kisah Khalid bin Walid kemudian anda langsung menantang orang lain untuk yakin dengan Islam dengan cara minum racun sudah pasti itu konyol, anda PASTI mati.

๐Ÿ…Sama konyolnya orang yang menantang berkelahi dengan harimau hanya dengan bermodal sebuah buku silat harimau, sudah pasti dia diterkam harimau. Untuk menguasai silat harimau, dia harus berguru kepada orang yang ahli dalam silat tersebut, bertahun tahun berlatih sampai dia ketahap (Haqqul Yaqin), bisa membuktikan kehebatan silat harimau dengan menantang harimau.

✍️Jika hanya bermodalkan ilmu agama (syariat), mengganti kata “aku” dengan “ana”, mengganti kata “kamu” dengan “antum”, memperbanyak kata “Subhanallah” dan “Masyaallah” di dalam ucapan anda agar terlihat alim, saya sarankan jangan tantang orang minum racun, karena sudah PASTI anda mati, mati konyol.

๐Ÿ‘ณKhalid bin Walid berani minum racun karena kontak dia Allah dan Rasul-Nya SANGAT BAIK, kuat dalam Muraqabah-nya sehingga segala sesuatu dilakukan dengan KEPASTIAN bukan tebak tebakan atau sok-sok-an. Sebelum dia meminum racun tersebut terlebih dahulu dia mintak izin kepada Rasulullah SAW secara rohani, ketika izin itu turun barulah dia berani melakukannya. Khalid bin Walid sudah sampai ketahap, “Disertai oleh Allah dimanapun dia berada”.

๐Ÿ‘ณDalam kehidupan kita sebagai seorang muslim seharusnya kita mencontoh sahabat Nabi dimana mereka setiap saat senantiasa terhubungan rohaninya dengan Rasulullah SAW, terhubung pula dengan Allah SWT. Mereka senantiasa “Berjamaah” berimam-imam dengan Nabi dalam setiap gerak geriknya. Ilmu meminta konfirmasi kepada Rasulullah SAW dalam setiap tindakan tersebut sayangnya cuma ada di Tarekat. Ketika Tarekat ditinggalkan maka yang terjadi adalah anda hanya beribadah secara zahir, tidak ada kontak dan hubungan sedikitpun dengan Allah SWT.

☪️Karena Islam itu berlapis, kalau anda sudah puas dengan ilmu tentang Islam yang anda ketahui kemudian tidak mau lagi mencari tentang Kebenaran Islam yang hakiki, pertanyaannya sederhana, Apakah Anda Sudah Sampai Ketahap Minum Racun?

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad