8 Pintu Keberkahan di Dalam Rumah ( 1 )
8 Pintu Keberkahan di Dalam Rumah
Keberkahan menjadi salah satu permintaan yang paling sering dipanjatkan dalam doa kepada Allah Ta’ala. Apa itu berkah? Imam Al-Ghazali mendefinisikan berkah (barakah) dengan ziyaadatul khair atau bertambahnya kebaikan.
Kebaikan di sini bukan hanya terkait urusan duniawi semata, melainkan juga kesehatan, anak shalih, tetangga yang baik, ketenangan hidup, dan lainnya yang melingkupi urusan material dan spiritual.
Keberkahan ini juga yang senantiasa dimintakan setiap keluarga muslim, agar rumah tangganya berlimpah berkah dari Allah Ta’ala.
Selain dengan berdoa kepada Allah Ta’ala, ada delapan pintu keberkahan yang bisa Anda upayakan.
Pertama, dibiasakan membaca Al-Quranul Karim. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan keberkahan kepada siapapun yang membaca Al-Quran. Allah berfirman dalam QS. Al-An’am ayat 155:
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat”.
Nabi Muhammad juga menegaskan bahwa sebuah rumah akan dihadiri para malaikat dan dijauhi setan adalah rumah yang di dalamnya selalu dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Hadits Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْبَيْتَ لَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ أَنْ يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ. وَإِنَّ الْبَيْتَ لَيَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَهْجُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَقِلُّ خَيْرُهُ أَنْ لَا يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Sesungguhnya rumah itu benar-benar terasa lapang bagi penghuninya, malaikat pun hadir di dalamnya, setan terusir darinya, semakin banyak kebaikannya, manakala dibacakan Al-Quran padanya. Dan sesungguhnya rumah itu benar-benar terasa sempit bagi penghuninya, malaikat menjauh darinya, setan pun hadir di dalamnya, dan sedikit kebaikannya, ketika tidak dibacakan Al-Quran padanya,” (Shahih Sunan Ad-Darimi, no. 3352).
Komentar
Posting Komentar