๐งBERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW.Bagian 2️⃣
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐งBERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW.
Bagian 2️⃣
๐งPara pengingkar ziarah ke makam Rasulullah SAW menebar isu bahwa semua hadits yang menganjurkan ziarah kubur adalah dhaif (lemah) bahkan maudhu (palsu) sehingga tidak bisa dijadikan dalil.
❎Ucapan ini jelas keliru. Yang mengatakannya pasti tidak memiliki pemahaman tentang ilmu hadits dan kaidah jarh wat ta`dil (cacat dan keadilan perawi).
⛔Dan yang paling penting isu ini bertentangan dengan fakta yang ada.
✍️Dalam satu hal isu ini benar bahwa hampir semua hadits ini lemah (bukan maudhu),
๐namun perlu diketahui bahwa hadits-hadits lemah apabila memiliki banyak jalur periwayatan dan sebab lemahnya bukan karena perawinya dicurigai berbohong maka derajatnya bisa meningkat menjadi hasan (baik) sehingga bisa menjadi dalil syariat.
๐ณImam Adz Dzahabi sebagaimana dikutip dalam :
๐Al Maghosid al Hasanah ketika menjelaskan masalah hadits ziarah kubur mengatakan,
✒️“Jalur-jalur periwayatan hadits ini semuanya lemah namun saling menguatkan satu sama lain karena tidak ada perawi yang dicurigai sebagai pembohong.”
๐Sebagian hadits-hadits tentang ziarah bahkan dishahihkan oleh beberapa Ahli Hadits terkemuka seperti :
๐ณAs Subki,
๐ณIbnu Sakan,
๐ณAl Iraqi,
๐ณQodhi Iyadh,
๐ณMala Ali Qori,
๐ณAsy Syuyuthi,
๐ณAl Khafaji dan lainnya.
✍️Mereka semua adalah para panutan dan imam yang dijadikan sandaran.
๐ณPara Imam yang empat semuanya menyatakan bahwa ziarah ke makam Nabi SAW adalah ๐ Dianjurkan.
✍️Jika demikian maka ini cukup menjadi dasar atas shahih dan diterimanya hadits-hadits ziarah.
✍️Sebab dalam kaidah ilmu Ushul dan Hadits dikatakan, suatu hadits dhaif (lemah) bisa menjadi kuat
๐
Bila diamalkan dan difatwakan secara umum.
๐Di antara hadits-hadits ziarah adalah hadits
๐ณRiwayat sahabat Ibnu Umar ra bahwa
☪️Rasulullah SAW bersabda:
ู
َْู ุฒَุงุฑَ َูุจْุฑِْู َูุฌَุจَุชْ َُูู ุดََูุงุนَุชِْู
✒️Siapa yang menziarahi kuburku maka wajib atasnya syafaatku.
✍️Hadits ini diriwayatkan oleh :
๐ณAd Daruqutni dalam Sunannya,
๐ณQodhi Iyadh dalam as Syifa,
๐ณHakim Turmudzi dalam Nawadir,
๐ณAd Daulabi dalam al Kuna.
๐
Derajat hadits ini paling sedikit adalah hasan (baik).
๐ณAl Hafidz Suyuthi dalam
๐Al Manahil mengatakan,
✒️“Hadits ini memiliki jalur-jalur dan penguat-penguat yang menyebabkan Adz Dzahabi menghasankannya.”
๐
Al Munawi dan Mala Ali Qori menyatakan hal yang sama.
๐ณAs Subki dalam
๐Syifa As Siqom setelah menyebutkan jalur-jalur periwayatannya mengatakan, ✒️“Menjadi jelas bahwa derajat hadits ini paling sedikit adalah hasan dan sebagian ulama bahkan mengklaim hadits ini shahih.”
๐
Pendapat mengenai hasannya hadits ini juga dipastikan oleh
๐ณSyaikh Mahmud Said Mamduh.
๐Dalam riwayat lain dari
๐ณSahabat Ibnu Umar ra dikatakan bahwa
☪️Rasulullah SAW bersabda :
ู
َْู ุฌَุงุกَِْูู ุฒَุงุฆِุฑًุง َูุง ُِููู
ََّู ุฅَِّูุง ุฒَِูุงุฑِุชِْู َูุงَู ุญًَّูุง ุนََّูู ุฃَْู ุฃََُْููู َُูู ุดَِْููุนุงً
✒️Siapa yang datang kepadaku untuk berziarah. Ia tidak memiliki tujuan lain selain berziarah kepadaku maka wajib bagiku untuk menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat.
๐
Hadits ini diriwayatkan oleh :
๐ณIbnu Asakir dalam Tarikhnya,
๐ณAthabrani dalam al Kabir,
๐ณDan Ad Daruqutni dalam Sunannya.
๐ณAl Haitsami dalam
๐Majma Zawaid mengatakan,
✒️“Di dalam hadits ini terdapat perawi bernama Muslim bin Salim dan dia dhoif (lemah).”
✍️Namun sebenarnya paling sedikit derajat hadits ini adalah hasan melihat banyak jalur yang saling menguatkan. ✍️Sebagian ulama seperti al Hafidz Bushiri dan Ibnu Sakan menganggap hadits tersebut shahih.
๐Dalam riwayat lain
๐ณSahabat Ibnu Umar ra meriwayatkan sabda
☪️Nabi SAW:
ู
َْู ุญَุฌَّ َูุฒَุงุฑَ َูุจْุฑِْู ِْูู ู
َู
َุงุชِْู َูุงَู َูู
َْู ุฒَุงุฑَِْูู ِูู ุญََูุงุชِْู
✒️Siapa yang berhaji kemudian menziarahi kuburku setelah aku mati maka seakan ia menziarahiku ketika aku masih hidup.
๐
Hadits ini diriwayatkan :
๐ณAth Thabrani dalam al Kabir dan al Aushat.
๐ณSalah satu perawinya bernama Hafsh bin Abi Dawud.
✍️Imam Ahmad menganggapnya terpercaya namun Sebagian ulama menganggapnya lemah.
๐Ada pula hadits :
ู
َْู ุญَุฌَّ ََููู
ْ َูุฒُุฑِْْูู ََููุฏْ ุฌََูุงِْูู
✒️Siapa yang berhaji namun tidak menziarahiku maka ia telah menjauhiku.
๐
Hadits ini diriwayatkan :
๐ณAd Daruqutni dan Ibnu Hibban.
Di dalamnya ada perawi bernama :
๐ณNu`man bin Syabl yang sangat lemah,
๐
๐ณNamum Imran bin Musa menganggapnya terpercaya.
๐ณAl Bazar meriwayatkan pula hadits ini melalui jalur Ibrahim al Ghifari dan ia adalah perawi dhaif.
๐ณAl Baihaqi meriwayatkan hadits ini dari Sayidina Umar namun ia berkata dalam sanadnya terdapat orang yang tidak dikenal.
✍️Dan masih banyak hadits lainnya. Kesimpulannya bahwa hadits-hadits yang menunjukkan kesunahan ziarah ke kubur Nabi SAW secara khsusus ada yang sampai derajat hasan bahkan ada yang yang dishahihkan sebagian imam ahli hadits.
๐
Jadi hadits-hadits tersebut layak untuk dijadikan dalil.
๐คSungguh tidak tahu malu orang yang menghukumi semua hadits-hadits itu dengan maudhu (palsu) sebagaimana dikatakan sebagian orang yang tidak mengerti.
Bersambung...
๐Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar