๐Ÿง˜BERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW.Bagian 2️⃣

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐Ÿง˜BERSIMPUH DI MAKAM RASULULLAH SAW.
Bagian 2️⃣


3️⃣. ๐Ÿ“–HADITS

๐Ÿง”Para pengingkar ziarah ke makam Rasulullah SAW menebar isu bahwa semua hadits yang menganjurkan ziarah kubur adalah dhaif (lemah) bahkan maudhu (palsu) sehingga tidak bisa dijadikan dalil.
❎Ucapan ini jelas keliru. Yang mengatakannya pasti tidak memiliki pemahaman tentang ilmu hadits dan kaidah jarh wat ta`dil (cacat dan keadilan perawi).
⛔Dan yang paling penting isu ini bertentangan dengan fakta yang ada.

✍️Dalam satu hal isu ini benar bahwa hampir semua hadits ini lemah (bukan maudhu),
๐Ÿ“Œnamun perlu diketahui bahwa hadits-hadits lemah apabila memiliki banyak jalur periwayatan dan sebab lemahnya bukan karena perawinya dicurigai berbohong maka derajatnya bisa meningkat menjadi hasan (baik) sehingga bisa menjadi dalil syariat.
๐Ÿ‘ณImam Adz Dzahabi sebagaimana dikutip dalam :
๐Ÿ“šAl Maghosid al Hasanah ketika menjelaskan masalah hadits ziarah kubur mengatakan,
✒️“Jalur-jalur periwayatan hadits ini semuanya lemah namun saling menguatkan satu sama lain karena tidak ada perawi yang dicurigai sebagai pembohong.”

๐Ÿ“–Sebagian hadits-hadits tentang ziarah bahkan dishahihkan oleh beberapa Ahli Hadits terkemuka seperti :
๐Ÿ‘ณAs Subki,
๐Ÿ‘ณIbnu Sakan,
๐Ÿ‘ณAl Iraqi,
๐Ÿ‘ณQodhi Iyadh,
๐Ÿ‘ณMala Ali Qori,
๐Ÿ‘ณAsy Syuyuthi,
๐Ÿ‘ณAl Khafaji dan lainnya.
✍️Mereka semua adalah para panutan dan imam yang dijadikan sandaran.
๐Ÿ‘ณPara Imam yang empat semuanya menyatakan bahwa ziarah ke makam Nabi SAW adalah ๐Ÿ‘‰ Dianjurkan.
✍️Jika demikian maka ini cukup menjadi dasar atas shahih dan diterimanya hadits-hadits ziarah.
✍️Sebab dalam kaidah ilmu Ushul dan Hadits dikatakan, suatu hadits dhaif (lemah) bisa menjadi kuat
๐Ÿ‘‡
Bila diamalkan dan difatwakan secara umum.

๐Ÿ“–Di antara hadits-hadits ziarah adalah hadits
๐Ÿ‘ณRiwayat sahabat Ibnu Umar ra bahwa
☪️Rasulullah SAW bersabda:

ู…َู†ْ ุฒَุงุฑَ ู‚َุจْุฑِูŠْ ูˆَุฌَุจَุชْ ู„َู‡ُ ุดَูَุงุนَุชِูŠْ

✒️Siapa yang menziarahi kuburku maka wajib atasnya syafaatku.

✍️Hadits ini diriwayatkan oleh :
๐Ÿ‘ณAd Daruqutni dalam Sunannya,
๐Ÿ‘ณQodhi Iyadh dalam as Syifa,
๐Ÿ‘ณHakim Turmudzi dalam Nawadir,
๐Ÿ‘ณAd Daulabi dalam al Kuna.
๐Ÿ‘‡
Derajat hadits ini paling sedikit adalah hasan (baik).

๐Ÿ‘ณAl Hafidz Suyuthi dalam
๐Ÿ“šAl Manahil mengatakan,
✒️“Hadits ini memiliki jalur-jalur dan penguat-penguat yang menyebabkan Adz Dzahabi menghasankannya.”
๐Ÿ‘‡
Al Munawi dan Mala Ali Qori menyatakan hal yang sama.

๐Ÿ‘ณAs Subki dalam
๐Ÿ“šSyifa As Siqom setelah menyebutkan jalur-jalur periwayatannya mengatakan, ✒️“Menjadi jelas bahwa derajat hadits ini paling sedikit adalah hasan dan sebagian ulama bahkan mengklaim hadits ini shahih.”
๐Ÿ‘‡
Pendapat mengenai hasannya hadits ini juga dipastikan oleh
๐Ÿ‘ณSyaikh Mahmud Said Mamduh.

๐Ÿ“–Dalam riwayat lain dari
๐Ÿ‘ณSahabat Ibnu Umar ra dikatakan bahwa
☪️Rasulullah SAW bersabda :

ู…َู†ْ ุฌَุงุกَู†ِูŠْ ุฒَุงุฆِุฑًุง ู„َุง ูŠُู‡ِู…َّู‡َ ุฅِู„َّุง ุฒِูŠَุงุฑِุชِูŠْ ูƒَุงู†َ ุญَู‚ًّุง ุนَู„َูŠّ ุฃَู†ْ ุฃَูƒُูˆْู†َ ู„َู‡ُ ุดَูِูŠْุนุงً

✒️Siapa yang datang kepadaku untuk berziarah. Ia tidak memiliki tujuan lain selain berziarah kepadaku maka wajib bagiku untuk menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat.
๐Ÿ‘†
Hadits ini diriwayatkan oleh :
๐Ÿ‘ณIbnu Asakir dalam Tarikhnya,
๐Ÿ‘ณAthabrani dalam al Kabir,
๐Ÿ‘ณDan Ad Daruqutni dalam Sunannya.

๐Ÿ‘ณAl Haitsami dalam
๐Ÿ“šMajma Zawaid mengatakan,
✒️“Di dalam hadits ini terdapat perawi bernama Muslim bin Salim dan dia dhoif (lemah).”
✍️Namun sebenarnya paling sedikit derajat hadits ini adalah hasan melihat banyak jalur yang saling menguatkan. ✍️Sebagian ulama seperti al Hafidz Bushiri dan Ibnu Sakan menganggap hadits tersebut shahih.

๐Ÿ“–Dalam riwayat lain
๐Ÿ‘ณSahabat Ibnu Umar ra meriwayatkan sabda
☪️Nabi SAW:

ู…َู†ْ ุญَุฌَّ ูَุฒَุงุฑَ ู‚َุจْุฑِูŠْ ูِูŠْ ู…َู…َุงุชِูŠْ ูƒَุงู†َ ูƒَู…َู†ْ ุฒَุงุฑَู†ِูŠْ ูِูŠ ุญَูŠَุงุชِูŠْ

✒️Siapa yang berhaji kemudian menziarahi kuburku setelah aku mati maka seakan ia menziarahiku ketika aku masih hidup.
๐Ÿ‘†
Hadits ini diriwayatkan :
๐Ÿ‘ณAth Thabrani dalam al Kabir dan al Aushat.
๐Ÿ‘ณSalah satu perawinya bernama Hafsh bin Abi Dawud.
✍️Imam Ahmad menganggapnya terpercaya namun Sebagian ulama menganggapnya lemah.

๐Ÿ“–Ada pula hadits :

ู…َู†ْ ุญَุฌَّ ูˆَู„َู…ْ ูŠَุฒُุฑْู†ِูŠْ ูَู‚َุฏْ ุฌَูَุงู†ِูŠْ

✒️Siapa yang berhaji namun tidak menziarahiku maka ia telah menjauhiku.
๐Ÿ‘†
Hadits ini diriwayatkan :
๐Ÿ‘ณAd Daruqutni dan Ibnu Hibban.
Di dalamnya ada perawi bernama :
๐Ÿ‘ณNu`man bin Syabl yang sangat lemah,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณNamum Imran bin Musa menganggapnya terpercaya.
๐Ÿ‘ณAl Bazar meriwayatkan pula hadits ini melalui jalur Ibrahim al Ghifari dan ia adalah perawi dhaif.
๐Ÿ‘ณAl Baihaqi meriwayatkan hadits ini dari Sayidina Umar namun ia berkata dalam sanadnya terdapat orang yang tidak dikenal.

✍️Dan masih banyak hadits lainnya. Kesimpulannya bahwa hadits-hadits yang menunjukkan kesunahan ziarah ke kubur Nabi SAW secara khsusus ada yang sampai derajat hasan bahkan ada yang yang dishahihkan sebagian imam ahli hadits.
๐Ÿ‘‡
Jadi hadits-hadits tersebut layak untuk dijadikan dalil.
๐Ÿค”Sungguh tidak tahu malu orang yang menghukumi semua hadits-hadits itu dengan maudhu (palsu) sebagaimana dikatakan sebagian orang yang tidak mengerti.

Bersambung...

๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad