๐Ÿง˜๐Ÿ“œ*ZIKIR " ALLAH... ALLAH... ALLAH " DALAM AJARAN TASSAWUF, BENARKAH BID'AH?

☪️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“• ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž๐’Š๐’„ ๐‘บ๐’„๐’Š๐’†๐’๐’„๐’† ;
๐Ÿง˜๐Ÿ“œ*ZIKIR " ALLAH... ALLAH... ALLAH " DALAM AJARAN TASSAWUF, BENARKAH BID'AH?

 
๐ŸƒSalah satu Zikir yang diajarkan dalam tarekat adalah zikir ismu dzat, atau al-ismu al-mufrad yaitu lafal “Allah.. Allah.. Allah”.
Muhammad Amin al-Kurdi dalam Tanwir al-Qulub ketika menjelaskan cara zikir tarekat Naqshabandiyah mengatakan,
๐Ÿ“Œ“Sesungguhnya zikir qalbi ada dua macam, yaitu zikir ismu dzat dan nafi istbat. Zikir ismu dzat adalah menyebut nama ‘Allah’.”

๐ŸƒMuhammad Basim Dahman dalam Dalilul Mursyidin fi Taslikis Salikin menjelaskan, zikir al-ismu al-mufrad merupakan kepala atau pemimpin zikir dan pokok dari keikhlasan. Orang yang berzikir “Allah” seolah-olah mengatakan
๐Ÿ“Œ“Aku menghendaki Allah.. Aku menghendaki Allah” atau “Allah adalah yang aku kehendaki… Allah adalah yang aku kehendaki”. 

๐ŸƒDiriwayatkan dari sayyidah Aisyah ra, Rasulullah bersabda:

ุฅุฐَุง ุฃَุตَุงุจَ ุฃุญَุฏَูƒُู…ْ ู‡َู…ٌّ ุฃَูˆْ ู„َุฃْูˆَุงุกٌ ูَู„ْูŠَู‚ُู„ْ ุงู„ู„َّู‡ُ… ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุจِّู‰، ู„ุงَ ุฃُุดْุฑِูƒُ ุจِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง

✒️“Ketika kalian tertimpa kesedihan atau kesulitan, maka ucapkan “Allah”.. “Allah adalah Tuhanku, Aku tidak menyekutukannya dengan apa pun”.”

๐ŸƒAbdurrra’uf al-Munawi dalam Faidl al-Qadir menjelaskan, ketika kita tertimpa kesedihan dan kesulitan, disunahkan untuk berzikir “Allah… Allah” dan banyak mengulang-ulangnya agar merasakan kenikmatan berzikir, menyebut nama-Nya, sambil menghadirkan keagungan-Nya, dan mengokohkan tauhid kita kepada-Nya. Karena “Allah” adalah nama yang komprehensif, mengumpulkan seluruh sifat jalaliyyah (keagungan), sifat jamaliyyah (keindahan), dan kamaliyyah (kesempurnaan).

#️⃣. Dasar Hukum Zikir Ismu Dzat

1️⃣. Al-Qur’an

๐ŸƒAda banyak ayat yang menjelaskan tentang zikir ismu dzat, diantaranya adalah firman Allah:

ูˆَุงุฐْูƒُุฑِ ุงุณْู…َ ุฑَุจِّูƒَ ูˆَุชَุจَุชَّู„ْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชَุจْุชِูŠู„ุง

✒️“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.”
๐Ÿ“š(QS. Al-Muzammil [73] : 8)

๐ŸƒJuga firman Allah kepada baginda Rasulullah:

…ู‚ُู„ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุซُู…َّ ุฐَุฑْู‡ُู…ْ ูِูŠ ุฎَูˆْุถِู‡ِู…ْ ูŠَู„ْุนَุจُูˆู†َ

✒️“…katakanlah: “Allah”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.”.
๐Ÿ“š(QS. Al-An’am [06] : 91).

2️⃣. Hadis

๐ŸƒDalam Sahih Muslim sahabat Anas meriwayatkan sabda Rasulullah:

ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚َุงู„َ ู„ุงَ ุชَู‚ُูˆู…ُ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ุญَุชَّู‰ ู„ุงَ ูŠُู‚َุงู„َ ูِู‰ ุงู„ุฃَุฑْุถِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ

Rasulullah SAW. bersabda, 
✒️“Tidak akan terjadi kiamat, sampai kelak di dunia ini, tidak ada yang menyebut ‘Allah… Allah…’.”.

๐ŸƒDalam hadis di atas, Rasulullah mengulang-ulang ismu dzat “Allah”, untuk menguatkan makna atau agar lebih banyak menyebutnya. Menurut Mala Ali al-Qari dalam Mirqaatul Mafaatih, ketika manusia tidak ada lagi yang berzikir menyebut nama “Allah”, maka tidak ada lagi hikmah dari keberadaan manusia. Dari sini dapat dipahami bahwa keberadaan alam semesta ini karena berkah dari para ulama yang mengamalkan ilmunya, para ahli abadah yang saleh, dan orang-orang yang beriman secara umum.

๐ŸƒDalil hadis berikutnya adalah sabda Rasulullah SAW:

ูƒَุงู†َ ุณَู„ْู…َุงู†ُ ูِูŠ ุนَุตَุงุจَุฉٍ ูŠَุฐْูƒُุฑُูˆْู†َ ุงู„ู„ู‡َ، ูَู…َุฑَّ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„َّู… ูَูƒَูُّูˆْุง ูَู‚َุงู„َ: “ู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَู‚ُูˆْู„ُูˆْู†َ؟” ูَู‚ُู„ْู†َุง: ู†َุฐْูƒُุฑُ ุงู„ู„ู‡َ ุงู„ู„ู‡، ู‚َุงู„َ: “ุฅِู†ِّูŠ ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉَ ุชَู†ْุฒِู„ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูَุฃَุญْุจَุจْุชُ ุฃَู†ْ ุฃُุดَุงุฑِูƒَูƒُู…ْ ูِูŠْู‡َุง”…

✒️“Salman dan kelompoknya sedang berzikir kepada Allah, lalu Nabi Muhammad SAW lewat di dekat mereka. Maka mereka terdiam sejenak. Lalu Nabi bertanya: “Apa yang sedang kalian lakukan?” Mereka menjawab: “Kami sedang berzikir “Allah… Allah”. Kemudian Rasul bersabda: “Sungguh aku melihat rahmat Allah turun atas kalian, maka hatiku tertarik untuk bergabung bersama kalian membaca zikir.”…
๐Ÿ“š(HR. Ahmad).

3️⃣. Penjelasan para Ulama

๐ŸƒPara ulama banyak yang memerintahkan untuk melaksanakan zikir “Allah… Allah… Allah” sebagai salah satu amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Diantara penjelasan ulama tentang zikir ismu dzat adalah sebagai berikut:

๐ŸƒImam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin mengatakan:

ูَุฅِู†َّ ุฃَุตْู„َ ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุฏّูŠู†ِ ุงู„ู‚ُูˆْุชُ ุงู„ุญู„ุงู„ ูˆุนู†ุฏ ุฐู„ูƒ ูŠู„ู‚ู†ู‡ ุฐูƒุฑุง ู…ู† ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ ุญุชู‰ ูŠุดุบู„ ุจู‡ ู„ุณุงู†ู‡ ูˆู‚ู„ุจู‡ ููŠุฌู„ุณ ูˆูŠู‚ูˆู„ ู…ุซู„ุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆ ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆ ู…ุง ูŠุฑุงู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ู† ุงู„ูƒู„ู…ุงุช

๐Ÿ“Œ“Sesungguhnya dasar dari jalan tasawuf adalah makanan yang halal, ketika telah terpenuhi, seorang Syekh hendaknya mengajarkan muridnya salah satu zikir dari sekian banyak zikir, sampai lisan dan hatinya sibuk dengan zikir tersebut. Semisal seorang murid duduk sambil membaca “Allah… Allah” atau “Subhanallah… Subhanallah” atau kalimat-kalimat zikir lain sesuai dengan yang diajarkan oleh Syekh.”

๐ŸƒSebagaimana penjelasan di atas, Abdurra’uf al-Munawi dalam Faidl al-Qadir mengutip penjelasan para ulama ahli tasawuf:

ูˆู„ูŠุณ ู„ู„ู…ุณุงูุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุณู„ูˆูƒู‡ ุฃู†ูุน ู…ู† ุงู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูุฑุฏ ุงู„ู‚ุงุทุน ู…ู† ุงู„ุฃูุฆุฏุฉ ุงู„ุฃุบูŠุงุฑ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู„ู‡ ูˆู‚ุฏ ูˆุฑุฏ ููŠ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุงู„ุฐูƒุฑ ูˆุขุซุงุฑู‡ ูˆุชุฌู„ูŠุงุชู‡ ู…ุง ู„ุง ูŠูู‡ู…ู‡ ุฅู„ุง ุฃู‡ู„ ุงู„ุฐูˆู‚

๐Ÿ“Œ“Bagi orang yang sedang melakukan perjalanan suluk menuju Allah, tidak ada yang lebih bermanfaat dibandingkan zikir mufrad yang bisa memutus “makhluk” dari dalam hati. Zikir tersebut adalah menyebut “Allah”. Telah dijelaskan, bahwa hakikat zikir, dampak dan manifestasinya, tidak bisa difahami kecuali oleh orang-orang yang telah merasakannya”.

๐ŸƒDari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa zikir ismu dzat atau al-ismu al-mufrad merupakan amalan zikir yang dianjurkan untuk diamalkan dengan berdasarkan beberapa keterangan al-Quran, hadis Rasulullah dan penjelasan para ulama. Sedangkan dalam ajaran tarekat, cara dan jumlah amalan zikir “Allah” harus sesuai dengan bimbingan Syekh dalam tarekat tersebut.

Wallahu A’lam.

Mahdum Kholid Al Asror
Dosen STEI Darul Qur'an Minak Selebah, Lampung Timur.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
๐ŸŒLink ;
๐Ÿ“ฑhttps://t.me/aswaja_cyber
๐Ÿ“ฑhttps://andichavlins.blogspot.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad