Tanda-Tanda Seseorang Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah


☪️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“• ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž๐’Š๐’„ ๐‘บ๐’„๐’Š๐’†๐’๐’„๐’† ;
๐ŸŒ ☄️TANDA TANDA SESEORANG MENINGGAL DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH

๐ŸƒSetiap manusia di dunia ini pasti akan meninggal dunia. Berapapun usianya, baik itu karena penyakit, usia, maupun musibah.
Usia manusia tidaklah abadi. Baik itu tua, muda, laki-laki, maupun perempuan, semuanya akan kembali kepada-Nya.
Namun, setelah hari penghakiman, tidak semua manusia masuk surga. Itu bergantung pada amal ibadah yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.

๐ŸƒBarangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena Allah maka dia masuk Surga.
Husnul khotimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk mennggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah SWT, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.

๐ŸƒSebuah hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menunjukkan tentang khusnul khotimah pada seorang hamba, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุนَุจْุฏٍ ุฎَูŠْุฑًุง ุงุณْุชَุนْู…َู„َู‡ُ ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَูƒَูŠْูَ ูŠَุณْุชَุนْู…ِู„ُู‡ُ ู‚َุงู„َ ูŠُูˆَูِّู‚ُู‡ُ ู„ِุนَู…َู„ٍ ุตَุงู„ِุญٍ ู‚َุจْู„َ ู…َูˆْุชِู‡ِ

✒️"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.”

๐Ÿ”ปPara sahabat bertanya;
✒️“Bagaimana membuatnya beramal?”
๐Ÿ”ปBeliau menjawab:
๐Ÿ”ป“Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.”
๐Ÿ“š(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

๐ŸƒMati dalam keadaan husnul khotimah memiliki tanda-tanda. Diantara tanda-tanda itu ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, namun ada pula tanda-tanda itu bisa diketahui oleh semua orang.

๐ŸƒAdapun tanda yang hanya diketahui oleh seseorang yang hendak meninggal adalah adanya ‘bisyarah’ atau kabar gembira dari Allah bahwa dia telah mendapat keridhaan Allah dan berhak mendapat kemuliaan dari-Nya sebagai bentuk keutamaan yang diberikan Allah kepadanya.

๐Ÿ”ปAllah Subhanahu Wata’ala berfirman;

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฑَุจُّู†َุง ุงู„ู„َّู€ู‡ُ ุซُู…َّ ุงุณْุชَู‚َุงู…ُูˆุง ุชَุชَู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ุฃَู„َّุง ุชَุฎَุงูُูˆุง ูˆَู„َุง ุชَุญْุฒَู†ُูˆุง ูˆَุฃَุจْุดِุฑُูˆุง ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุงู„َّุชِูŠ ูƒُู†ุชُู…ْ ุชُูˆุนَุฏُูˆู†َ

✒️“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”
๐Ÿ“š(QS. Fushshilat:30).

๐Ÿ”ปPara sahabat bertanya;
✒️“Wahai Rasulullah, kami semua tidak menyukai kematian?”
๐Ÿ”ปRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
✒️“Bukan itu yang aku maksud, namun seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya.
Adapun orang yang banyak berbuat dosa, atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, maka datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk, atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya.”.
๐Ÿ“š(HR. Ahmad)

๐ŸƒAda beberapa husnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. 

๐Ÿ–‡️1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุขุฎِุฑُ ูƒَู„ุงู…ِู‡ِ ู„ุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ

✒️“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.”
๐Ÿ“š(HR. Abu Dawud)

๐Ÿ–‡️2. Meninggal dengan keringat di dahi, berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุจُุฑَูŠْุฏَุฉَ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ ุฃَู†َّู‡
ูƒَุงู†َ ุจِุฎُุฑَุงุณَุงู†َ ูَุนَุงุฏَ ุฃَุฎًุง ู„َู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุฑِูŠุถٌ ูَูˆَุฌَุฏَู‡ُ ุจِุงู„ْู…َูˆْุชِ ูˆَุฅِุฐَุง ู‡ُูˆَ ูŠَุนْุฑَู‚ُ ุฌَุจِูŠู†ُู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َูˆْุชُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ุจِุนَุฑَู‚ِ ุงู„ْุฌَุจِูŠู†

✒️“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.”.
๐Ÿ“š(HR. Ahmad)

๐Ÿ–‡️3. Mati pada malam Jum’at atau di siang hari Jum’at, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

ู…َุง ู…ِู†ْ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ูŠَู…ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَูˆْ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฅِู„َّุง ูˆَู‚َุงู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِุชْู†َุฉَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ

✒️“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.”
๐Ÿ“š(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

๐Ÿ–‡️4. Orang yang meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar).
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

ุงู„ุทَّุงุนُูˆْู† ُุดู‡َุงَุฏَุฉٌ ู„ِูƒُู„ِّ ู…ُุณْู„ِู…ٍ

✒️“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.”
๐Ÿ“š(HR. Bukhari)

๐Ÿ–‡️5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, batu ginjal dan lain sebagainya.

ูˆَู…َู†ْ ู…َุงุชَ ูِูŠ ุงู„ْุจَุทْู†ِ ูَู‡ُูˆَ ุดَู‡ِูŠْุฏٌ

✒️“Barangsiapa yang mti karena sakit perut maka dia adalah syahid.”
๐Ÿ“š(HR. Muslim)

๐Ÿ–‡️6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

ุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุกُ ุฎَู…ْุณَุฉٌ ุงู„ْู…َุทْุนُูˆู†ُ ูˆَุงู„ْู…َุจْุทُูˆู†ُ ูˆَุงู„ْุบَุฑِู‚ُ ูˆَุตَุงุญِุจُ ุงู„ْู‡َุฏْู…ِ ูˆَุงู„ุดَّู‡ِูŠุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

✒️“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.”
๐Ÿ“š(HR. Bukhari)

๐Ÿ–‡️7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) . Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas. Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

๐Ÿ–‡️8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

ู‚َุชْู„ُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ุดَู‡َุงุฏَุฉٌ ูˆَุงู„ุทَّุงุนُูˆู†ُ ุดَู‡َุงุฏَุฉٌ ูˆَุงู„ْุจَุทْู†ُ ูˆَุงู„ْุบَุฑَู‚ُ ูˆَุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ูŠَู‚ْุชُู„ُู‡َุง ูˆَู„َุฏُู‡َุง ุฌَู…ْุนَุงุกَ

✒️“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematiannya karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.”.
๐Ÿ“š(HR. Ahmad)

๐Ÿ–‡️9. Seseorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya. 
Abu Hurairah RA meriwayatkan;

ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ : ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ” ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ูŠُุฑِูŠุฏُ ุฃَุฎْุฐَ ู…َุงู„ِูŠ ู‚َุงู„َ : ูَู„َุง ุชُุนْุทِู‡ِ ู…َุงู„َูƒَ ู‚َุงู„َ : ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ู‚َุงุชَู„َู†ِูŠ ู‚َุงู„َ : ู‚َุงุชِู„ْู‡ُ ู‚َุงู„َ : ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ู‚َุชَู„َู†ِูŠ ู‚َุงู„َ : ูَุฃَู†ْุชَ ุดَู‡ِูŠุฏٌ ู‚َุงู„َ : ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ู‚َุชَู„ْุชُู‡ُ ู‚َุงู„َ : ู‡ُูˆَ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ “

✒️Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; 
๐Ÿ“Œ“Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?”
Beliau bersabda,
๐Ÿ“Œ“Jangan engkau berikan hartamu!” ๐Ÿ“Œ"Bagaimana kalau ia melawanku?”
Beliau bersabda;
๐Ÿ“Œ“Lawanlah dia!”,
๐Ÿ“Œ“Bagaimana kalau dia membunuhku?”
Beliau bersabda;
๐Ÿ“Œ“Engkau syahid”,
๐Ÿ“Œ“Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?”
Beliau bersabda;
๐Ÿ“Œ“Dia di neraka!.”
๐Ÿ“š(HR. Muslim)

๐Ÿ–‡️10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh. Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ : ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุงุจุชِุบَุงุกَ ูˆَุฌْู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ุฎُุชِู…َ ู„َู‡ُ ุจู‡َุง ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ، ูˆَู…َู†ْ ุตَุงู…َ ูŠَูˆْู…ًุง ุงุจุชِุบَุงุกَ ูˆَุฌْู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฎُุชِู…َ ู„َู‡ُ ุจู‡َุง ، ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ، ูˆَู…َู†ْ ุชَุตَุฏَّู‚َ ุจุตَุฏَู‚َุฉٍ ุงุจุชِุบَุงุกَ ูˆَุฌْู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฎُุชِู…َ ู„َู‡ُ ุจู‡َุง ، ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ “

✒️“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena Allah maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia mennggal maka dia masuk Surga.”.
๐Ÿ“š(HR. Ahmad).

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber



Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad