Takwa Tujuan Semua Ibadah

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐Ÿง˜๐ŸคฒTAQWA TUJUAN SEMUA IBADAH

๐Ÿ“–Ayat-ayat yang berhubungan dengan shalat, puasa, zakat, dan haji memiliki korelasi yang sangat erat dengan takwa, malah memiliki kaitan yang sangat vital, karena tujuan empat macam ibadah tersebut adalah tercapainya ketakwaan.

๐Ÿง˜Seperti ketika Allah menyatakan bahwa tujuan shalat adalah untuk mengingat-Nya dan agar dapat mencegah terjadinya perbuatan keji dan mungkar. 

๐Ÿ“–Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 14, serta surat Al-‘Ankabut ayat 45.

ุฅِู†َّู†ِูŠ ุฃَู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†َุง ูَุงุนْุจُุฏْู†ِูŠ ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ู„ِุฐِูƒْุฑِูŠ

✒️“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
๐Ÿ“š(QS, Thaha: 14)

ุงุชْู„ُ ู…َุง ุฃُูˆุญِูŠَ ุฅِู„َูŠْูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ۖ ุฅِู†َّ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ุชَู†ْู‡َู‰ٰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ۗ ูˆَู„َุฐِูƒْุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَูƒْุจَุฑُ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ุชَุตْู†َุนُูˆู†َ

✒️“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ๐Ÿ“š(QS. Al-‘Ankabut: 45)

๐Ÿง˜Tentu shalat yang dimaksud bukanlah shalat yang dilaksanakan sekadar melepas kewajiban, tetapi shalat yang dilakukan dengan keikhlasan, kepatuhan dan kesungguhan, serta keyakinan untuk bertemu dan kembali kepada-Nya di akhirat,
untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan dan menerima balasan-Nya.

☪️Mengingat Allah berarti menyadari keagungan-Nya dan pengawasan-Nya setiap saat dan di semua tempat. Menyadari ketergantungan kepada-Nya, karena Dia-lah yang selalu memenuhi kebutuhan. Juga berarti mengingat ancaman yang disediakan-Nya bagi orang-orang berdosa, dan janji bagi orang-orang yang bertakwa.

☪️Mengingat Allah subhanahu wa ta‘ala akan melahirkan kecintaan kepada-Nya, dan bukti kecintaan itu adalah mentaati apa yang diminta-Nya dan berani berkorban untuk-Nya. Sebagai hasil dari mengingat Allah dalam shalat dan pengaruhnya yang tetap dirasakan setelah shalat, mendorong orang untuk selalu berbuat ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

✍️Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri, bahwa selalu mengingat Allah dan meninggalkan kemaksiatan adalah nilai-nilai yang terpenting dalam takwa.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad