Mengapa Harus Mengikuti Asy’ariyah? Inilah Jawaban dan Faktanya
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐MENGAPA HARUS MENGIKUTI ASY'ARIAH DAN MATURIDIAH?
๐Dalam perkembangan itikad ataupun aqidah yang terjadi di tubuh umat islam saat ini terdapat kaum-kaum yang sangat sekuler bahkan menyesatkan kaum yang bermadzhab Asy’ari dalam masalah usuluddin ataupun pondasi-pondasi asal aqidah umat islam.
๐Bahkan lebih parahnya lagi mereka tidak segan-segan menghukumi kufur bagi kelompok yang mengikuti maszhab Asy’ari tersebut, sehingga jika ini di biarkan tentu sangat di khawatirkan bisa memperpecah belah persatuan dan kesatuan umat islam di seluruh dunia.
๐Terlebih lagi sekarang sedang gencar-gencarnya terjadi gozhul fiqri atau perang pemikiran dan metode pemahaman tentang aqidah ahlu sunnah wal jamaah yang di gemborkan oleh sebagian kelompok, melalu pemahaman dan pemikiran yang mereka tuangkan dan kembangkan sendiri.
๐Sebagai masyarakat awwam hadirnya fenomena seperti ini tentu sangatlah membingugkan, mana yang sebenarnya madzhab yang harus di ikuti dalam menguatkan akidah ahlu sunnah wal jama’ah yang sesungguhnya. Nah pertanyaan dari problema publik seperti ini sangat dibutuhkan klarifikasi yang jelas dan kompeten.
๐Jangan sampai menyesatkan apalagi keluar daripada aqidah ahlu sunnah wal jama’ah. Karena itu justru akan merusak nilai-nilai aqidah islam yang sesungguhnya yang sejak dahulu di bentengi dengan ajaran-ajaran Nabi. Sebagai jawabannya, berikut penerangan dan ulasan tentang keharusan kita bermadzhab pada Asy’ari dalam urusan aqidah.
๐Dalam penerangannya Imam Izzuddin bin Abdissalam mengatakan bahwa sesungguhnya akidah madzhab Asy’ari telah disepakati oleh seluruh ulama :
๐Syafi’iyyah,
๐Malikiyyah,
๐Hanafiyyah dan
๐Para petinggi ulama Hanbilah.
Di antaranya adalah guru besar madzhab Malik yang hidup sezaman dengan Imam Asy’ari, yaitu :
๐Syaikh Abu Amr bin Hajib dan
๐Guru besar madzhab Hanafi, Jamaluddin al-Hushairi.
✍️Pendapat ini di ikuti oleh para Ulama-ulama besar lainnya yang mengemukakan penerangannya seperti Imam al-Khayali mengatakan dalam Hasyiyah Syarah al-Aqaid bahwa madzhab Asy’ariyyah adalah Ahlussunnah wa al-Jama’ah.
๐( Ittihaf as-Sadah juz 2 hlm. 7 ).
๐Bahkan menariknya lagi Ibnu Taimiyyah dalam al-Fatawi (IV/16) yang nitabane nya seorang ulama yang menjadi panutan bagi sebagian kelompok yang di maksud mengatakan tentang madzhab Asy’ariyyah:
๐“Adapun para ulama yang melaknat Imam-Imam Asy’ariyyah.
Maka sesungguhnya siapa yang melaknat mereka, maka harus di ta’zir (di beri hukuman) dan laknat tersebut kembali kepada pelaknatnya. Siapa yang melaknat seseorang yang tidak berhak di laknat, maka laknat akan mengenai dirinya sendiri. Ulama adalah penolong ilmu-ilmu agama dan Asy’ariyyah adalah penolong dasar-dasar agama (ushul ad-din)”
๐Sebagai gambaran bukti dari kekeliruan mereka terhadap kaum Asy’ariyyah sebagaimana yang terdapat catatan yang ada pada kitab al-Ghuluw, makalah Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki hal. 23 dalam dialog nasional ke-2 di Makkah Mukarramah.
๐Dan di sebutkan bahwa tindakan anarkis dari sebuah kelompok yang selalu menyeru berjihad ternyata melakukan pembakaran kitab-kitab dan mausu’ah ilmiyyah (ensiklopedi) termasuk diantaranya adalah kitab Fath al-Bari syarah Shahih al-Bukhari karya al-Hafizh Ibnu Hajar hanya gara-gara beliau di tuduh bermadzhab Asy’ari serta mengikuti jejak Asy’ariyyah dalam mentafsiri hadits-hadits sifat yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari.
๐Lalu siapakah Asy’ariyyah sesungguhnya? Asy’ariyyah adalah kelompok ulama-ulama Islam yang terdiri dari ahli hadits, ahli fiqh dan ahli tafsir, diantara Ulama-Ulama besar yang termasuk pada madzhab Asyariyah diantaranya:
๐1. Al-Hafizh Abu Hasan ad-Daraquthni
๐2. Al-Hafizh Abu Nu’aim al-Ashbahani, penulis Hilyah al-Auliya’
๐3. Al-Hafizh al-Hakim an-Nasaiburi, penulis al-Mustadrak
๐4. Al-Hafizh Ibni Hibban
๐5. Al-Hafizh al-Baihaqi
๐6. Al-Khathib al-Baghdadi
๐7. Al-Hafizh as-Sakhawi
๐8. Syaikh al-Islam Ibnu Shalah
๐9. Syaikh Ibnu Daqiq al-Id
๐10. Al-Hafizh Ibnu Abi Jamrah al-Andalusi
๐11. Al-Hafizh al-Mundziri, penulis at-Targhib wa at-Tarhib
๐12. Syah Waliyullah ad-Dihlawi, penulis kitab Hujjah Allah al-Balighah
๐13. Al-Hafizh al-Munawi, penulis kitab Faidh al-Qadir
๐14. Qadhi Iyadh, penulis asy-Syifa’ bi Ta’rifi Huquq al-Mushthafa
๐15. Syaikh Ibni Khaldun, penulis al-Muqaddimah
๐16. Abu Ishaq al-Isfirayini
๐17. Imam Abu Bakar al-Baqillani
๐18. Sa’duddin at-Taftazani, penulis kitab Syarah al-Maqashid
๐19. Sulthan al-Ulama, Izziddin bin Abdissalam
๐20. Imam Ibnu Asakir
๐21. Imam as-Sirazi
๐22. Al-Hafizh al-Kirmani, penulis Syarah Shahih al-Bukhari
๐23. Ibnu Hajar al-Asqalani (seorang ahli hadits yang tanpa disangsikan lagi bahwa pengarang kitab Fath al-Bari syarah Shahih al-Bukhari tersebut adalah bermadzhab Asy’ari dan kitabnya tersebut adalah kitab yang tidak bisa di tinggalkan ulama).
๐24. Imam an-Nawawi (guru besar Ahlussunnah dan pengarang kitab Syarah Shahih Muslim).
๐25. Imam al-Qurthubi (guru besar tafsir dan pengarang kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an)
๐26. Imam al-Hafizh al-Mufassir Ibnu Katsir
๐27. Imam Mufassir Fakhruddin ar-Razi
๐28. Imam al-Hafizh al-Baghawi, penulis kitab Syarah as-Sunnah
๐29. Imam az-Zarkasyi
๐30. Imam Mufassir Abu Laits as-Samarqandi
๐31. Imam Mufassir Ibnu Athiyyah al-Andalusi
๐32. Imam Mufassir Abul Hasan an-Naisaburi
๐33. Ibnu Hajar al-Haitami (pengarang kitab az-Zawajir dan lain-lain)
๐34. Zakariyya al-Anshari (guru besar fiqh dan hadits)
๐35. Abu Bakar al-Baqillani
๐36. Al-Qusthalani (penulis Irsyad as-Sari Syarah Shaih al-Bukhari)
๐37. An-Nasafi (ahli tafsi dan penulis tafsir an-Nasafi)
๐38. Imam asy-Syirbini
๐39. Abu Hayyan an-Nahwi
๐40. Imam al-Juwaini
๐41. Imam al-Haramain
๐42. Imam al-Ghazali
๐43. Imam al-Qarafi, murid Izziddin bin Abdissalam
๐44. Imam az-Zabidi, pengarang kitab Ittihaf as-Sadah al-Muttaqin
๐45. Imam as-Sathibi (ulama’ qira’at)
๐46. Imam Dhiya’uddin al-Maqdisi
๐47. Imam Ibnu Hajib
๐48. Imam Ibnu Abidin
๐49. Imam al-Qari’ Ibnu Jazri
๐50. Imam al-Hafizh Ahmad Ash-Shiddiq al-Ghumari
๐51. Imam al-Bajuri, penulis kitab al-Bajuri Ibni Qasim
๐52. Al-Habib al-Quthb Abdullah bin Alawi al-Haddad.
๐53. Imam ar-Rafi’I asy-Syafi’i
๐54. Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki
๐55. Syaikh Yusuf an-Nabhani
๐56. Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi (Mesir)
๐57. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Mufti Mekkah
๐58. Sayyid Abbas al-Maliki
๐59. Sulthan Shalahuddin al-Ayyubi (Dinasti Abbasiyyah)
๐60. Sulthan Muhammad al-Fatih
๐61. Dan lain-lain.
๐Dari itu semua, jika pengikut madzhab Asy’ariyyah di anggap sebagai orang sesat, maka berapa ribu ulama Asy’ariyyah dan berapa juta muslimin yang menjadi korban penyesatan dan pengkufuran? Lalu kenapa, mereka selalu mengutip pendapat Ibnu Hajar al-Asqalani, Ibnu Katsir, al-Qurthubi, ar-Razi, Ibnu Hibban dan lain-lain, yang padahal mereka semua dianggp sesat? Naudzubillahi Min dzalik.
Wallohu A’lamu Bishowaab
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar