Makna Firman Allah “Kun Fayakun”

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
☪️MAKNA FIRMAN ALLAH SWT " KUN FAYAKUN ".


☪️Dalam al-Qur’an Allah berfirman: ✒️“Inama Amruhu Idza Arada Sya’ian An Yaqula Lahu Kun Fayakun”
๐Ÿ“š(QS. Yasin: 82).

๐Ÿค”Makna ayat ini bukan berarti bahwa setiap Allah berkehendak menciptakan sesuatu, maka dia berkata:
๐Ÿ“Œ“Kun”, dengan huruf
๐Ÿ“Œ“Kaf” dan
๐Ÿ“Œ“Nun” yang artinya
๐Ÿ“Œ“Jadilah…!”.
Karena seandainya setiap berkehendak menciptakan sesuatu Allah harus berkata
๐Ÿ“Œ“Kun”, maka dalam setiap saat perbuatan-Nya tidak ada yang lain kecuali hanya berkata-kata:
๐Ÿ“Œ“kun, kun, kun…”.
Hal ini tentu rancu.

☪️Karena sesungguhnya dalam waktu yang sesaat saja bagi kita, Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang tidak terhitung jumlanya. ๐Ÿ“ŒDeburan ombak di lautan,
๐Ÿ“ŒRontoknya dedaunan,
๐Ÿ“ŒTetesan air hujan,
๐Ÿ“ŒTumbuhnya tunas-tunas,
๐Ÿ“ŒKelahiran bayi manusia,
๐Ÿ“ŒKelahiran anak hewan dari induknya,
๐Ÿ“ŒLetusan gunung,
๐Ÿ“ŒSakitnya manusia dan kematiannya,
๐Ÿ“ŒSerta berbagai peristiwa lainnya, semua itu adalah hal-hal yang telah dikehendaki Allah dan merupakan ciptaan-Nya.
๐Ÿค”Semua perkara tersebut bagi kita terjadi dalam hitungan yang sangat singkat, bisa terjadi secara beruntun bahkan bersamaan.

☪️Adapun sifat perbuatan Allah sendiri (Shifat al-Fi’il) tidak terikat oleh waktu. Allah menciptakan segala sesuatu, sifat perbuatan-Nya atau sifat menciptakan-Nya tersebut tidak boleh dikatakan
๐Ÿ“Œ“di masa lampau”,
๐Ÿ“Œ“di masa sekarang”, atau
๐Ÿ“Œ“di masa mendatang”.
Sebab perbuatan Allah itu azali, tidak seperti perbuatan makhluk yang baru.

ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ: “ูƒَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ุดَู‰ุกٌ ุบَูŠْู€ุฑُู‡ُ” (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ูˆุงุจู† ุงู„ุฌุงุฑูˆุฏ)

☪️Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda:
✒️“Allah ada pada azal (Ada tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”.
๐Ÿ“š(H.R. al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn al-Jarud)

☪️Perbuatan Allah tidak terikat oleh waktu, dan tidak dengan mempergunakan alat-alat.
Benar, segala kejadian yang terjadi pada alam ini semuanya baru, semuanya diciptakan oleh Allah, namun sifat perbuatan Allah atau sifat menciptakan Allah (Shifat al-Fi’il) tidak boleh dikatakan baru.

☪️Kemudian dari pada itu, kata
๐Ÿ“Œ“Kun” adalah bahasa Arab yang merupakan ciptaan Allah (al-Makhluk).
☪️Sedangkan Allah adalah Pencipta (Khaliq) bagi segala bahasa. Maka bagaimana mungkin Allah sebagai al-Khaliq membutuhkan kepada ciptaan-Nya sendiri (al-Makhluq)?!

☪️Seandainya Kalam Allah
๐Ÿ“ŒMerupakan bahasa,
๐Ÿ“ŒTersusun dari huruf-huruf,
๐Ÿ“ŒDan merupakan suara,
Maka berarti sebelum Allah menciptakan bahasa
๐Ÿ“ŒDia diam; tidak memiliki sifat Kalam, dan Allah baru memiliki sifat Kalam setelah Dia menciptakan bahasa-bahasa tersebut.
Bila seperti ini maka berarti Allah baru, persis seperti makhluk-Nya, karena Dia berubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain.
Tentu hal seperti ini mustahil atas Allah.

( ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَู‰ุกٌ ) (ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุดูˆุฑู‰: 11)

✒️“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”.
๐Ÿ“š(QS. as-Syura: 11)

✍️Dengan demikian makna yang benar dari ayat dalam QS. Yasin: 82 diatas adalah sebagai ungkapan bahwa Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu tanpa lelah, tanpa kesulitan, dan tanpa ada siapapun yang dapat menghalangi-Nya.
✍️Dengan kata lain, bahwa bagi Allah sangat mudah untuk menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki, sesuatu tersebut dengan cepat akan terjadi, tanpa ada penundaan sedikitpun dari waktu yang Ia kehendakinya.

Wallahu a’lam bisshowab

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad