๐ง๐คฒLIMA JENIS TAFAKUR MENURUT ULAMA
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ง๐คฒLIMA JENIS TAFAKUR MENURUT ULAMA
Banyak ayat Al-Qur’an dan hadits yang menganjurkan dan menjelaskan keutamaan tafakur.
๐QS Ali Imran ayat 190 menyebut keutamaan orang yang berzikir dan bertafakur dalam situasi apa pun, baik dalam duduk, berdiri, maupun berbaring.
ุงَّูุฐَِูู َูุฐُْูุฑَُูู ุงََّููู َِููุงู
ًุง َُููุนُูุฏًุง َูุนََูู ุฌُُููุจِِูู
ْ ََููุชَََّููุฑَُูู ِูู ุฎَِْูู ุงูุณَّู
َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ
Artinya,
✒️“Mereka adalah orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.
Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi,”
๐(Ali Imran ayat 190).
๐ณSyekh M Nawawi Banten mengatakan bahwa para ulama memberikan penjelasan perihal jenis tafakur yang disinggung oleh ayat tersebut.
๐Menurut para ulama, tafakur itu terdiri atas lima jenis.
ูุงู ุฌู
ููุฑ ุงูุนูู
ุงุก ุงูุชููุฑ ุนูู ุฎู
ุณุฉ ุฃูุฌู
Artinya,
✒️“Mayoritas ulama menyebut lima jenis tafakur,”
๐(Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 6).
๐Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memasukkan kata “tafakur” dengan makna renungan, perenungan, perihal merenung, memikirkan, menimbang dengan sungguh-sungguh, dan pengheningan cipta.
๐งAdapun lima jenis tafakur yang dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten dari mayoritas ulama adalah sebagai berikut:
1️⃣. Pertama,
๐งTafakur dalam rangka merenungi ayat-ayat Allah. Dalam tafakur ini, seseorang harus bertawajuh dan meyakininya.
2️⃣. Kedua,
๐งTafakur dalam rangka merenungi nikmat-nikmat Allah. Tafakur ini dapat melahirkan mahabbah atau cinta pada diri seseorang kepada-Nya.
3️⃣. Ketiga,
๐งTafakur dalam rangka merenungi janji-janji Allah. Tafakur ini dapat menyalakan atau menambah semangat beramal saleh di hati seseorang.
4️⃣. Keempat,
๐งTafakur dalam rangka merenungi peringatan Allah. Tafakur ini dapat melahirkan rasa takut di hati seseorang kepada (siksa)-Nya.
5️⃣. Kelima,
๐งTafakur dalam rangka merenungi kelalaian diri dalam menjalankan perintah-Nya. Tafakur ini dapat menumbuhkan rasa malu di hati seseorang.
✍️Menanggapi poin kelima, Syekh M Nawawi Banten mengutip satu hikmah Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam-nya ketika seseorang tidak lagi merasa malu atas kelalaiannya dalam menjalankan perintah Allah.
ู
ู ุนูุงู
ุงุช ู
ูุช ุงูููุจ ุนุฏู
ุงูุญุฒู ุนูู ู
ุง ูุงุชู ู
ู ุงูู
ูุงููุงุช ูุชุฑู ุงููุฏู
ุนูู ู
ุง ูุนูุชู ู
ู ูุฌูุฏ ุงูุฒูุงุช
Artinya,
✒️“Salah satu tanda kematian batin adalah ketiadaan rasa sedih pada dirimu atas perbuatan taat yang luput dan ketiadaan rasa sesal atas kesalahan yang kaulakukan.”
๐ณSelain hikmah ini, Syekh M Nawawi Banten juga mengutip hikmah lain dari Al-Hikam yang terjemahannya,
✒️“Rasa sedih atau rasa sesal atas luputnya perintah Allah di saat ini atau di masa lalu tanpa disertai semangat perbaikan diri di masa mendatang adalah satu ciri keterpedayaan.”
๐ณHikmah yang dimaksud oleh Syekh M Nawawi Banten adalah sebagai berikut:
ุงูุญุฒู ุนูู ููุฏุงู ุงูุทุงุนุฉ ู
ุน ุนุฏู
ุงููููุถ ุฅูููุง ู
ู ุนูุงู
ุงุช ุงูุงุบุชุฑุงุฑ
Semua uraian ini merupakan upaya ulama dalam memahami tafakur dengan berbagai jenisnya. Wallahu a‘lam.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar