NASEHAT BUAT SALAFI WAHABI
_*NASEHAT BUAT SALAFI WAHABI*_
Saudara" sekalian, banyak yang menyangka kalau umat Islam ini tertinggal dari barat karena umat Islam berpecah belah. Itu tidak betul…sekali lagi tidak berul. (Itupun kita hanya tertinggal dari segi materi, adapun ruhani dan moral kita tetap lebih maju dari barat walhamdulillah).
Toh dulu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah minta tiga permintaan ke Allah agar umat Islam ini disatukan. Tapi tahu atau tidak, dua permintaan selainnya dikabulkan, adapun permintaan agar umatnya disatukan tidak dikabulkan.
Hm…Sepertinya perpecahan kita ini memang sudah ditakdirkan menjadi fitrah umat. Ya kita nikmati saja, tak usah ketakutanlah umat Islam ini akan tertinggal karena berpecah belah. Perpecahan tidak pernah membuat umat Islam tertinggal, tetapi yang membuat tertinggal adalah kemalasan dan kebodohan.
Toh dari dulu umat Islam mencapai kejayaannya juga berada dalam perpecahan. Masih ingatkan masa keemasan kita kapan, yah…Umayyah, Abbasyiah dan masa-masa kesultanankesultanan yang berikutnya semuanya dihiasi dengan perpecahan. Hanya saja mereka waktu itu dapat saling berpelukan dan dapat saling pinjam-meminjam garam walaupun berbeda-beda pemikiran.
Baru 250 tahunnya, kita ini tertinggal dari Barat. Persis tepat setelah lahirnya dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab. Saya tidak menuduh dakwah beliau menjadi biang kerok keruntuhan umat Islam. Tidak. Hanya saja, cara dakwahnya yang menyebabkan orang-orang umum (awam) untuk sibuk berijtihad langsung dari Alquran dan Sunnah perlu juga kita analisa lagi apakah ia berkonstribusi sebagai salah satu sebab tertinggalnya umat Islam di samping malas dan kebodohan yang menimpa umat ini atau tidak.
Kenapa??? Lihatlah sekarang, dokter. Ekonom, insinyur, arsitek, guru bahasa inggris, semuanya mau ngajarin para alim ulama dan ustadz tentang ilmu agama. Nah kan ngga nyambung tuh…Terbengkalailah bidang mereka.
Aturannya mereka sibuk di ekonomi saja, bagaimana agar ekonomi umat ini maju bias mengalahkan ekonomi Amerika, anturannya para insinyur sibuk bagaimana menciptakan nuklir pembangkit tenaga listrik agar Indonesia tidak mati lampu melulu, eh malah mereka sibuk mendebat ulama dan para pelajar agama dengan mainstream2 bid'ah, syirik, khurafat dan seterusnya.
Akhirnya terpaksa para ulama dan pelajar agama kita turun tangan meluruskan permasalahan-permasalahan agama yang beredar di masyarakat.
Udah dibilangin, eh mereka makin bandel pula. Hiufth….Orang-orang awam yang tidak mengerti akhirnya ngomong "Bagaimana umat Islam ini mau maju, ulamanya terus berdebat saja." Tuh kan yang disalahi ulama, padahal wahabi yang suka bikin rusuh.
Hm…saran saya kepada Saudara-saudaraku yang tercinta kaum Wahabiyin, agar bersikap lunaklah sedikit, Jangan suka membuat masyarakat bingung. Jangan mengungkit-ungkit dan membid'ah-bid'ahkan serta menyesat-nyesatkan masalah-masalah khilafiyah.
Masalah itu sudah selesai sejak sekian lama. Dulu para alim ulama dan masyarakat Islam kita, bisa saling menghargai walaupun berbeda-beda mazhabnya.
Tapi kenapa sekarang kalian tidak bisa. Kalian hanya akan menyibukkan dan membingungkan umat dengan syubhat-syubhat "kembali kepada alquran dan sunnah" kalian. Tidak ada yang salah dari mazhab, tasawuf, tawasul, maulid, tahlilan, salawatan, dzikir jamaah, qunut dan amalan-amalan umat lainnya.
Ini semua juga diambil dari Alquran dan Sunnah dan diamalkan oleh kaum muslimin secara turun temurun sejak sahabat hingga sekarang. Pemahaman kalian saja yang salah dalam memahami apa itu alquran dan sunnah.
Akhirnya saran saya kepada seluruh masyarakat Islam. Marilah kita kembali kepada amalan-amalan orang-orang tua kita dulu. Lihatlah orang-orang tua kita dulu. Begitu gagah melawan penjajah. Lihat kaum muslimin dulu, dibawah komando sang Shalahuddin Al Ayyubi begitu garang melawan tentara-tentara salib.
Lihatlah para sahabat radhiyallahu anhum, bagaikan singa ketika menaklukkan Romawi dan Persia. Sebabnya cuman satu. Hubungan mereka pada Rasulullah begitu kuat dan erat. Kekuatan kita yang sesungguhnya ada di Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bagaimanalah tak kuat, dulu kaum muslimin kuat karena mereka sering maulid. Di dalam maulid ada Rasulullah. Dulu mereka sering salawatan, di dalam salawat ada Rasulullah. Dulu mereka sering tawassulan, di dalam tawassul ada Rasulullah, di dalam dzikir jama'ah, lagi-lagi juga ada Rasulullah. Hidup mereka setiap hari dipenuhi oleh Rasulullah. Rasulullah berada di tengah-tengah mereka baik ketika masih hidup maupun ketika bersama Rafiqul a'la.
Bagaimana Allah hendak menurunkan azab, bala dan kekalahan sementara Rasulullah ada di tengah-tengah mereka. وما كان الله ليعذبهم و أنت فيهم...(الأنفال:33 “Dan Allah tidak hendak akan menyiksa mereka (umatmu Wahai Muhammad) sementara engkau berada di tengah-tengah mereka.”
Maka saya heran, jika kalian wahai kaum Wahabiyyin begitu gigih mengharamkan dan melarang orang untuk maulid, salawatan, tawassulan, dzikir jam'aah dan seterusnya.
Apakah kalian memang sengaja ingin melemahkan umat Islam atau tanpa kalian sadari.
Saya berharap kalian sudilah kiranya mempertimbangkan sedikit coret-coretan ini.
Kekurangan dan kesalahan dari Coretan ini dan kesempurnaan serta kebenaraan adalah dari Allah subhanahu wa ta'ala semata.
Saya menghaturkan beribu maaf kepada ikhwanina wa haba'ibina As-Salafiyyun Al-Wahhabiyyun. Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian semua. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar