๐️KUIS ANTI BID’AH
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐️KUIS ANTI BID’AH
๐Pilihlah satu jawaban yang benar menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHALIH!
๐ฟ. Soal tasbih : Apakah?
A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!
๐ฟMenggunakan tasbih untuk menghitung bilangan dzikir?
๐คAyo, dijawab dengan benar sesuai pemahaman salaf. Boleh bertanya kepada Mbah Google. Sudah ketemu jawabannya?
✍️Jawab:
Apakah jawaban anda A? Jika iya, selamat! Anda berarti sependapat dengan
๐งSyeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H).
Beliau memang dengan tegas menyebut bahwa penggunaan tasbih untuk dzikir itu bid’ah.
๐Beliau menyebut:
ุฃู ุงูุณุจุญุฉ ุจุฏุนุฉ ูู
ุชูู ูู ุนูุฏ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
. (ุณูุณูุฉ ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุถุนููุฉ
ูุงูู
ูุถูุนุฉ ูุฃุซุฑูุง ุงูุณูุฆ ูู ุงูุฃู
ุฉ، ุงูุฃูุจุงูู، (1/ 185)
๐Penggunaan tabih itu bid’ah, karena tak ada di zaman Nabi.
๐(al-Albani, Silsilat al-Ahadits ad-Dhaifah, h. 1/ 185).
๐คSo, jawaban yang benar menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHALIH untuk pertanyaan ini apakah “A”?
๐Eitss, nanti dulu.
๐Itu bukan menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHAHIH.
๐Itu pendapat Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H).
๐“Oh, tidak bisa. Sekali bid’ah ya bid’ah. Sudah jelas dalilnya. Semua bid’ah adalah sesat. Semua harus mengikuti dalil. Amalan itu harus ada dalilnya. Jika saja itu baik, pasti Nabi dan Salafusshalih sudah lebih dahulu mengamalkannya.”
๐คWah, apakah dalam hati Anda berkata seperti itu?
๐Jika iya, sepertinya ada baiknya Anda menambah referensi tempat ngaji dan sesekali mengganti
๐บChannel TV Islami Anda.
๐Itu tak lebih hanya jargon marketing, yel-yel MLM.
Sebagaimana jual jamu yang katanya, ๐“bisa menyembuhkan segala macam penyakit, dari ramuan asli nenek moyang.” Semua hukum kok dalilnya “tidak ada dalilnya”.
✍️Perlu diketahui,
๐งMenurut Syeikh Utsaimin (w. 1421 H)
๐ฟPenggunaan tasbih untuk berdzikir itu boleh lho.
๐Beliau menyebutkan:
ูุฅู ุงูุชุณุจูุญ ุจุงูู
ุณุจุญุฉ ูุง ูุนุฏ ุจุฏุนุฉ ูู ุงูุฏูู؛ ูุฃู ุงูู
ุฑุงุฏ ุจุงูุจุฏุนุฉ ุงูู
ููู ุนููุง ูู ุงูุจุฏุน ูู ุงูุฏูู، ูุงูุชุณุจูุญ ุจุงูู
ุณุจุญุฉ ุฅูู
ุง ูู ูุณููุฉ ูุถุจุท ุงูุนุฏุฏ. ู
ุฌู
ูุน ูุชุงูู ูุฑุณุงุฆู ุงูุนุซูู
ูู (13/ 241)
๐“Membaca tasbih dengan alat tasbih itu tidak dianggap bid’ah. Karena maksud dari bid’ah yang dilarang adalah bid’ah dalam agama. Sedangkan membaca dzikir tasbih dengan alat tasbih itu hanya cara untuk menghitung bilangan.”
๐(Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa, h. 13/ 241)
๐Begitu juga disampaikan oleh
๐งSyeikh bin Baz (w. 1420 H).
๐Beliau menyebutkan:
ูุฌูุฒ ูู ูู ุณุจุญ ุจุดูุก ูุงูุญุตู ุฃู ุงูู
ุณุจุญุฉ ุฃู ุงูููู، ูุชุฑููุง ุฐูู ูู ุจูุชู، ุญุชู ูุง ูููุฏู ุงููุงุณ ููุฏ ูุงู ุจุนุถ ุงูุณูู ูุนู
ูู، ูุงูุฃู
ุฑ ูุงุณุน ููู ุงูุฃุตุงุจุน ุฃูุถู ูู ูู ู
ูุงู. ู
ุฌู
ูุน ูุชุงูู ุงุจู ุจุงุฒ (29/ 318)
๐“Boleh saja menghitung bilangan tasbih dengan kerikil, alat tasbih, atau biji. Sedangkan melakukan hal itu hanya di rumah saja, sehingga orang tidak bertaqlid kepada hal itu maka lebih baik. Sebagian para salaf dahulu juga mengamalkannya. Hanya saja menghitung dzikir dengan jari itu lebih baik.”
๐(Ibnu Bazz, Majmu’ Fatawa, h. 29/ 318).
๐งMalahan Ibnu Taimiyyah (w. 728 H)
๐ฟMenyebut bahwa menggunakan tasbih untuk menghitung bilangan dzikir itu sesuatu yang baik.
๐Beliau menyebutkan:
ูุฃู
ุง ุนุฏู ุจุงูููู ูุงูุญุตู ููุญู ุฐูู ูุญุณู ููุงู ู
ู ุงูุตุญุงุจุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ู
ู ููุนู ุฐูู ููุฏ ุฑุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃู
ุงูู
ุคู
ููู ุชุณุจุญ ุจุงูุญุตู ูุฃูุฑูุง ุนูู ุฐูู ูุฑูู ุฃู ุฃุจุง ูุฑูุฑุฉ ูุงู ูุณุจุญ ุจู. (ู
ุฌู
ูุน ุงููุชุงูู، ุงุจู ุชูู
ูุฉ، 22/ 506)
๐“Menghitung bilangan dzikir dengan biji, krikil atau selainnya itu perkara yang baik. Sebagian shahabat Nabi juga pernah melakukannya.”
๐(Ibnu Taimiyyah, Majmu’ Fatawa, h. 22/ 506).
๐Siapa yang sesuai Salafusshalih?
๐Lantas, siapakah dari mereka yang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman SALAFUSSHALIH?
๐งKata al-Albani,๐
Di zaman Nabi tidak ada.
๐งKata Ibnu Taimiyyah,๐
Sudah ada di zaman Nabi, malahan dianggap sesuatu yang hasanah.
๐Apakah Anda bingung pilih yang mana?
๐Atau perkara bid’ah ini khilafiyyah? Bukankah semua bid’ah itu tersesat? Adakah bid’ah khilafiyyah?
๐Jika Anda bingung,
๐Kita lanjut ke pertanyaan berikutnya.
๐ฃ️. Soal adzan di dalam masjid, Apakah?
A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!
๐Melaksanakan adzan di dalam masjid?,
๐Masak sih bid’ah?
๐Pertanyaan macam apa ini? Bukankah kebanyakan adzan itu di dalam masjid?
✍️Jangan salah!
๐งMenurut Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H),
๐ฃ️Adzan di dalam masjid itu bid’ah. ๐Beliau menyebut:
ุฃู ุงูุฃุฐุงู ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ุจุฏุนุฉ ุนูู ูู ุญุงู. ุงูุฃุฌูุจุฉ ุงููุงูุนุฉ ุนู ุฃุณุฆูุฉ ูุฌูุฉ ู
ุณุฌุฏ ุงูุฌุงู
ุนุฉ، ุงูุฃูุจุงูู، (ุต: 70)
๐“Pokoknya, Adzan di dalam masjid itu bid’ah”.
๐(Muhammad Nashiruddin al-Albani, al-Ajwibah an-Nafiah, h. 70).
๐Nah, adzan di dalam masjid itu bid’ah menurut Syeikh al-Albani.
๐คMungkin beliau pernah hadir di masjid Nabawi dulu dan melihat adzannya tak di dalam masjid.
๐Hanya saja Lajnah Daimah Arab Saudi membantahnya. Disebutkan dalam fatwanya:
ูุง ููุจุบู ุงูุฅููุงุฑ ุนูู ุงูู
ุคุฐู ุฅุฐุง ุฃุฐู ุฏุงุฎู ุงูู
ุณุฌุฏ؛ ูุฃููุง ูุง ูุนูู
ุฏูููุงً ูุฏู ุนูู ุงูุฅููุงุฑ ุนููู. (ุงููุฌูุฉ ุงูุฏุงุฆู
ุฉ ููุจุญูุซ ุงูุนูู
ูุฉ ูุงูุฅูุชุงุก، ุต. 8/ 200)
๐“Tak sepantasnya inkar terhadap orang adzan di dalam masjid. Karena kita pun tak tahu dalil yang menujukkan pengingkaran itu”
๐(Lajnah Daimah, h. 8/ 200).
๐Pertanyaan berikutnya.
๐. Soal membuat mihrab atau tempat imam dalam masjid, Apakah?
A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!
๐Membuat mihrab atau tempat imam dalam masjid?
๐คApakah jawaban Anda? Seberapa seriuskah anda anti terhadap bid’ah?
๐Jika jawaban Anda “A”. Anda lagi-lagi sependapat dengan
๐งAl-Albani (w. 1420 H).
๐งBeliau dengan tegas menyebut bahwa mihrab itu bid’ah.
๐Beliau menyebut:
ูุฌู
ูุฉ ุงูููู: ุฃู ุงูู
ุญุฑุงุจ ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ุจุฏุนุฉ، ููุง ู
ุจุฑุฑ ูุฌุนูู ู
ู ุงูู
ุตุงูุญ ุงูู
ุฑุณูุฉ. (ุณูุณูุฉ ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุถุนููุฉ ูุงูู
ูุถูุนุฉ ูุฃุซุฑูุง ุงูุณูุฆ ูู ุงูุฃู
ุฉ، ุงูุฃูุจุงูู، 1/ 647)
๐Mihrab itu bid’ah. Tak ada alasan mengatakannya mashlahah mursalah. ๐(al-Albani, Silsilat al-Ahadits ad-Dhaifah, h. 1/ 647).
๐Jika bid’ah, apakah harus dihancurkan mihrab itu? Karena katanya setiap bid’ah itu pasti dhalalah.
๐Ternyata hal berbeda diungkap oleh
๐งSyeikh Utsaimin (w. 1421 H).
๐Beliau menyebut bahwa mihrab itu mubah. Beliau menyebut:
ูุงูุฐู ุฃุฑู ุฃู ุงุชุฎุงุฐ ุงูู
ุญุงุฑูุจ ู
ุจุงุญ. ู
ุฌู
ูุน ูุชุงูู ูุฑุณุงุฆู ุงูุนุซูู
ูู (12/ 412)
๐“Hal yang saya ketahui bahwa membuat mihrab itu mubah.”
๐(Ustaimin, Majmu’ Fatawa, h. 12/ 412).
๐Hal itu dikuatkan dengan fatwa dari Lajnah Daimah Arab Saudi. Disebutkan:
ูู
ูุฒู ุงูู
ุณูู
ูู ูุนู
ููู ุงูู
ุญุงุฑูุจ ูู ุงูู
ุณุงุฌุฏ ูู ุงููุฑูู ุงูู
ูุถูุฉ ูู
ุง ุจุนุฏูุง؛ ูู
ุง ูู ุฐูู ู
ู ุงูู
ุตูุญุฉ ุงูุนุงู
ุฉ ููู
ุณูู
ูู، ูู
ู ุฐูู ุจูุงู ุงููุจูุฉ ูุฅูุถุงุญ ุฃู ุงูู
ูุงู ู
ุณุฌุฏ. ูุชุงูู ุงููุฌูุฉ ุงูุฏุงุฆู
ุฉ – 1 (6/ 256)
๐“Umat Islam sejak dahulu telah membuat mihrab dalam masjid mereka, termasuk di zaman salaf dan setelahnya. Hal itu demi kemaslahatan umat Islam.”
๐(Fatawa Lajnah Daimah, h. 6/ 256).
๐ค. Bid’ah khilafiyyah
๐งJika dari ketiga contoh kasus diatas, para ulama panutan gerakan anti bid’ah hasanah itu berbeda pendapat terkait bid’ah, sebenarnya hal itu juga berlaku sama pada permasalahan bid’ah-bid’ah yang lain.
๐Permasalah bid’ah itu seringnya bukan terkait dalil atau tidak adanya dalil. Tetapi lebih kepada “ta’rif” atau pendefinisian sesuatu yang baru, dan “takyif syar’i” atau penyesuaian kasus baru dengan dalil-dalil syar’i yang sudah ada.
Jadi, siapakah dewan juri yang paling berhak dan punya “stempel” menetapkan jawaban dari permasalah-permasalah yang dianggap bid’ah?
๐ณJawabnya adalah para ulama Islam. Tentunya ulama’nya tidak hanya monopoli golongan tertentu saja. Ada bid’ah yang disepakati dhalalahnya, ada pula bid’ah yang masih diperselisihkan dhalalahnya.
Waallahua’lam bisshawab.
*Kuis ini berhadiah haji ke Makkah. Hanya biar tidak bid’ah hadiahnya, maka pergi hajinya naik unta.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar