Ini Alasan Mengapa Muslim Harus Bertakwa


Ini Alasan Mengapa Muslim Harus Bertakwa

Bagi seorang muslim, takwa adalah hal yang sangat vital, dan sangat perlu diraih dalam hidup. Mengapa harus bertakwa? 

Takwa menjadi syarat diterimanya amalan. Ia menjadi jalan masuk surga dan sebaik-baik bekal yang dibawa menuju kehidupan akhirat. Selain itu, takwa adalah tujuan dari ibadah dan spritualitas Islam.

Dalam kisah Qabil dan Habil yang diperintahkan untuk mempersembahkan kurban, Allah subhanahu wa ta‘ala hanya menerima kurban Habil, karena Qabil tidak ridha dengan ketentuan Allah dan memberikan yang terjelek.

Ketika Qabil bertekad membunuh saudaranya karena kedengkiannya yang memuncak, Habil menjawab,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

✒️“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).
Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”.
Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.
📚(QS. Al-Maidah: 27)

Menurut Al-Baidhawy, jawaban Habil itu menjelaskan pelajaran tersendiri, yakni bagaimana orang yang dengki seharusnya melihat kegagalan akibat kekurangannya sendiri, dan berupaya mengikuti langkah-langkah yang dilakukan orang yang ia dengki, bukan malah berupaya menghilangkan kenikmatannya.

Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa sesungguhnya ketaatan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta‘ala melainkan dari orang yang beriman dan bertakwa.

Jalan Masuk Surga
Banyak ayat Al Qur‘an yang menunjukkan dengan jelas bahwa surga diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Penyebutan balasan itu sering diiringi dengan penjelasan sifat-sifat mereka, seperti firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133-135.

Penjelasan sifat-sifat tersebut mengajarkan bahwa Allah menginginkan dan memerintahkan manusia untuk menjadi orang yang bertakwa, agar berhak mendapatkan kemuliaan surga, di mana kesenangan abadi di surga tidak diperoleh dengan cuma-cuma, melainkan dengan berbagai ujian dan cobaan dalam mengikuti dan menggapai sifat-sifat orang yang bertakwa.

Penggambaran kondisi surga dengan segala kenikmatan di dalamnya pun ada pelajaran di baliknya, yaitu agar manusia tertarik dan berlomba-lomba melakukan ketaatan dan ketakwaan. Walaupun hakikat kenikmatan surga yang sebenarnya, sangat jauh lebih dahsyat dari apa yang dipahami manusia, karena keterbatasan kemampuan manusia untuk menjangkau dan memahami.

Oleh karena itu Allah berfirman,

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Sajadah: 17)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad