HIJRAH ITU MUDAH, YANG SULIT ITU ADALAH ISTIQOMAH
HIJRAH ITU MUDAH, YANG SULIT ITU ADALAH ISTIQOMAH
Hijrah berasal dari Bahasa Arab yang artinya berpindah atau meninggalkan tempat. Menurut sejarahnya sendiri, hijrah sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya dari Mekkah ke Madinah untuk mempertahankan dan menegakkan akidah dan syari’at islam.
๐Sebagaimana dijelaskan di dalam Q.S Al-Baqarah : 218 yang artinya :
✒️“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
๐(Q.S Al-Baqarah: 218)
Namun, di zaman sekarang, makna hijrah dapat diartikan sebagai meninggalkan sesuatu yang buruk demi menuju sesuatu yang lebih baik. Misalnya yang semula belum menggunakan jilbab menjadi menggunakan jilbab dan seterusnya, sama seperti yang aku alami. Aku Raina, semula aku hanyalah orang biasa yang tidak punya kelebihan apapun, hidupku disibukkan dengan duniawi bahkan yang aku lakukan bukanlah hal yang bermanfaat, seperti nongkrong di mall, shopping, liburan dan banyak hal lainnya.
Sampai pada akhirnya aku merasa kebingungan, kenapa hidupku terasa kosong, bahkan tidak ada ketenangan di dalam diri ini, aku mulai berfikir ada apa dengan hidupku? Kenapa aku tidak pernah merasa puas dengan yang aku punya? Lantas aku terdiam dan terus memikirkannya. Sampai pada titik aku menemukan jawaban itu, aku menyadari bahwa aku telah lalai, hidupku tidak lagi didasari oleh iman, aku hanyut dalam kesesatan, sampai lupa akan batasan, aku memutuskan untuk kembali dan bersimpuh meminta pertolongan Allah.
Tidak pernah terpikir berada dititik ini, titik dimana aku menemukan orang yang benar-benar berada dijalan Allah, lingkungan penghafal Al-quran, yang terasa asing tapi menenangkan, aku mulai menemukan titik terang dalam hidupku. Seiring berjalannya waktu banyak hal yang membuat aku goyah, salah satunya lingkungan, temanku setiap hari tampilannya stylish sedangkan aku hanya memakai gamis, rasa ingin tampil menarik masih terlintas dipikiranku, tapi aku selalu berusaha menguatkan diri agar tidak kembali kejalan yang Allah murkai
ISTIQOMAH, inilah fase yang tersulit, memang benar ada fase dimana rasa ingin tau, ingin berubah, ingin dekat dengan-Nya itu luntur, ada saat dimana semangat itu lambat laun memudar, terkalahkan dengan hal yang lebih memuaskan hati. Tak ada yang bisa merubah seseorang pun, kecuali atas kemauan sendiri dengan izin Allah. pada masa ‘perubahan’ kita hanya butuh berjalan dengan pelan. Maka ketika kita menjaga perubahan itu, kita harus memeluknya erat-erat. Agar tak ada satupun dari perubahanmu yang akhirnya lepas satu persatu dan megembalikanmu ke masa lalu.
Selamat berjuang dijalan Allah, yakinlah atas izin Allah, Aku, dan kamu pasti bisa …
Komentar
Posting Komentar