๐ŸŒด๐ŸŒพFILOSOFI & SEJARAH KETUPAT TRADISI NUSANTARA

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐ŸŒด๐ŸŒพFILOSOFI & SEJARAH KETUPAT TRADISI NUSANTARA


๐ŸŒพSEJARAH KETUPAT

๐Ÿ‘ณAdalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

๐Ÿ‘ณSunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

๐ŸŒพArti Kata Ketupat.

๐ŸƒDalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari
๐Ÿ“"Ngaku Lepat dan Laku Papat".

✍️Ngaku lepat artinya : Mengakui Kesalahan.
✍️Laku papat artinya :  Empat Tindakan.

๐Ÿ–‡️Ngaku Lepat.
๐ŸคTradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

✍️Laku Papat.
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

๐Ÿ“ŒLebaran.
Artinya :
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.

๐Ÿ“ŒLuberan.
Artinya :
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

๐Ÿ“ŒLeburan.
Artinya :
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

๐Ÿ“ŒLaburan.
Artinya :
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

๐ŸƒFILOSOFI KUPAT – LEPET

๐ŸŒพKUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur?

Janur, diambil dari bahasa Arab“` *Ja’a nur* “`(telah datang cahaya ).

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.

Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja’a nur).

๐ŸŒพLEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.

Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

✍️Source: KH. Shohibul Faroji

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad