Dua Cara Menahan Amarah Menurut Imam Al-Ghazali 3
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐ก๐คDUA CARA MENAHAN AMARAH MENURUT IMAM AL-GHAZALI
Bagian ke 3️⃣
๐คDENGAN AMAL
๐งSedangkan dari sisi amal cara menahan amarah adalah dengan berdzikir membaca ta’awudz, kemudian berusaha menenangkan diri. Carilah posisi yang lebih rileks. Bila dalam keadaan berdiri, maka bisa berganti posisi dengan duduk. Jika dalam keadaan duduk, bisa berganti posisi dengan tidur miring. Dianjurkan pula berwudhu dengan air dingin.
๐ณAl-Imam al-Ghazali sebagaimana dikutip Syekh Jamaluddin al-Qasimi mengatakan:
َูุฃَู
َّุง ุงْูุนَู
َُู َูุฃَْู ุชََُููู ุจِِูุณَุงَِูู: ุฃَุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู
َِู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู
ِ، َูุฅِْู ُْููุชَ َูุงุฆِู
ًุง َูุงุฌِْูุณْ، َูุฅِْู ُْููุชَ ุฌَุงِูุณًุง َูุงุถْุทَุฌِุนْ، َُููุณْุชَุญَุจُّ ุฃَْู َูุชََูุถَّุฃَ ุจِุงْูู
َุงุกِ ุงْูุจَุงุฑِุฏِ؛ َูุฅَِّู ุงْูุบَุถَุจَ ู
َِู ุงَّููุงุฑِ، َูุงَّููุงุฑُ َูุง ُูุทِْูุฆَُูุง ุฅَِّูุง ุงْูู
َุงุกُ.
✒️“Adapun (mengatasi amarah dengan) amal, katakanlah dengan lisanmu, A’รปdzu billรขhi minasy syaithรขnir rajรฎm (aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).
Bila engkau berdiri, duduklah.
Bila engkau duduk, tidurlah miring. Disunahkan berwudhu dengan air yang dingin, sesungguhnya kemarahan adalah dari api, sedangkan api tidaklah bisa dipadamkan kecuali dengan air.”
๐(Syekh Jamaluddin al-Qasimi, Mau’ihhah al-Mu’mini min Ihya’ Ulum al-Din, hal. 208).
๐กBarangkali ekspresi kemarahan menurut sebagian kalangan adalah sebuah perbuatan yang menunjukan ketegasan, keberanian, dan keperkasaan.
Mereka tidak sadar bahwa yang demikian tersebut timbul dari kebodohannya, pelakunya tidak mengerti bahwa untuk menunjukan keberanian tidak harus bersikap demikian.
๐ณBahkan menurut al-Ghazali perbuatan tersebut menunjukan sakitnya hati dan kurangnya akal. Orang yang bodoh tentang hal ini bisa diobati dengan dibacakan kepadanya hikayat-hikayat tentang ahli pemaaf dan kebaikan-kebaikan yang didapatkan dari mereka.
๐ณAl-Imam al-Ghazali sebagaimana dikutip Syekh Jamaluddin al-Qasimi mengatakan:
َูุฃَุดَุฏُّ ุงْูุจََูุงุนِุซِ ِْููุบَุถَุจِ ุนِْูุฏَ ุฃَْูุซَุฑِ ุงْูุฌَُّูุงِู ุชَุณْู
َِูุชُُูู
ُ ุงْูุบَุถَุจَ ุดَุฌَุงุนَุฉً َูุนِุฒَّุฉَ َْููุณٍ، ุญَุชَّู ุชَู
َِูู ุงَّْูููุณُ ุฅَِِْููู َูุชَุณْุชَุญْุณَُِูู، ََููุฐَุง ู
َِู ุงْูุฌَِْูู، ุจَْู َُูู ู
َุฑَุถُ َْููุจٍ َُْูููุตَุงُู ุนٍَْูู، َُููุนَุงَูุฌُ َูุฐَุง ุงْูุฌَุงُِูู ุจِุฃَْู ุชُุชَْูู ุนََِْููู ุญَِูุงَูุงุชُ ุฃَِْูู ุงْูุญِْูู
ِ َูุงْูุนَِْูู، َูู
َุง ุงุณْุชُุญْุณَِู ู
ُِْููู
ْ ู
ِْู َูุธْู
ِ ุงْูุบَْูุธِ، َูุฅَِّู ุฐََِูู ู
ٌَُْูููู ุนَِู ุงْูุฃَْูุจَِูุงุกِ َูุงْูุนَُูู
َุงุกِ.
✒️“Dan motifasi paling besar yang mendorong untuk marah menurut mayoritas orang bodoh adalah apa yang mereka sebut kemarahan sebagai keberanian dan kemuliaan diri, sehingga dianggap baik dan dicondongi oleh nafsu. Ini adalah kebodohan, bahkan penyakit hati dan kurangnya akal. Orang bodoh ini bisa diobati dengan cara dibacakan kepadanya cerita-cerita orang yang ramah dan pemaaf, dan hal-hal yang dianggap baik dari mereka berupa menahan amarah, sesungguhnya hal tersebut dikutip dari para Nabi dan Ulama.”
๐(Syekh Jamaluddin al-Qasimi, Mau’idhah al-Mu’mini Min Ihya’ Ulum al-Din, hal. 207).
๐Demikian penjelasan mengenai tips menahan amarah yang dijelaskan oleh al-Imam al-Ghazali. Semoga kita bisa mengamalkannya.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar