๐ŸคฒDAHSYATNYA ISTIGHFAR

☪️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“• ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž๐’Š๐’„ ๐‘บ๐’„๐’Š๐’†๐’๐’„๐’† ; 
๐ŸคฒDAHSYATNYA ISTIGHFAR


๐Ÿ”ปDalam salah satu khutbahnya, Rasulullah Saw menasihatkan,
✒️“Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.”

๐ŸƒIstighfar, memohon ampunan Allah subhanahu wa ta’ala, merupakan solusi bagi problema kehidupan. ๐Ÿ”ปAbdullah bin Abbas yang lebih dikenal dengan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata:

ูƒุงู† ููŠู‡ู… ุฃู…ุงู†ุงู† : ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ، ูˆุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ . ูุฐู‡ุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ، ูˆุจู‚ูŠ ุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ .

✒️“Di tengah kaum muslimin, ada dua alat pengaman, yaitu keberadaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istighfar. Tetapi sekarang, Nabi telah wafat, sehingga alat pengaman yang tinggal adalah istighfar (memohon ampun kepada Allah).”

๐Ÿ”ปUcapan Ibnu Abbas di atas, dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (2/372) ketika mengomentari ayat 33 surah Al-Anfal:

ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูŠُุนَุฐِّุจَู‡ُู…ْ ูˆَุฃَู†ุชَ ูِูŠู‡ِู…ْ ۚ ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ُุนَุฐِّุจَู‡ُู…ْ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุณْุชَุบْูِุฑُูˆู†َ

✒️“Wahai Muhammad, Allah sama sekali tidak akan menurunkan adzab kepada kaum kafir Quraisy selama kamu berada di tengah-tengah mereka. Dan Allah tidak akan mengadzab mereka selama mereka mau memohon ampun kepada-Nya”.

๐Ÿ”ปImam al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shubaih, bahwasanya dia berkata:
✒️Ada seseorang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri rahimahumullah, tentang musim paceklik.
Lalu Hasan al-Bashri berkata,
✒️“Istighfarlah engkau kepada Allah.”

๐ŸƒAda lagi orang yang mengadu bahwa dia miskin.
๐Ÿ”ปHasan al-Bashri tetap menjawab,
✒️“Mintalah ampun kepada Allah.”
๐Ÿ”ปPengadu berikutnya mengatakan,
✒️“Do’akanlah saya agar dikaruniai anak.”
๐Ÿ”ปHasan al-Bashri tetap menjawab,
✒️“Mintalah ampunan kepada Allah.”

๐ŸƒKemudian ada lagi yang mengadu bahwa kebunnya kekeringan.
Hasan al-Bashri tetap menjawab,
✒️“Mohonlah ampun kepada Allah.”

๐Ÿ”ปMelihat hal itu, Rabi’ bin Shubaih heran dan berkata pada Hasan Al-Bashri.
✒️“Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?’

๐Ÿ”ปHasan al-Bashri rahimahullah menjawab,
✒️“Aku tidak menjawab dari diriku pribadi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam firman-Nya:

ูَู‚ُู„ْุชُ ุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุบَูَّุงุฑًุง # ูŠُุฑْุณِู„ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุนَู„َูŠْูƒُู… ู…ِّุฏْุฑَุงุฑًุง # ูˆَูŠُู…ْุฏِุฏْูƒُู… ุจِุฃَู…ْูˆَุงู„ٍ ูˆَุจَู†ِูŠู†َ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ ู„َّูƒُู…ْ ุฌَู†َّุงุชٍ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ ู„َّูƒُู…ْ ุฃَู†ْู‡َุงุฑًุง

✒️“Lalu aku berkata kepada kaumku, ‘Hendaklah kalian mohon ampun kepada Tuhan kalian dari kekafiran dan dosa-dosa kalian. Tuhan kalian itu senantiasa Maha Pengampun. Allah menurunkan hujan dari langit secara terus menerus kepada kalian. Allah memberikan harta dan anak kepada kalian. Allah memberikan kebun-kebun dan sungai-sungai kepada kalian.’“.
๐Ÿ“š(Qs. Nuh [71]: 10-12)

๐Ÿ”ปLalu seorang laki-laki bertanya pada Hasan al-Bashri,
✒️“Tidakkah seseorang di antara kita malu terhadap Tuhannya? Kita berbuat dosa lalu kita mohon ampun, lalu kita berbuat dosa lagi kemudian kita mohon ampun lagi, dan begitu seterusnya?”

๐Ÿ”ปAl-Hasan berkata kepada orang itu,
✒️“Setan ingin agar seorang di antara kalian berbuat seperti itu. Karena itu, kalian jangan meninggalkan istighfar untuk selama-lamanya.”

๐Ÿ”ปRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุทُูˆุจَู‰ ู„ِู…َู†ْ ูˆَุฌَุฏَ ูِู‰ ุตَุญِูŠูَุชِู‡ِ ุงุณْุชِุบْูَุงุฑًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง.

✒️“Sungguh beruntung bagi orang yang mendapatkan dalam buku catatan amalnya, banyak istighfar.”
๐Ÿ“š(HR. Ibnu Majah)

๐Ÿ–‡️Istighfar Tukang Roti

๐ŸƒDalam Kitab Shifatus Shafwah karangan Ibnul Jauzi, dikisahkan tentang pengembaraan Imam Ahmad bin Hambal ke suatu negeri, yang di negeri itu sudah banyak pengikut mazhabnya. 
Dalam perjalanan, beliau kemalaman dan menemukan sebuah masjid, beliau ingin menghabiskan malam di dalam masjid itu. 
Namun penjaga masjid tidak memperbolehkannya beristirahat di dalam masjid.

๐ŸƒKendati ketenaran Imam Ahmad sudah sampai di seluruh pelosok negeri, namun tak banyak orang mengenal sosok dan rupanya. Untunglah, ketika itu ada seorang pengusaha roti yang bersedia menerima beliau untuk menginap di rumahnya.

๐ŸƒKetika sampai di rumah, Imam Ahmad memperhatikan amalan yang terus diwiridkan oleh Si Tukang roti. Ia senantiasa beristighfar dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Lidahnya selalu basah dengan istighfar.

✒️“Wahai tuan, apa fadhilah (keutamaan) yang tuan dapatkan dari amalan (selalu beristighfar) tersebut?” tanya Imam Ahmad penasaran.

๐Ÿ”ปSang Tukang roti tersenyum.
✒️“Fadhilahnya, setiap do’a yang saya panjatkan kepada Allah selalu dikabulkan-Nya,” jawabnya.

✒️“Tapi, ada satu do’a saya yang hingga saat ini belum dikabulkan Allah,” sambungnya.

✒️“Do’a apakah itu, tuan?” tanyanya takjub.

✒️“Dari dahulu, saya berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan imam mazhab saya, yakni Imam Ahmad bin Hanbal. Namun hingga saat ini, saya belum juga dipertemukan dengan beliau,” tutur Tukang roti itu.

๐Ÿ”ปLalu, dengan takjub Imam Ahmad berkata,
✒️“Aku adalah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, aku benar-benar didatangkan oleh Allah kepadamu.”

๐ŸƒDemikian dahsyatnya kekuatan istighfar, sehingga Allah subhanahu wa ta’alat enggan untuk menolak do’a tukang roti yang dipanjatkan kepada-Nya.

๐Ÿ”ปRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…َู†ْ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุงู„ِุงุณْุชِุบْูَุงุฑَ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ู‡َู…ٍّ ูَุฑَุฌًุง ูˆَู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุถِูŠู‚ٍ ู…َุฎْุฑَุฌًุง ูˆَุฑَุฒَู‚َู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„ุงَ ูŠَุญْุชَุณِุจُ

✒️“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”.
๐Ÿ“š(Hr. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Wallahu’alam bish shawab…

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad