Benarkah Hukum Bermazhab Itu Wajib?
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
☮️BENARKAH HUKUM BER-MADZHAB ITU WAJIB?
๐คPertanyaan :
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
๐Apakah ada dalil bahwa kita wajib bermazhab?
๐Bukankah cukup bagi kita Alquran dan Alhadis?
๐Sebab jika kita bermazhab saya rasa umat akan banyak berselisih faham sehingga melemahlah kekuatan umat Islam.
Wassalam
๐คJawaban:
Wa'alaikumusalam warahmatullahi wa barakatuh..
๐Pertanyaan ini sangat penting melihat bagaimana perkembangan keislaman dan syubhat-syubhat yang kita hadapi saat ini.
Baiklah kita mulai saja…
☮️Bermazhab artinya adalah bermetode. Secara istilah mazhab itu adalah :
๐Himpunan pendapat dan teori yang saling berkaitan satu sama lain secara manthiqi (logika) sehingga menjadi kesatuan yang kokoh dan serasi.
๐(Qutub Mustafa Sanu, Mu’jam Mushthalahat Ushul al Fiqh, cet. II, (Beirut; Dar El-Fikr, 2002), hal. 399).
☮️Dengan demikian mazhab menjadikan pengamalan kita dalam Islam tidak simpang siur, bercampur aduk, sehingga menjadikan pengamalan kita serasi sejalan dengan tujuan syara’.
☮️Mazhab juga merupakan jalan termudah bagi seseorang untuk mengamalkan Islam secara komprehensif.
✍️Sekiranya muslim beramal tanpa mazhab maka dia akan bersusah payah menemukan kesimpulan hukum di setiap permasalahan yang ia temui,
✍️Terlebih lagi jika ia harus merujuk langsung kepada sumber hukum asli yaitu Al Quran dan Al Hadits.
๐Benar, berhujjah langsung kepada Al Quran dan Al Hadits menjadikan amalan kita kuat.
✍️Namun perlu diingat bahwa dibutuhkan penguasaan banyak ilmu untuk dapat beristinbath langsung kepada Alquran dan Alhadits.
๐Dibutuhkan penguasaan bahasa Arab yang baik:
๐Nahu,
๐Sharaf,
๐Ma’ani,
๐Bayan
๐Dan Badi’
๐Agar kita dapat memahami uslub Arab yang benar.
๐Selanjutnya harus menguasai Ulum Alquran:
๐Qaidah tafsir,
๐Asbab An Nuzul,
๐Nasakh wa Al Mansukh,
๐Al Bayan wa Al Mujmal,
๐Al Muthlaq wa Al Muqayyad.
๐Harus menguasai ilmu Ushul Al Fiqh dan lain-lainnya.
๐ณMereka yang telah menguasai ilmu-ilmu istinbath tersebut dapat menjadi mujtahid, boleh beristinbath hukum langsung kepada Alquran dan As Sunnah.
๐Sedangkan yang belum mencapai derajat tersebut harus bertaqlid kepada para mujtahid.
๐Dengan demikian kaum Muslimin dalam masalah furu’ (al-ahkรขm asy-syar’iyyah) tidak akan lepas dari dua kelompok berikut :
๐a. Mujtahid dan
๐b. Muqallid
✍️Mujtahid adalah orang yang telah memenuhi syarat-syarat ijtihad sehingga tidak boleh bertaqlid kepada mujtahid lainnya dalam permasalahan agama yang mereka telah sampai kepada derajat ijtihad.
✍️Baik kemampuan ijtihadnya dalam seluruh masalah agama (ijtihad mutlak) maupun dalam beberapa masalah agama (ijtihad mutajazzi’).
✍️Sedangkan muqallid adalah orang yang belum sampai kepada derajat ijtihad baik secara keseluruhan maupun dalam permasalahan agama yang ia belum mencapai derajat ijtihad.
✍️Dengan demikian muqallid juga terbagi kepada dua, yaitu :
๐Muqallid muthlak
๐Dan muqallid mutajazzi’.
๐ณSebagian ulama menambahkan golongan ketiga tentang pembagian manusia dalam
๐Al Ahkam Asy Syar’iyah, yaitu
๐Muttabi’.
๐ณMereka mengatakan:
๐Muttabi’ adalah orang yang bertaqlid kepada mujtahid namun mereka faham dalil-dalil dan cara instinbat hukum dari dalil-dalil tersebut.
๐คSelanjutnya jika kembali diteliti, kita dapatkan bahwa muttabi’ ini tidak terlepas dari dua kemungkinan :
๐Bila dia mengetahui dalil-dalil imam mazhabnya, namun tidak bisa mengambil hukum secara langsung atau hukum yang baru dari sumbernya maka ia disebut Muqallid,
๐Bila mampu maka ia disebut dengan Mujtahid.
Dengan demikian pembagian manusia dalam
๐Al-Ahkam As-Syar’iyah yang lebih tepat hanya mujtahid dan muqallid sesuai dengan yang di-tahqiq-kan oleh
๐ณDr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthia
๐Dalam kitab Al Lamadzhabiyyah h.43.
✍️Taqlid bagi orang awam dan orang-orang yang belum mencapai derajat ijtihad adalah wajib.
✍️Demikian pula bagi orang yang telah mencapai derajat ijtihad dalam sebahagian masalah fikih atau sebahagian bab fikih wajib bertaqlid dalam masalah-masalah yang ia belum mampu berijtihad.
๐(Nuruddin Ali bin Abdullah bin Ahmad As-Samhudi, Al-Iqd Al-Farid, hal. 54.)
๐Hal ini berdasarkan beberapa dalil, diantaranya:
A. ๐Dari Alquran :
1️⃣. ☪️Firman Allah SWT :
(َูุงุณْุฃَُููุง ุฃََْูู ุงูุฐِّْูุฑِ ุฅِْู ُْููุชُู
ْ َูุง ุชَุนَْูู
َُูู)
Artinya:
✒️“Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui”.
๐(Q.S. Al-Anbiyรข’: 7/ An Nahl: 43)
✍️Tidak ada khilaf di kalangan ulama bahwa orang awam wajib bertaqlid kepada para ulama. Dan merekalah yang dimaksudkan dengan ayat tersebut.
2️⃣. ☪️Firman Allah SWT :
(َูู
َุง َูุงَู ุงْูู
ُุคْู
َُِููู َِِْููููุฑُูุง َูุงَّูุฉً َََْููููุง ََููุฑَ ู
ِْู ُِّูู ِูุฑَْูุฉٍ ู
ُِْููู
ْ ุทَุงุฆَِูุฉٌ َِููุชَََُّููููุง ِูู ุงูุฏِِّูู َُِْููููุฐِุฑُูุง َْููู
َُูู
ْ ุฅِุฐَุง ุฑَุฌَุนُูุง ุฅَِِْูููู
ْ َูุนََُّููู
ْ َูุญْุฐَุฑَُูู)
Artinya:
✒️“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.
๐(Q.S. At-Taubah ayat 122)
B. ๐ณIjma’ Sahabat dan Ulama
๐ณPara ulama sepakat bahwa orang awam wajib bertaqlid kepada ulama mereka dan merekalah yang dimaksudkan dalam ayat 7 surah Al-Anbiyรข’ dan ayat 43 surat An-Nahl tersebut.
๐(Ijma’ ini dinukilkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam kitab Al-Jami’, jil. 2 hal. 989 dinukil oleh pen-tahkik kitab Al-‘Iqd Al Farid hal. 55).
๐ณPara sahabat juga berbeda-beda dalam tingkat ilmu mereka.
✍️Tidak semua mereka mampu berijtihad.
✍️Sebahagian mereka ada yang mufti/mujtahid dan jumlah mereka sedikit.
✍️Dan sebahagian besar mereka adalah mustafti/muqallid.
๐(Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazzaly, Al-Mustashfa Fi Ilmi al-Ushul, cet. I, jilid I, (Beirut; Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 1413 H) hal. 372).
C. ๐Dalil ‘Aqli:
๐ณSekiranya setiap orang diwajibkan untuk berijtihad niscaya akan binasa dunia ini karena tidak ada yang memperhatikan pertanian, kedokteran dan lain-lainnya.
๐Karena mencapai derajat ijtihad bukan perkara yang mudah.
๐Karena itu setiap orang baik yang awam maupun yang alim namun belum mencapai derajat ijtihad tidak ada pilihan bagi mereka selain bertaqlid kepada mujtahid.
๐Mereka wajib memahami, memperhatikan dan menjaga pendapat para mujtahid dalam permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi.
๐ณBerkata imam Asy-Syathibi:
๐“Fatwa-fatwa paja mujtahid bagi orang-orang awam, ibarat dalil-dalil syarak bagi para mujtahid”.
๐(Ibrahim bin Musa Asy-Syathiby, Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Fiqh, jilid 4 (Beirut; Dar al-Ma’rifah), hal. 292).
✍️Hal tersebut karena orang-orang awam tidak mampu memahami hukum secara langsung kepada Al-Quran dan Hadis seperti para mujtahid,
✍️Sehingga perkataan dan ijtihad para mujtahidlah yang harus dipelajari, difahami dan diamalkan.
๐Dengan demikian dapat difahami bahwa taqlid bagi mereka yang belum mencapai derajat mujtahid adalah wajib.
✍️Dan sebagai tambahan, taqlid hendaknya dibatasi pada salah satu dari empat mazhab ahlussunah wal jama’ah, yaitu:
๐Hanafiyah,
๐Malikiyah,
๐Syafi’iyah
๐Dan Hanabilah.
✍️Alasannya adalah keempat mazhab ini merupakan mazhab yang banyak dikhidmah baik dalam penulisan kitab, perumusan permasalahan dalam qaidah-kaidah yang sangat akurat, rapi dan rinci. Tidak didapatkan hal ini pada mazhab-mazhab yang lain.
๐คApakah ada empat mazhab menjadikan kita lemah dan terkotak-kotak?
๐Kenyataannya tidak.
๐คSebab setiap mazhab saling menghargai satu dengan lainnya.
✍️Bahkan diantara faktor kuatnya persatuan kaum muslimin di masa dahulu adalah mengikut salah satu mazhab fikih dari empat mazhab tersebut.
๐ณSebagaimana dikatakan oleh Ahmad Taimur Basya dalam bukunya๐Nazhrah Tarikhiyah fi Hudutsi Al Madzahib Al Fiqhiyah Al Arba’ah, h.47-48,
๐ณDan Prof. Dr. Ali Jumah Muhammad,
๐Dalam buku beliau Mausu’ah At-Tasyri’ Al-Islami, h. 520-521.
Wallahu A’la wa A’lam
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar