📖 AQIDAH IMAM EMPAT MADZHAB

📖 AQIDAH IMAM EMPAT MADZHAB
 (Menjelaskan Tafsir Istawa Dan Kesucian Allah Dari Tempat Dan Arah)

📌 Penjelasan al-Imâm Abu Hanifah Tentang Makna Istawâ

🖇️ (Faedah Penting); Bukti Kebencian adz-Dzahabi Terhadap al-Imâm Abu Hasan al-Asy'ari Dan Kaum Asy'ariyyah 
(Bagian Pertama)

Al-Imâm Tajuddin as-Subki (w 771 H) dalam Thabaqât asy-Syâfi'iyyah menuliskan bahwa adz-Dzahabi (w 748 H) memiliki sifat sinis terhadap al-Imâm al-Asy'ari. Adz-Dzahabi sama sekali tidak apresiatif, bahkan selalu memojokan faham-faham al-Imâm al-Asy'ari dalam berbagai kesempatan. Perlakuan adz-Dzahabi dalam meremehkan al-Imâm al-Asy'ari ini sebagimana ia tuangkan dalam karyanya sendiri ; Târîkh adz-Dzahabi. Dalam menuliskan biografi al-Imâm al-Asy'ari, adz-Dzahabi sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menempatkannya secara proporsional sesuai keagungannya. 

Al-Imâm Tajuddin as-Subki mengatakan bahwa adz-Dzahabi memiliki kebencian yang sangat besar terhadap al-Imâm al-Asy'ari, hanya saja;ia tidak sanggup untuk mengungkapkan itu semua karena takut diserang balik oleh Ahl al-H̲aq dari para pemuka Ahlussunnah. Di sisi lain adz-Dzahabi juga tidak sabar untuk mendiamkan ajaran-ajaran al-lmâm al-Asy'ari yang menurutnya sebagai ajaran yang tidak benar. Dalam menuliskan biografi al-lmâm al-Asy'ari, adz-Dzahabi tidak banyak berkomentar, di akhir tulisannya ia hanya berkata : 

من أراد أن يتبحر فى معرفة الأشعرى فعليه بكتاب تبيين كذب المفترى لأبى القاسم ابن عساكر. اﮬ 

Artinya : "Barangsiapa yang ingin mengenal lebih jauh tentang al-Asy'ari maka silahkan untuk membaca kitab Tabyîn Kadzib al-Muftarî karya Abu al-Qasim Ibn Asakir". ( Târîkh adz-Dzahabi ). 

Yang lebih mengherankan lagi di akhir tulisan itu kemudian adz-Dzahabi menuliskan ungkapan doa sebagai berikut : 

(قال) اللهم توفنا على السنة وأدخلنا الجنة واجعل أنفسنا مطمئنة نحب فيك أولياءك ونبغض فيك أعدائك ونستغفر للعصاة من عبادك ونعمل بمحكم كتابك ونؤمن بمتشابهه ونصفك بما وصفت به نفسك 

Artinya : "Ya Allah, matikanlah kami di dalam Sunnah Nabi-Mu dan masukan kami ke surga-Mu. Jadikanlah Jiwa-jiwa kami ini tenang. Kami mencintai para wali-Mu karena-Mu, dan kami membenci para musuh-Mu karena-Mu. Kami meminta ampun kepada-Mu bagi hamjba-hamba-Mu yang telah melakukan maksiat. Jadikan kami mengamalkan ayat-ayat muẖkamât dari kitab-Mu dan beriman dengan ayat-ayat mutsyâbihât-nya. Dan jadikan kami sebagai orang-orang yang mensifati-Mu sebagaimana Engkau mensifati diri-Mu Sendiri". ( Tarikh adz-Dzahabi ). 

Simak tulisan al-lmâm Tajuddin as-Subki dalam mengomentari tulisan adz-Dzahabi di atas : 

فعند ذلك تقتضى العجب من هذا الذهبى وتعلم إلى ماذا يشير المسكين فويحه ثم ويحه، وأنا قد قلت غير مرة إن الذهبى أستاذى وبه تخرجت فى علم الحديث إلا أن الحق أحق أن يتبع ويجب على تبيين الحق فأقول ؛ أما حوالتك على تبيين كذب المفترى وتقصيرك فى مدح الشيخ فكيف يسعك ذلك مع كونك لم تتر جم مجسما يشبه اللّٰه بخلقه إلا واستوفيت ترجمته حتى إن كتابك مشتمل على ذكر جماعة من أصاغر المتأخرين من الحنابلة الذين لا يؤبه إليهم قد ترجمت كل واحد منهم بأوراق عديدة فهل عجزت أن تعطى ترجمة هذا الشيخ حقها وتترجمه كما ترجمت من هو دونه بألف ألف طبقة فأى غرض وهوى نفس أبلغ من هذا وأقسم بااللّٰه يمينا برة ما بك إلا أنك لا تحب شياع اسمه بالخير ولا تقدر فى بلاد المسلمين على أن تفصح فيه بما عندك من أمره وماتضمره من الغض منه فإنك لو أظهرت ذلك لتناولتك سيوف اللّٰه وأما دعاؤك بما دعوت به فهل هذا مكانه يامسكين وأما إشارتك بقولك ونبغض أعداءك إلى أن الشيخ من أعداء اللّٰه وأنك تبغضه فسوف تقف معه بين يدى اللّٰه تعالى يوم يأتى وبين يديه طوائف العلماء من المذاهب الأربعة والصالحين من الصوفية والجهابذة الحفاظ من المحدثين وتأتى أنت تتكسع فى ظلم التجسيم الذى تدعى أنك برئ منه وأنت من أعظم الدعاة إليه وتزعم أنك تعرف هذا الفن وأنت لا تفهم فيه نقيرا ولا قطميرا وليت شعرى من الذى يصف اللّٰه بما وصف به نفسه من شبهه بخلقه أم من قال (ليس كمثله شىء وهو السميع البصير) والأولى بى على الخصوص إمساك عنان الكلام فى هذا المقام فقد أبلغت ثم أحفظ لشيخنا حقه وأمسك، وقد عرفناك أن الأوراق لا تنهض بترجمة الشيخ وأحلناك على كتاب التبيين لا كإحالة الذهبى إذ نحن نحيل إحالة طالب محرض على الازدياد من عظمته وذاك يحيل إحامجهل قد سئم وتبرم بذكر محامد من لا يحبه ونحن منبهون فى هذه الترجمة على مهمات لا نرى إخلاء الكتاب عنها لا شتمالها على نصرة دين اللّٰه وجمع كلمة الموحدين ونذكرها بعد استيفاء ما يختص بترجمة الشيخ. اﮬ 

Artinya: "Dari sini nyata bagimu bahwa adz-Dzahabi ini sangat aneh dan mengherankan. Engkau melihat sendiri bagaimana sikap orang miskin ini, dia benar-benar seorang yang celaka. Saya telah mengatakan berulang-ulang bahwa adz-Dzahabi ini sebenarnya guru saya, dan saya banyak mengambil ilmu hadits darinya, hanya saja kebenaran lebih berhak untuk diikuti, dan karenanya saya wajib menjelaskan kebenaran ini. Maka saya katakan : "Wahai adz-Dzahabi, orang sepertimu bagaimana mungkin hanya menyuruh orang lain untuk membaca kitab Tabyîn Kadzib al-Muftarî Sementara engkau sendiri malalaikan pujian terhadap Syaikh al-Asy'ari?! Padahal engkau sama sekali tidak meninggalkan nama seorangpun dari kaum Mujassimah kecuali engkau menuliskan biografinya secara langkap. Bahkan bukumu itu sampai menyebut-nyebut biografi beberapa orang dari madzhab Hanbali yang datang belakangan dan tidak memiliki kapasitas memadai secara keilmuan. Semua itu engkau tuliskan biografinya dengan sangat rinci dan lengkap. Lantas apakah engkau tidak mampu untuk menuliskan biografi Syaikh al-Asy'ari secara proporsional?! Padahal derajat Syaikh al-Asy'ari berada jauh ribuan tingkat di atas orang-orang mujasim yang engkau tuliskan itu?! Tidak lain ini adalah hawa nafsu dan kebencian yang telah mencapai puncaknya. Aku bersumpah demi Allah, engkau melakukan ini tidak lain hanya karena engkau tidak senang nama al-Asy'ari disebut-sebut dengan segala kebaikannya. Dan disisi lain engkau tidak mampu untuk mengungkapkan kepada orang-orang Islam akan apa yang ada dalam hatimu dari kebencian kepada Syaikh al-Asy'ari, karena engkau sadar bila kebencian itu engkau ungkapkan seutuhnya maka engkau akan berhadapan dengan kekuatan seluruh orang Islam.
Sementara itu doamu yang engkau ungkapkan di akhir tulisan biografi Syaikh yang sangat ringkas itu, adakah kalimat-kalimat itu pada tempatnya wahai orang miskin?! Kemudian ungkapanmu "dan jadikanlah kami orang-orang yang membenci musuh-musuh-Mu" adalah tidak lain karena menurutmu Syaikh al-Asy'ari adalah musuh Allah, dan engkau benar-benar sangat membencinya. Kelak nanti engkau akan berdiri di hadapan hukum Allah untuk bertanggung jawab terhadap Syaikh, sementara semua ulama dari empat madzhab, orang-orang saleh dari kaum sufi, dan para pemuka H̲uffâzh al-ẖadîts berada di dalam barisan Syaikh al-Asy'ari. Engkau kelak saat itu akan merangkak dalam kegelapan akidah tajsîm, yang engkau mengaku-ngaku telah bebas dari akidah sesat tersebut, padahal engkau adalah orang terdepan dalam menyeru kepada akidah sesat tersebut. Engkau mengaku ahli dalam masalah Ilmu Tauhid, padahal engkau sama sekali tidak memahaminya walaupun hanya seukuran atom atau seukuran tipisnya kulit biji kurma sekalipun. Aku katakan bagimu : "Siapakah sebenarnya yang mensifati Allah Sesuai dengan keagungan-Nya sebagaimana Allah mensifati diri-Nya sendiri?! Adakah orang itu yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya seperti dirimu?! Ataukah yang benar-benar memahami bahwa "Allah tidak menyerupai apapun dari segala makhluk-Nya" (QS. As-Syura : 11)?!". Sebenarnya, Secara khusus bagiku tidak harus banyak bicara dalam masalah ini, namun demikian hal ini harus saya sampaikan.
Dalam penulisan biografi Syaikh al-Asy'ari sebagaimana anda tahu sendiri, bahwa sebenarnya tidak akan cukup dengan hanya dituangkan dalam beberapa lembar saja. Dalam kitab yang saya tulis ini, saya juga memerintahkan kepada para pembaca yang ingin mengenal lebih jauh tentang Syaikh al-Asy'ari untuk merujuk kepada kitab Tabyîn Kadzib al-Muftarî (karya al-H̲âfizh Ibn Asakir). Namun anjuran saya ini berbeda dengan anjuran adz-Dzahabi. Saya menganjurkan anda untuk membaca Tabyîn Kadzib al-Muftarî agar anda benar-benar mengenal sosok al-Asy'ari dan mengetahui keagungan serta bertambah kecintaan kepadanya, sementara adz-Dzahabi menganjurkan hal tersebut tidak lain hanya untuk menutup mata anda, karena sebenarnya dia telah bosan dengan menyebut-nyebut kebaikan orang-orangnya sendiri yang tidak senang kepada syekh al-Asy'ari. Maka dalam catatan biografi ini aku ungkapkan perkara-perkara penting yang kami pandang kitab ini tidak boleh sunyi darinya, karena ini adalah bagian dari pembelaan terhadap agama Allah dan untuk menyatukan kekuatan para ahli tauhid. Dan sungguh kami menuliskan catatan ini setelah kami memandang cukup dalam mencatatkan biografi syekh Abul Hasan al-Asy'ari". ( Thabaqât asy-Syâfi'iyyah, j. 3 h. 352-354). 

Pada bagian lain dalam kitab yang sama al-Imâm Tajuddin as-Subki dalam penulisan biografi al-H̲âfizh Ahmad ibn Shaleh al-Mishri menuliskan kaedah yang sangat berharga dalam metode penilaian al-jarẖ (Klaim negatif terhadap orang lain). Kesimpulannya ialah bahwa apabila seseorang melakukan al-jarẖ terhadap orang lain yang memiliki amal saleh lebih banyak dari pada perbuatan maksiatnya, dan orang-orang yang memujinya lebih banyak dari pada yang mencacinya, serta orang-orang yang menilai positif baginya (al-Muzakkûn) lebih banyak dari pada yang menilai negatif atasnya (al-Jâriẖûn), maka penilaian orang ini tidak dapat diterima, sekalipun ia punya penjelasan dalam penilainnya tersebut. Terlebih lagi apa bila orang yang menilai al-jarẖ ini berlandaskan karena panatisme madzhab, atau karena kecemburuan masalah duniawi dan lainnya. Kemudian pada akhir tulisan kaedah al-jarẖ ini, al-lmâm Tajuddin as-Subki menuliskan : "... dan adz-Dzahabi ini adalah guru kami. Dari sisi ini ia adalah seorang yang memiliki ilmu dan memiliki sikap teguh dalam beragama. Hanya saja dia memiliki kebencian berlebihan terhadap para ulama Ahlussunnah. Karena itu adz-Dzahabi ini tidak boleh dijadikan sandaran".


💡 Semoga Bermanfaat 

------------------------------------------------- 

🔍 FIND US !!! 

Telegram :
https://t.me/cyber_aswaja 

Whatsapp (Cyber Aswaja) :
https://chat.whatsapp.com/B9A8MZyHOHWHG93ARkGR9z 

Whatsapp (Info Jadwal Kajian Pekanbaru) :
https://chat.whatsapp.com/II2yjXfS6zzIV4vPwOR0qM 

Instagram :
https://instagram.com/cyber_aswaja?igshid=dxazjds9242a 

YouTube Channel :
https://www.youtube.com/c/CyberAswaja 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad